Home » » Tragedi Deritaku bersama Batik dan Kebaya
Tuesday, 27 March 2012

Tragedi Deritaku bersama Batik dan Kebaya

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 27 March 2012

Aaaiihhh poniang alias pusing. UTS lagi, lagi-lagi UTS.
Menjadi seorang mahasiswa memang tidak akan pernah terhindar dari yang namanya ujian. Ujian selalu menghantui setiap 3 bulan sekali. Andai saja gak ada yang namanya ujian???
Hhhmm emang bisa gitu yaa???

Aiishh udah lah va gak tau mw bilang apa hari ini. Yang penting update blog aja lah.
Aku pusiiinng, cappeek, gallaaauu.
Gini nih ceritanya kenapa iva bisa kayak gini.



Pagi-pagi aku datang kekampus dengan santai tak lupa mengenakan kebaya dan batik. Ngapain sih?
Udah dibilang Ujiiaannnnn. Ujiiiaaannn UTS telah datang. Padahal rasanya baru siap liburan semester. Tampaknya jalanan Pekanbaru, Riau ini terlihat basah, mungkin tadi malam hujan. Karena jam sudah menunjukkan pukul 06:45 WIB. Terpaksaku pacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Dingin memang, tetapi apa boleh buat. Panam-Marpoyan berhasilku tempuh dengan waktu 15 menit. Sampailah digerbang Universitas Islam Riau, langsung masuk dan cari parkiran biasa.

Hoaam.. ngantuk, itu yang aku rasakan saat tiba dikampus. Dengan penuh sedikit semangat dan sedikit santai aku berjalan melenggak lenggok menuju ruang ujian. Ruang 6.07 atau 6.08 yaa???
Liat dulu deh, dimana ada teman-teman seperjuanganku. Akhirnya aku menemukan mereka di 6.08. Oke masuuukk.. Jam menunjukkan pukul 07:10 WIB dan kulihat sekeliling ruangan, ternyata sudah lumayan ramai, tersisa dua bangku dari depan. Baruku sadari bahwa kerajinan datang pagi hanya diterapkan saat ujian. Untuk apalagi kalau bukan untuk mendapatkan posisi "pas". Pasti paham dong dengan posisi pas yang aku maksud. Akhirnya ku terpaksa duduk di bangku nomor 2. Sepertinya masih ada waktu, aku baca-baca lagi buku catatan. Soalnya semalam buku catatannya cuma ku pelototin doang.


Dan akhirnya pukul 07:30 pengawas pun masuk. Membagikan lembaran jawaban dan lembaran soal.
Alamak soal cerita, udah gitu panjang lagi. Mesti buat tabel, grafik dan penyelesaian. Akhirnya ku percepat gerakan ku. Pena ku menari riang diatas lembaran ujian ini. Dan akhirnya soal nomor 1 terjawab tuntas. Beerress. Akhirnya ku lanjutkan kenomor 2 dan terakhir nomor 3. "Waktu Habis". Loh kok pas sekali, jadi gak bisa ngecek ulang jawabanku. Hhhmm mungkin saja ada yang salah. Yaa dugaan ku benar, namanya matematika salah sedikit sangat berpengaruh. Telah kusadari bahwa jawaban nomor 2 berbeda dengan temanku lainnya. Ku ingat kembali dan kami perbincangkan bersama-sama temanku soal nomor 3. Loh kok beda lagi??? Baru kusadari pula bahwa langkah terakhirnya tidak ku kerjakan. Appeess, ssiiaall, seandainya waktu bisa diulang?? Terpikir oleh ku "cuma betul 1". Sontak otak ku panas dan kepala ku pusing. Namun, ada sedikit kelegaan. Walaupun itu salah, tapi  adalah hasil kerjaku sendiri. Hasil curahan isi otakku di 1 lembar double polio penuh. Tak ingin rasanya aku memikirkannya lagi.

Aku bertanya dalam hatiku, kenapa aku begitu ceroboh hari ini???
Soal Matematika yang sudah biasa ku kerjakan. Mengapa aku tak mampu?? Padahal 50 soal telah berhasil ku buat sebelumnya. Akhirnya aku tersadar, mungkin saja karena aku terlalu menganggap remeh dan bersifat takabur. Aku tak mau laagggii...
Hhhmm rasanya sampai saat ini aku masih pusing, menyesal, galau, Bete, atau apalah itu namanya.

Maaf ya pembaca setia Mungkin Blog, kali ini iva hanya mengungkapkan kekesalan va saja. Memang suatu yang tak bermutu, Tapi iva merasa lebih lega sekarang. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari Tragedi Batik dan Kebaya ini.
Wassalam.....

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

2 komentar: