Monday, 5 October 2009

Sejarah Bukit Tiga Puluh dan Acara Kumentan (Contoh Legenda)

Taman Nasional Bukit Tigapuluh yg terletak meliputi dua wilayah yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Jambi.
Awal mulanya keberadaan Bukit Tigapuluh di Riau, ada suatu keluarga yg hidup rukun dan damai. Mereka adalah sepasang suami isteri yg bernama Datuk Marudum Sati dan Saya Bentan yg memiliki tujuh putra dan tujuh putri yg bernama yaitu:
PUTRA:
1. Bujang Selamat
2. Sampuraga
3. Datuk Seluncur Bukit
4. Sitimba Laut
5. Datuk Meriang Sati
6. Datuk Hitam Tonggak Ditenang
7. Datuk Kilat Senja

PUTRI:
1. Si Anam
2. Putri Mayang Mengurai
3. Putri Pinang Masak
4. Putri Rembam Padang
5. Putri Rembam Payung
6. Putri Layang Bunga Mas
7. Putri Bungsu

Keluarga Datuk Marudum adalah turun dari kayangan yg membawa Sebatang Beringin & Sebilah Keris. Pohon Beringin tersebut ditanamkan didaerah Laut Siumbul, pada zaman dahulunya Daerah Laut Siumbul tersebut belum ada daratan. Setelah ditanam Beringin tersebut barulah timbul Daratan. Dan mempunyai Laut pada waktu itu bernama Ombak Siumbul, setelah daerah ini berkembang dari sebatang pohon beringin itu maka berkembang pula menjadi Daratan, dan pohon beringin pun semakin hari semakin berkembang & menjadi besar. Lalu keluarga dari Datuk Marudum Sati tersebut bersama-sama dengan anaknya membuat kapal dari kulit Kayu Beringin itu.

Setelah kapal siap maka berlayarlah putra putri Datuk Marudum Sati ke Siam, sesampainya di Siam ketujuh pasang anak Marudum Sati membawakan tari-tarian seperti:
1. Tari Lancang Kuning
2. Tari Beringin Husang.
Tari-tarian tersebut dibawakan diatas kapal mereka sendiri, pada waktu itu orang Siam ramai menyaksikan tarian tersebut naik keatas kapal. Setelah tari-tarian selesai maka kapal pun langsung berangkat kembali ke daerah asalnya dan terbawalah orang Siam tersebut ke daerah Bukit Tigapuluh, dan sekarang daerahnya berganti mana menjadi Daerah Siambul (Siam artinya terkabul & digabung menjadi Siambul).

Pulang berlayar terus menuju ombak seribu & berlabuh di Ombak Seribu dalam waktu itulah Datuk Marudum Sati bertemu sama Bapak/anak mereka, maka berkatalah bapak/maknya, "Hai itu anak kita, anak kita sudah pulang berlayar", kata bapak/MakNya. Tapi si anak tidak mengakui itu adalah bapak/mak mereka, lantaran sudah lama memendam rindu Si Bapak dan Mak nya langsung naik keatas kapal, setiba diatas kapal mereka langsung diusir turun lagi. Tapi si Bungsu anak perempuan mereka mengakui kalau itu adalah bapak/mak mereka, tetapi kakak-kakaknya tidak mengakuinya. Setelah pengakuan itu timbullah bencana bagi mereka, dimana saat akan berlabuh keluarlah akar-akar kayu pada kapal tersebut yg disebut akar kelapat. Akar tersebut menarik-narik mereka sehingga kapal tersebut menjadi tenggelam. Dari beberapa serpihan kapal tersebut tersebar ke Bukit Tigapuluh & dua dari gelombang Laut tersebut, maka terjadilah Daerah Bukit Tigapuluh dan Sekoci kapal terlempar ke Bukit Siguntung. Dan anak bungsu sampai anak tunggalnya terlempar ke Daerah Bukit Lapat, didaerah Bukit Lapat tersebut ada sungai yg bernama Sungai GANGSAL (Batang Gangsal). Dari batang gangsal ingada kampung yg bernama Si Ambul, dan dari tempat inilah berkembangnya Suku yg bernama Suku Talang Mamak.


Bukit Tigapuluh ini terdiri dari Tiga puluh pendakian, yaitu Lima Belas dari Daerah Jambi dan Lima Belas lagi dari Daerah Riau yg terdapat di kec. Siberida. Permulaan dari Bukit Tiga Puluh dihitung dari pendakian Pertama yg antara lain:
1. Pendakian Sungai Salak
2. Pendakian Labu Beguling
3. Pendakian Meratih Bujang
4. Pendakian Pinang Sebatang
5. Pendakian Pulau Berlayar
6. Pendakian Ata Guntung
7. Pendakian Gunung Godang
8. Pendakian Terusan
9. Pendakian Pelalapan
10. Pendakian Balang Begindit
11. Pendakian Tunggul Kabung
12. Pendakian Bukit Serama
13. Pendakian Bukit Tabuh
14. Pendakian Bebidah
15. Pendakian Bukit Sebekal Bekuah

Pendakian ini mulai dihitung dari Batang Gangsal.

Sumber: Suara Merdeka, Edisi 08 Tahun 1
Tidak punya blog? Mau Fiksi Mini, Cerpen, atau Puisi mu ada di Mungkin Blog?
Baca caranya DISINI :)
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...