Friday, 3 August 2012

Contoh Laporan Observasi Proses Pembelajaran Matematika

Semester 4 telah berakhir, empat nilai sudah keluar dengan hasil yang memuaskan. Entah bagaimana nasib mata kuliah yang selebihnya. Segala usaha dan pengorbanan telah dilakukan, kini tiba saatnya berdo'a untuk yang terbaik. Satu hal yang paling saya ingat tentang pengorbanan di semester lalu. Ketika itu diberikan sebuah tugas mata kuliah Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika. Tugasnya berupa melihat dan mengobservasi proses pembelajaran di sebuah sekolah. Huuaah..semuanya mengakibatkan stress jangka pendek bagi saya. Saat itu saya ditugaskan untuk melakukan observasi bersama Hanya Rini.

Tidak mudah untuk menjalani beban tugas ini, terlihat gampang tapi lumayan menyiksa. Belum lagi ketika kami ditolak oleh sebuah sekolah dan harus membuat surat izin yang baru, sedangkan deadline semakin dekat. Akhirnya suatu ketika diberi kemudahan dan berhasil meminta izin di sebuah sekolah swasta yang beryayasan sama dengan perguruan tinggi saya saat ini. Hanya itu satu-satunya jalan akhir untuk menyelesaikan tugas ini. Ternyata hasilnya sangat memuaskan bagi saya. Disana saya menemukan pengalaman baru. Cara mengajar yang sangat santai namun tetap terarah. Dan lebihnya lagi, saya diizinkan untuk melihat proses belajar di kelas Aksel.

Setelah mencatat seluruh proses belajar matematika di kelas tersebut, tiba saatnya menyusun laporan observasi. Tidak terlalu maksimal, karena deadline sudah semakin dekat. Setelah tuntas, saya meminta izin kembali kepada sekolah tersebut dan di ACC dengan sempurna :D
Beginilah hasil laporan observasi sederhana yang membuahkan nilai memuaskan untuk makul tersebut.


LAPORAN PENELITIAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika

Dosen Pembimbing: Indah Widiati, S.Pd

 

Oleh:

IVA MAIRISTI
106411302


KELAS D SEMESTER 4
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2012
 
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai  tugas mata kuliah Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika dengan judul Proses Pembelajaran Matematika Kelas VIII Aksel di Sekolah Menengah Pertama YLPI  di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.
Dalam penyelesaian penulisan laporan ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka tidak berlebihan kiranya pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Indah Widiati, S.Pd selaku dosen mata kuliah Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika, Bapak Suhardi, S.Pd selaku narasumber, kepala sekolah, majelis guru dan seluruh karyawan Sekolah Menengah Pertama YLPI yang telah memberikan kesempatan kepada penulis sehingga terselenggaranya observasi ini. Demikianlah laporan ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika.

                                                                                     Pekanbaru,  April 2012
                                               
                                               
                                                                                                       Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
           A. Latar Belakang...................................................................................................... 1
           B. Tujuan Observasi .................................................................................................. 2
C.  Landasan Teoritis.................................................................................................. 3
BAB II HASIL OBSERVASI ........................................................................................... 4
A.    Gambaran Objek Observasi ................................................................................ 4
B.     Kegiatan Pembelajaran Matematika Kelas VIII Aksel
di Sekolah Menengah Pertama YLPI.................................................................. 5
C.     Deskripsi Proses Pembelajaran Matematika Kelas VIII Aksel
di Sekolah Menengah Pertama YLPI.................................................................. 8
D.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Pembelajaran
Kelas VIII Aksel di Sekolah Menengah Pertama YLPI..................................... 9
BAB III KESIMPULAN.................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN GAMBAR

BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Materi pelajaran matematika mulai diberikan di sekolah dasar merupakan hal yang sangat tepat, mengingat matematika telah terbukti sangat bermanfaat bagi peserta didik baik dalam mempelajari pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun perlu disadari bahwa matematika bagi sebagian besar peserta didik merupakan pelajaran yang sangat sulit sehingga seringkali kita temui peserta didik yang tidak menyenangi pelajaran matematika. Sebagai guru tentunya bertugas untuk mengantisipasi agar keadaan seperti itu tidak terjadi. Jika keadaan seperti itu telah terjadi, maka guru bertugas untuk segera mengatasinya. Jika peserta didik tidak menyenangi matematika, mungkin salah satu penyebabnya adalah guru membelajarkan peserta didik hanya dengan menggunakan satu cara yang kebetulan cara itu tidak cocok untuk peserta didik tersebut.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 dijelaskan pula  bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam rangka merealisasikan peraturan tersebut di atas, proses belajar mengajar perlu ditata secara terkoordinasi, terpadu, efektif dan efisien. Oleh karena itu guru harus mampu memilih metode yang efisien dan efektif sehingga  tuntutan diatas dapat terpenuhi. Pelaksanaan suatu metode pembelajaran diperlukan satu atau lebih teknik. Tidak hanya metode pembelajaran, seorang guru juga harus memiliki pengetahuan tentang model, media dan strategi pembelajaran yang tepat digunakan dalam suatu proses belajar mengajar.
Dari kondisi dan keadaan yang demikian penulis merasa perlu untuk mengadakan observasi terhadap permasalahan tersebut dengan judul “PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII AKSEL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YLPI

B.                 Tujuan Observasi
Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan observasi ini adalah :
1.      Untuk mengetahui proses dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran matematika
2.      Mengetahui metode, model dan strategi pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika.
3.      Untuk mengetahui dan membahas masalah atau kendala yang muncul dalam pembelajaran matematika.



