Home » » Makna dan Fungsi Persahabatan menurut Pendapat Ahli Psikologi
Friday, 13 January 2012

Makna dan Fungsi Persahabatan menurut Pendapat Ahli Psikologi

Posted by Mungkin Blog on Friday, 13 January 2012

Karakteristik lain dari pola hubungan anak usia sekolah dengan teman sebayanya adalah munculnya keinginan untuk menjalin hubungan pertemanan yang lebih akrab atau yang dalam kajian psikologi perkembangan disebut dengan istilah friendship (persahabatan). Jadi persahabatan lebih dari sekedar pertemanan biasa, Menurut McDevitt dan Ormrod (2002), setidaknya terdapat tiga kualitas yang membedakan persahabatan dengan bentuk hubungan teman sebaya lainnya, yaitu:

  1. They are voluntary relationships (adanya hubungan yang dibangun atas dasar sukarela.
  2. They are powered by shared routines and customs (hubungan persahabatan dibangun atas dasar kesamaan kebiasaan)
  3. They are reciprocal relationships (persahabatan dibangun atas dasar hubungan timbal balik.

Menurut Santrock (1998), karakteristik yang paling umum dari persahabatan adalah keakraban (intimacy) dan kesamaan (similiarity).
Intimacy dapat diartikan sebagai penyingkapan diri dan berbagai pemikiran pribadi. Karenda kedekatan ini, anak mau menghabiskan waktunya dengan sahabat dan mengekspresikan efek yang lebih positif terhadap sahabat dibandingkan dengan yang bukan sahabat (Hartub, 1989)

Santrock (1998) menyebutkan enam fungsi penting persahabatan, yaitu:

  1. Sebagai kawan (companionship)
  2. Sebagai pendorong (stimulation)
  3. Sebagai dukungan fisik (physical support)
  4. Sebagai dukungan ego (ego support)
  5. Sebagai perbandingan sosial (social comparison)
  6. Sebagai memberi keakraban dan perhatian (intimacy/affection)

Hatherington dan Parke (1999), menggambarkan tiga tahap perkembangan gagasan anak tentang persahabatan, yaitu:
  1. Reward-cost stage (7-8 tahun). Pada tahap ini anak menyebutkan ciri-ciri sahabat sebagai teman yang menawarkan bantuan, melakukan kegiatan bersama-sama, bisa memberikan ide-ide, bisa bergabung dalam permainan, menawarkan judgement, dekat secara fisik, dan memiliki kesamaan demografis.
  2. Normative stage (10-11 tahun). Anak mengharapkan sahabatnya bisa menerima dan mengaguminya, setia dan memberikan komitmen terhadap persahabatan, serta mengekspresikan nilai dan sikap yang sama terhadap aturan-aturan dan sanksi.
  3. Emphatic stage (11-13 tahun). Anak mengharapkan kesungguhan dan potensi intimacy dari sahabat, mengharapkan sahabat untuk memahami dan terbuka terhadap dirinya, mau menerima pertolongannya, berbagi minat dan mempertahankan sikap dan nilai yang sama.
Sumber: Desmita.2009.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung:Rosda

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. ane mampir lagi sistah hahaah
    numpang baca dlu yah eheheh :b:

    ReplyDelete
  2. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pengembangan Psikologi
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pengembangan Psikologi yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Psikologi

    ReplyDelete