Home » , » Almamater Tercinta
Saturday, 25 August 2012

Almamater Tercinta

Posted by Mungkin Blog on Saturday, 25 August 2012

Menjadi seorang mahasiswi merupakan keinginan saya sejak dulu. Tekad saya begitu besar, hingga saya berusaha sungguh-sungguh untuk bisa menjadi seorang mahasiswi. Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh adalah kegiatan sehari-hari yang terus saya lakukan saat itu. Berikut cerita selengkapnya, perjalanan saya menjadi seorang mahasiswi yang sangat mencintai almamaternya.

Waktu itu ujian nasional sudah semakin dekat. Dan beberapa jalur PBUD telah dibuka oleh beberapa perguruan tinggi negeri. Saya tidak mau ketinggalan untuk mencobanya. Dengan percaya dirinya saya hanya mendaftar di satu perguruan tinggi negeri, sedangkan teman-teman yang lain mendaftar di dua atau tiga PTN. Mengapa saya begitu percaya diri? Karena eh karena jurusan yang saya ambil hanya sedikit peminatnya. Belum lagi lawan main saya saat itu tidak begitu berat, jadi saya yakin terpilih dan masuk diperguruan tinggi negeri tersebut. Saya tahu persis bagaimana nilai dan prestasi rival saya satu-satunya tersebut. Namun apa hendak dikata, saat pengumuman dikeluarkan, tidak tercantum nama saya di koran hari itu. Melainkan nama si dia. Mengapa bisa demikian? Entahlah saya tidak peduli dan positif thinking saja, walaupun banyak yang nyebar gossip kalau dia pakai dukun santet, uppss bukan bukan. Itu loh selebaran-selebaran berharga buat beli sesuatu. Apa sih tuh namanya? #mendadakLupa ah sudahlah.

Setelah gagal dan tidak diterima di PTN tersebut. Saya kembali serius untuk belajar untuk mengikuti SNMPTN. Saya benar-benar tidak yakin pada diri sendiri pada saat itu. Ini merupakan suatu ujian yang sulit. Masih untuk perguruan tinggi yang sama dan pilihan jurusan yang sama, lagi-lagi saya berusaha dengan sekuat tenaga agar diterima di PTN tersebut. Namun apa lagi yang harus dikatakan, ketika kata maaf tercantum saat saya menginputkan nomor ujian dihari pengumuman. Miris banget :( dan saya hanya bisa gigit jari dan termenung, air mata sudah tak mampu menetes.

Perjuangan saya tidak sampai disitu. Saya kembali mendaftar untuk ujian lokal di PTN yang sama namun dengan jurusan yang berbeda. Tapi hasilnya sama saja. Shiitt..!! Sempat terfikir untuk berhenti berjuang, namun saya kembali tersadar. Bahwa ini semua pasti ada jalan keluar. Kemudian saya kembali mendaftar di PTN yang lain. Sebenarnya tidak begitu berminat dengan PTN tersebut, dan alhasil saya benar-benar tidak diterima oleh mereka. Mungkin mereka tau bahwa saya tidak tulus. Wehe

Memang butuh perjuangan yang berat . Apalagi jika ingin lulus murni tanpa sogokan. Oleh karena itu, saya menjatuhkan pilihan terakhir yaitu mendaftar di perguruan tinggi swasta. Banyak yang bilang, PTS tersebut tidak mutu dan biaya mahal. Namun, saya tidak pernah berhenti untuk mencoba. Kali ini saya sudah pasrah dengan apa yang terjadi. Jika diterima saya jadi mahasiswi, jika tidak saya nganggur, pergi ke jembatan dan terjun bunuh diri. Jiiiahhh gak lah. Takdir berkata lain, PTS tersebut menerima saya. Tentu saja, karena PTS tersebut sudah dianggap pelarian bagi orang-orang yang gak mutu seperti saya. #eh?

