Home » » Teknologi Digital untuk Promosi Adat Budaya dan Pariwisata Indonesia
Friday, 20 July 2012

Teknologi Digital untuk Promosi Adat Budaya dan Pariwisata Indonesia

Posted by Mungkin Blog on Friday, 20 July 2012

Pada era globalisasi seperti saat sekarang ini, dapat dikatakan bahwa hanya secuil atau bisa dianggap tidak ada manusia yang tidak tahu apa itu teknologi. Secara langsung maupun tidak langsung, sadar maupun tidak sadar, mayoritas penduduk Indonesia telah menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan dan kelangsungannya sudah sangat berikatan erat dengan teknologi. Sebelumnya saya ingin bertanya kepada sobat sekalian, Apa itu Teknologi? Apakah sejenis makanan atau minuman? Mungkinkah itu sebuah benda? Atau sejenis trend model pakaian? Hahahaha sepertinya tambah ngawur saja artikel ini. Oke langsung saja kita pelajari bersama mengenai pengertian teknologi, digital dan teknologi digital. Check It Out..!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Teknologi adalah kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis. Digital adalah sesuatu yang berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu. Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa Teknologi Digital adalah suatu bentuk kemampuan teknik yang proses teknis dan sistem perhitungannya berhubungan dengan angka-angka. Dalam teknologi digital, angka-angka tersebut biasa disebut biner. Teknologi digital yang dimaksud dapat sobat temukan pada Pusat Teknologi. Perlu sobat ketahui pula bahwa sebelum ditemukannya teknologi digital ada pula yang disebut teknologi analog.  Nah, modal awal sudah kita kantongi untuk lanjut ke babak berikutnya. Tanding bola kali yee...


Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Adat Budaya dan Pariwisata Indonesia
Memasuki abad ke-21 ini, teknologi digital berkembang semakin pesat. Sesuatu yang tampaknya mustahil di masa lalu, menjadi sesuatu yang nyata pada saat sekarang ini. Berbagai bentuk teknologi digital tersebut dapat kita temui dikehidupan sehari-hari dengan semudah membalikkan telapak tangan. Teknologi digital tersebut antara lain seperti televisi, radio, komputer, kamera, handphone dan lain sebagainya. Merajalelanya teknologi digital ini dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang kegiatan di Indonesia seperti bidang ekonomi, kesehatan, komunikasi, kebudayaan,  pariwisata, keagamaan, dan bidang-bidang kegiatan lainnya. Membahas seluruh manfaat teknologi digital diseluruh bidang tersebut merupakan suatu hal yang mustahil bagi seorang penulis yang masih baru seperti saya. Hal ini juga akan sangat menguras energi dan pikiran saya, oleh karena itu saat ini saya lebih memilih membahas terlebih dahulu tentang pemanfaatan teknologi digital untuk promosi adat budaya dan pariwisata Indonesia.
Siapa yang tidak kenal dengan Indonesia? Negara yang dikaruniai dengan berlimpah ruahnya hasil bumi, hasil alam, adat istiadat, budaya, bahasa, suku bangsa dan keindahan alam. Seluruh yang sobat inginkan dan sobat mimpikan sebenarnya ada di Indonesia kita yang tercinta. Dari Sabang sampai Merauke terdapat hamparan alam yang begitu indah seperti air terjun, sungai, laut, pantai, danau, bukit, pegunungan dan apa pun keindahan alam yang sobat inginkan. Nah, sadarkah sobat bahwa Indonesia kita ini begitu indah? Ya, saat itu pula kita sadar bahwa Tuhan memang adil. Negara Indonesia memang memiliki segalanya, namun kebobrokan moral tetap menimpa negara kita karena sifat rakus telah menggelayuti lahir dan bathin masyarakat Indonesia. Hadeeh....kok jadi curhat dan tambah ngawur lagi? Masuk komunitas Ngawur aja kali ya? Ah...gak mungkin, saya bukan blogger Jawa Timur kok >_<. Mari kembali ke topik awal..!!
Kecintaan saya kepada Indonesia dan terutama kepada kampung halaman saya Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, telah menggerakkan hati nurani saya untuk melestarikan dan mempromosikan adat budaya dan pariwisata Kuantan Singingi. Langkah awal yang saya coba lakukan adalah membuat sebuah blog untuk memperkenalkan Kabupaten Kuantan Singingi kepada dunia luar. Pada tahun 2011 adalah tahun pertama kali saya memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan adat budaya dan pariwisata Kuantan Singingi. Saat itu saya merasakan begitu banyak manfaat dari teknologi digital ini, serasa mimpi dan begitu ajaib. Duduk disebuah saung kecil yang beratapkan jerami ditengah sebuah sawah dengan bermodalkan laptop dan modem yang bersistem teknologi digital, saya telah berhasil mempromosikan adat budaya dan pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi kepada dunia luar. Sungguh suatu kejadian dan rasa yang luar biasa sedang bergejolak dalam diri saya pada saat itu. Entah ini benar, mimpi atau hanya alam bawah sadar. Angin persawahan menyadarkan lamunan, saat itu juga saya tersadar dan yakin bahwa ini adalah sebuah kenyataan.
Saat saya memantau pergerakan media sosial disekitar, ternyata tidak hanya saya seorang diri yang melakukan hal tersebut. Banyak blogger Nusantara lainnya yang memiliki visi dan misi yang sama dengan saya. Dengan bantuan teknologi digital dan koneksi internet, banyak blogger yang telah berhasil mempromosikan adat budaya dan pariwisata Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa dengan internet, seluruh manusia dipenjuru dunia dapat memperoleh informasi dengan mudah. Oleh karena itu, internet merupakan salah satu bentuk pengiring teknologi digital yang dapat digunakan untuk mempromosikan adat budaya dan pariwisata. Berbagai artikel, foto, video dan jenis informasi lainnya dapat diunggah ke berbagai media sosial di internet. Seluruh dunia akan membaca, melihat dan mendengarnya.
 Pacu Jalur Kuansing dalam Bentuk VCD
Tidak hanya media online, teknologi digital juga digunakan secara offline. Salah satu contoh kecilnya yaitu seperti menggunakan kamera digital untuk mengambil gambar dari suatu bentuk adat budaya dan tempat wisata untuk kemudian dicetak dan disebarluaskan. Hasilnya dapat berupa cetakan foto dan rekaman video dalam bentuk VCD, DVD dan lain sebagainya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa media online merupakan pilihan jitu masyarakat Indonesia saat ini. Hasil teknologi digital secara offline seperti yang saya sebutkan seperti diatas, sering pula disebarluaskan melalui media online.
Jika kita mengambil contoh lebih dekat, ternyata banyak informasi mengenai adat budaya Kabupaten Kuantan Singingi Riau yang dikemas dalam bentuk file-file didalam VCD ataupun DVD. Ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam mempromosikan adat budaya Nasional. Dalam kesempatan kali ini saya mengambil contoh langsung yaitu budaya Pacu Jalur dan Lagu Tradisional Kuantan Singingi. Pelaksanaan Event Pacu Jalur yang merupakan budaya asli Kuantan Singingi, telah dikemas sedemikian rupa dalam bentuk VCD yang kemudian siap untuk disebarluaskan. Cara promosi ini telah menghasilkan sesuatu perubahan bagi event Pacu Jalur Kuantan Singingi. Hal ini membuat banyak masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri mengenal dan mengetahui budaya asli Kuantan Singingi. Sehingga tidak heran jika beberapa tahun belakangan ini, wisatawan mulai bertambah untuk menghadiri dan menyaksikan Pacu Jalur. Sesuatu yang ajaib telah terjadi, wisatawan bertambah bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura ikut mengutus Jalur dari negara mereka untuk diperlombakan di Kuantan Singingi.

Lagu Tradisional dalam Bentuk VCD
Selain budaya Pacu Jalur, Kuantan Singingi juga memiliki lagu tradisional. Promosi yang dilakukan juga memanfaatkan teknologi digital yaitu berupa rekaman lagu maupun video klip. Dengan demikian, banyak maksud yang tersirat dari semua ini. "Inilah Indonesia, memiliki banyak musik khas dan lagu tradisional". Rasanya cukup sudah beberapa kejadian perampasan hak milik oleh negara lain. Tidakkah kita trauma akan semua itu?