C.                Landasan Teoritis
Wina (2008: 207) menyatakan bahwa mengajar merupakan proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. Proses penyampaian itu sering juga dianggap sebagai proses mentransfer ilmu. Kemudian Suhermi (2006: 18) menyatakan bahwa pembelajaran matematika dimaksudkan sebagai proses yang sengaja dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan kelas atau sekolah yang memungkinkan kegiatan peserta didik belajar matematika sekolah.
Untuk menerapkan pembelajaran matematika yang efektif, efisien dan lebih menyenangkan, dibutuhkan metode, model atau strategi pembelajaran yang tepat. Menurut Suhermi (2006: 89), metode pembelajaran adalah cara yang dapat digunakan untuk membelajarkan suatu materi ajar. Untuk dapat melakukan tidak memerlukan keahlian khusus namun memerlukan satu atau lebih teknik. Beberapa contoh metode pembelajaran yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode ekspositori, metode tanya jawab, metode diskusi dan lain sebagainya.
Selain dengan menerapkan metode, model dan startegi pembelajaran yang tepat, seorang guru juga harus pandai memotivasi peserta didik. Dengan motivasi, peserta didik akan tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran dan diharapkan akan menyenangi mata pelajaran yang diajarkan. Menurut Wina (2008: 250), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang timbul dalam diri seseorang untuk melakukan berbagai usaha dan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu.
BAB II
HASIL OBSERVASI

A.    Gambaran Objek Observasi
1.      Identitas Narasumber
Nama Lengkap               : Suhardi, S.Pd
Tempat Tanggal Lahir    : Buluh Cina, 20 September 1984
Pendidikan Terakhir       : S1 Jurusan Pendidikan Matematika UIN Sultan Syarif Qasim, Riau
Pengalaman Kerja    :
·      MTS Darul Qur’an Tarai Bangun
·      Pimpinan Bimbingan Belajar ABC
·      Guru di Jarimatika
·      Sekolah Menengah Pertama YLPI
2.      Pelaksanaan Observasi
Tempat                        : Kelas VIII Aksel di SMP YLPI Marpoyan Damai
Jumlah Peserta didik   : 13 Orang
Tanggal                       : 11 April 2012
Waktu                         : 09:50 WIB – 11:00 WIB
Materi                          : Persamaaan garis lurus yang melalui satu titik dan dua titik
B.     Kegiatan Pembelajaran Matematika Kelas VIII Aksel di Sekolah Menengah Pertama YLPI
Dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama YLPI kelas VIII Aksel, metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Ketiga metode diatas digunakan secara bersamaan dalam proses pembelajaran. Guru hanya menggunakan metode tersebut diatas, dikarenakan materi pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian. Sehingga materi tidak lagi berupa materi inti, melainkan materi pembahasan soal latihan. Untuk menggabungkan ketiga metode diatas, guru mempunyai cara tersendiri. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:
a)      Kegiatan Awal (15 Menit)
  • Membuka pelajaran
Guru memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam. Kemudian peserta didik memberikan salam kepada guru dan membaca do’a sebelum memulai proses pembelajaran.
  • Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar
Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.
  • Apersepsi
Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik dan mengulang kembali materi pelajaran sebelumnya.