Hari itu nama saya tercantum di situs resmi perguruan tinggi swasta tersebut. Betapa hati saya girang saat itu. Sejenak saya bimbang, apa benar biaya kuliah disini mahal? Kemudian disebarlah selebaran-selebaran berisi pengumuman daftar ulang dan biaya pendaftaran. Saya lihat dan baca dengan seksama. Fiiuhh ternyata tidak semahal yang kami kira, hanya berbanding 100 atau 200 ribu dengan PTN yang saya damba-dambakan tersebut. Akhirnya saya berhasil menjadi seorang mahasiswi. yeee prok prok prok *terimakasih tepuk tangannya 0.o

Ditolak 3 kali oleh perguruan tinggi yang sama dan ditolak 1 kali oleh perguruan tinggi lainnya, membuat saya semakin kuat dan tegar menghadapi cobaan didunia perkuliahan. Berbagai cara saya lakukan agar menjadi mahasiswi berprestasi dan itu berhasil saya lakukan. Semester satu saya berhasil meraih IP 3,8. Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya yang bodoh ini. Saya telah berhasil dan membuat orang tua saya kembali tersenyum. Hingga saat ini Alhamdulillah IPK masih stay diatas 3,5. #sombong cuihh :p

Bagi saya perguruan tinggi negeri tak lagi berbeda dengan perguruan tinggi swasta. Kita sendiri yang menentukan kualitas diri, bukan masalah perguruan tingginya. Walau banyak yang menghina bahkan mencaci maki kami sebagai mahasiswi perguruan tinggi swasta. Tapi bagi saya dan teman-teman itu merupakan suatu motivasi untuk lebih maju kedepannya. Imej tidak baik terhadap PTS akan segera kami hapus dari benak kalian para penghina. Huuhh :p

Saya sering kali kesal, melihat mereka yang kuliah di PTN begitu sombong. Padahal sebagian dari mereka juga tidak pantas duduk disana, mereka hanya mampu membayar dengan uang dan bernaung di ketek bapak atau emak atau saudaranya yang jadi dosen disana. Memang tidak semua meremeh kan dan memandang sebelah mata terhadap kami–kami yang kuliah di PTS, namun sebagian membuat jengkel. Sebagian hinaan sering mereka lontarkan kepada kami yang menlaksanakan ujian semester menggunakan kebaya putih dengan rok batik.

“Pakai kebaya? Mau kondangan buk??”
Mendengar ocehan mereka seperti itu, sebenarnya ada rasa kesal yang tersimpan dalam diri. Tapi lagi-lagi kami hanya menanggapi dengan gurauan. Yah paling-paling mereka iri melihat kami yang tampil cantik-cantik menggunakan kebaya saat ujian. Sedangkan mereka, hanya berbaju hitam putih seperti taik cicak. #upss keceplosan. Maaf maaf gak bermaksud kok :p


Ahh sudah lah, saya tak lagi memperdulikan orang lain. Yang saya tahu saya nyaman kuliah di kampus tersebut. Belum lagi saya bertemu sahabat-sahabat yang baik, keren dan gaul-gaul gitoh. Itu semua membuat saya semakin betah mengikuti perkuliahan di kampus tercinta -saya rasa judul postingan ini tidak nyambung dengan isinya-. Btw ngomong ngomong, entah kenapa di kampus kami tidak pernah terlihat orang yang menggunakan almamater kampus. Entah apa alasannya saya pun kurang tahu. Tapi yang pasti saya sangat mencintai almamater ini :* —cuma sekali di pakai, waktu ospek, hehe—



Akhir kata saya ucapkan terima kasih bagi sobat yang setia membaca curhatan saya yang gak mutu ini. Dan banyak-banyak maaf jika ada yang tersinggung. Tujuan saya tidak lain tidak bukan hanya memberikan motivasi bagi sobat. Bahwa kegagalan itu benar-benar merupakan suatu jalan menuju kesuksesan. Jangan menyerah untuk meraih cita-cita. Seandainya kita terjatuh, segeralah untuk bangkit. Masa depan sudah menunggu di ambang pintu :D
***
Thanks to my best friend Gustiani Dewita, Ikha Ramsita, Marini, Nelda Helyasiska, Luthfi Abdul Mujib, Jon Hendra dan Yogi Nugrahi Hasnan. Mari kita buktikan pada mereka, bahwa kita tak serendah yang mereka kira. Welcome semester 5  >_<

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

36 komentar:

  1. Eciye, selamat ya. Longlast dengan almamater nya :) gak sabar pengen cepet lulus juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks :D
      semangat ya..!!! cepat2 lulus, biar bisa jg mrsakan cinta sma almamater :)

      Delete
  2. Congrats ya mbakk :D
    Salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaps,,,trimakasih,, *janganPanggil sya "mbak"
      salam kenal jg :)