Tidak berhenti di budaya Indonesia, masih banyak adat istiadat yang perlu diketahui oleh masyarakat luas. Salah satu adat istiadat Kuantan Singingi yang juga dipromosikan dengan memanfaatkan teknologi digital, yaitu dalam film "Sayang Sasuku". Terdapat beberapa nilai-nilai adat istiadat Kabupaten Kuantan Singingi, Riau yang tersirat dan tersurat dalam film tersebut. Terutama mengenai pernikahan ataupun perkawinan yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat yang memiliki suku sama. Film tersebut merupakan maha karya Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUSI) di Pekanbaru, Riau. Sebagai generasi muda Indonesia, Dapatkah kita mencontoh yang dilakukan IPMAKUSI?

Cover Film Sayang Sasuku

Tidak hanya berhenti di album-album tersebut, ternyata masih banyak ungkapan rasa cinta terhadap Indonesia. Walaupun hanya sekedar status, foto, maupun sebuah catatan singkat di jejaring sosial. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah ajang promosi. Kita colek dari jejaring sosial Facebook, terdapat banyak status dan foto yang secara tidak langsung dapat dikatakan sebuah bentuk promosi. Contoh: "HHmmm indahnya Air Terjun Guruh Gemurai, Kuantan Singingi, Riau".
Nah, status di atas akan dibaca oleh masyarakat Facebook sekitar. Setidaknya ada beberapa komentar, atau hanya sekedar menyukai.

Untuk mempublikasikan sebuah status, seseorang membutuhkan handphone ataupun perangkat komputer. Secara tidak sengaja, kita telah menggunakan teknologi digital untuk melakukan sebuah promosi pariwisata. Eiitss..tunggu dulu sobat, itu hanya sekedar status di Facebook. Coba sobat bayangkan apabila kita memanfaatkan kamera digital untuk berfoto di tempat wisata dan mengunggahnya ke media sosial. Hhmm saya rasa akan banyak sekali teman-teman yang bertanya dimana tempat wisata tersebut. Berbahagialah sobat jika semakin banyak wisatawan lokal dan luar negeri yang datang ke Indonesia. Berbanggalah kita lahir di Indonesia yang kaya akan adat budaya dan tempat wisata yang memiliki keindahan eksotis. Sekarang saatnya kita mengucapkan, "Wow..ternyata banyak sekali manfaat teknologi digital bagi kemajuan adat budaya dan pariwisata Indonesia".

Saya bangga sebagai salah satu anak bangsa yang ikut serta mempromosikan budaya Indonesia. Bagaimana dengan sobat? Mari bersama-sama melestarikan dan mempromosikan adat budaya dan wisata Indonesia...!!! Akhir kata saya tutup dengan sebait pantun.

Makan nasi sambalnya terasi
Terasi terbuat dari udang raksasa
Kaya akan Adat, Budaya dan Tradisi
Itu lah dia Negeriku Indonesia
Wassalam :D

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

8 komentar:

  1. Replies
    1. Terima kasih sobat,,,
      salam kenal ya :D

      Delete
  2. betul sekali sis...siapa lagi klw bukan tugas kita :)
    great post sis...salam knal n sukses slalu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks sob atas segala komentarnya,,
      salam kenla n salam sukses jg,,..
      jgn bosan2 mampir kesini :)

      Delete
  3. good idea sista...

    salam kenal + sukses selalu. saya sudah follow blognya sista, dan jika sista tidak keberatan, saya tunggu follbacknya ya... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mas bro atas kunjungan dan komentarnya...
      salam kenal kembali,,
      oke..ditunggu aja follback nya :D

      Delete
  4. Saya tertarik dengan tulisan anda,
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pariwisata yang bisa anda kunjungi di Informasi Pariwisata

    ReplyDelete
  5. informasi yang bermanfaat.
    cek juga tulisan serupa di :
    Rumah Pena | Graha Pena Gunadarma
    Terima Kasih :)

    ReplyDelete