      Delete
  3. selamat ya..
    semoga ga salah jurusan *nahlo

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya >_<
      gak salah jurusan kq, ini udh PAS banget :D

      Delete
  4. selamat yaaa :))
    eh almamaternya warna biru ya? warna kesukaan gue tuh #eh ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,,
      wah trnyta kmu suka biru,,,tpi itu kan warna pink #eh juga

      Delete
  5. pengen cepet kuliah, biar bisa pake jakey almamater. gimn ya rasanya? pnasaran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo cemungutttd ya, biar bsa cpt2 kuliah,,,
      rasanya tuh ya, kyk lagi berusha mncri upil di lobang hidung, trus dapet dan menjentikkannya ke org lain,,,hahaha iieekk ^_^v

      Delete
  6. almamaternya jangan seringan dicuci nanti pudar :p

    ReplyDelete
  7. abis di pake di jemur aja mbak almamaternya, biar gak kotor tuhh, kan sayang

    ReplyDelete
  8. santai aja di swasta gpp ..
    gue juga ..
    jadi tetep gaul di swasta , dijlanin aja dan tetep bangga dengan warna almamater kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. uwwaaah ternyta kmu mahasiswa PTS jga,,hhe
      okok terimakasih atas semangat nya :D

      Delete
  9. mau di swasta, mau di di PTN..semua tergantung diri sendiri, yang jelas sering2 lah bolos, :D *nasehat menyesatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah loh itu tahu nasehat sesat, bagus deh klau udh sdar duluan,,

      Delete
  10. semangat trus....

    maju riau

    aku juga kuliah di swasta

    malah ngx kalah bersaing tuh dengan negri

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahh membara nih semangatnya,, :D
      ok deh sob,

      Delete
  11. saya cinta Almamater saya dan saya cinta di mana temmpat saya kuliah serta negri yang saya akan bangun yang telah menjunjung saya...

    ReplyDelete
  12. Semangat trus ya .... ;D

    keep spirit, ecieee yang udah semester 5 :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob, makasih supportnya,,
      iy neh udh tua ya 0_o

      Delete
  13. semangat terus yah...

    happy blogwalking
    visit me please.
    tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya deh,, ok ntr sya brkunjung ya >_<

      Delete
  14. kenapa ya? aku pernah gtu, udah optimis membara bahwa akan menang lomba fotografi..ehh tpi ternyata, harus gagal..dan rivalku yg menang :)

    trus, menurutku sih gak msalah mau PTS/PTN.. kalau nantinya setelah lulus mampu bersaing sama mahasiswa/i PTN, atau malah bisa2 mengalahkan.. haha
    apalagi kalau sudah lulus..bisa nyiptain lapangan kerja sendiri..kan hebat.. Ingat2 Indonesia masih banyak pengangguran :D

    tetap semangaattttt..woyoooo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin itu yg dnamakan trllu optimis, dan agak takabur kyknya,,,hhe

      iya yah,,mnciptkan lap. kerja itu baru keren ya :D thanks sobat :)

      Delete
  15. Va, alhamdulillah saya sudah satu bulan lebih KKN di pasar inuman.
    Satu hal yg menarik yang mengusik keingintahuan saya yaitu perbedaan budaya terutama tentang kesukuan.
    Mereka yang piliang ada yang bilang mereka bagian dari melayu dan ada juga yang menganggap keturunan sumbar.
    Aneh juga ya?
    Menurut iva orang-orang di kuansing berasal dari sumbar atau mereka asli melayu kuantan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooo iya yg kmrn ya,,
      iya di kuansing bnyak suku nya,,
      ada juga yg bilang org kuansing itu minang anyuik alias orng minang yg hanyut dan tinggal di kuansing.
      mungkin aja bisa gtu, tpi klau mnrut va, kykny tu suku melayu deh :D

      Delete
  16. sedikit pedass.. but mantaappp!! Univ mana nih?

    ReplyDelete
  17. Cie Cie Cie. . Ehem Ehem.. Udah Semester 5 Ternyata !!

    sedikit saran, almameternya jangan lupa dicuci ea, kalu gue sebuah almameter itu berharga banget, .. Almameer gue aja jarang gue pake, paling buat acara-acara penting aja, biar awet hehehehehe

    HIDUP SWASTA

    ReplyDelete
  18. Semangat ya mba, ngomong2 kuliah dimana ya=D.

    ReplyDelete