b)      Kegiatan Inti (40 Menit)
  • Guru menjelaskan materi pelajaran
Setelah membahas materi pelajaran sebelumnya, guru mulai menjelaskan materi pelajaran selanjutnya.­­­­ Saat observasi berlangsung, guru menjelaskan materi akhir pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian. Sehingga waktu yang diperlukan tidak begitu lama.
  • Melakukan tanya jawab
Proses tanya jawab antara guru dan peserta didik dilakukan saat guru menjelaskan dan saat guru telah selesai menjelaskan materi pelajaran.
  • Guru memberikan soal latihan kepada semua peserta didik
Beberapa soal latihan diberikan setelah seluruh pertanyaan dari peserta didik terjawab dan peserta didik sudah dianggap paham dengan materi yang dipelajari.
  • Peserta didik mendiskusikan jawaban
Dalam mengerjakan soal latihan, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi bersama temannya agar lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.
  • Mengumpulkan jawaban
Teknik mengumpulkan jawaban yaitu dengan cara pengumpulan jawaban satu persatu. Maksudnya, apabila peserta didik telah selesai menjawab soal yang pertama, peserta didik harus mengumpulkannya terlebih dahulu. Guru memberikan penghargaan dengan nilai tertulis dibuku latihan peserta didik. Kemudian peserta didik dapat melanjutkan soal latihan yang kedua. Begitu juga dengan latihan soal selanjutnya. Oleh karena itu, peserta didik akan berlomba-lomba mengumpulkan jawaban latihan mereka.
  • Guru mengarahkan peserta didik
Apabila masih ditemui peserta didik yang belum pernah mengumpulkan jawaban latihan, guru segera menghampiri dan mengarahkan peserta didik tersebut.
  • Guru bersama peserta didik membahas soal bersama
Apabila ditemui soal latihan yang dianggap sulit dan perlu dijelaskan kembali, maka guru dan peserta didik akan membahas soal tersebut bersama-sama.
c)      Kegiatan Akhir (15 Menit)
1.      Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran
Diakhir pelajaran, guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.
2.      Menutup proses pembelajaran
Guru mengingatkan kembali kepada peserta didik bahwa dipertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian. Kemudian bersama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a dan memberikan salam.

C.    Deskripsi Proses Pembelajaran Matematika Kelas VIII Aksel di Sekolah Menengah Pertama YLPI
Berikut merupakan deskripsi proses pembelajaran matematika kelas VIII Aksel Sekolah Menengah Pertama YLPI. Menurut hasil observasi yang dilakukan, saat proses pembelajaran berlangsung guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, guru menjadikan suasana yang lebih santai atau informal. Menciptakan suasana yang lebih santai dan informal dilakukan guru dengan cara menyapa setiap murid yang mulai merasa bosan mengikuti pelajaran. Kemudian ditambah lagi dengan humor-humor ringan. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.
Guru tidak mengalami masalah yang cukup serius dalam proses pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan guru mengajar di kelas Aksel. Kelas Aksel ini terdiri dari peserta didik yang dapat dikatakan lebih aktif, pintar dan cepat dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Namun, dalam suatu proses pembelajaran pasti masih terdapat suatu masalah. Salah satunya yaitu peserta didik yang mulai bosan dengan pembelajaran. Masalah demikian dapat diatasi oleh guru sebagaimana dijelaskan sebelumnya, yaitu dengan cara menyapa dan mengingatkan peserta didik serta memberikan motivasi dan humor-humor ringan. Dengan demikian masalah dapat segera diatasi oleh guru sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan kondusif.


D.    Faktor-faktor yang Mempengarui Kesuksesan Pembelajaran Kelas VIII Aksel di Sekolah Menengah Pertama YLPI
Dari observasi yang telah dilakukan, tidak dijumpai masalah yang cukup serius. Berikut ini merupakan faktor pendukung suksesnya kegiatan belajar mengajar Kelas VIII Aksel di SMP YLPI:
1.      Guru
Faktor pendukung yang terutama berasal dari guru. Guru menciptakan suasana belajar yang informal, tetapi tetap terarah. Guru selalu memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam melakukan hal apapun. Baik itu bernyanyi, makan, minum, duduk di lantai dan lain sebagainya. Namun demikian, suasana santai tetap terarah dengan penerapan metode yang sesuai dan disukai peserta didik.
2.      Peserta didik
Guru mengajar dikelas VIII Aksel dengan kemampuan peserta didik yang dapat dikatakan sangat baik. Dengan keadaan peserta didik yang demikian, proses pembelajaran tentunya tidak akan mengalami banyak masalah.
3.      Suasana dan Kondisi
Suasana dan kondisi juga sangat mendukung suatu proses pembelajaran. Kondisi ruang belajar yang ditemui sangat nyaman dan bersih. Dengan ruangan yang dilengkapi dengan perlengkapan belajar mengajar dan media elektronik yang lengkap. Kemudian didukung pula dengan jumlah siswa yang tidak begitu banyak yaitu 13 orang peserta didik. Sehingga guru sangat mudah dalam mengontrol seluruh peserta didik.
BAB III
KESIMPULAN

            Berdasarkan pembahasan dan uraian yang telah disajikan terdahulu, maka berikut dikemukakan kesimpulan observasi bahwa proses pembelajaran matematika Kelas VIII Aksel di Sekolah Menengah Pertama YLPI berjalan dengan optimal dan kondusif. Hal ini dikarenakan guru selalu mempertimbangan metode, model atau strategi yang tepat digunakan untuk suatu materi pelajaran didalam proses pembelajaran. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran matematika. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Proses pembelajaran matematika berjalan dengan optimal dan disenangi oleh peserta didik.
 
DAFTAR PUSTAKA

Suhermi (2006). Strategi Pembelajaran Matematika. Pekanbaru : Cendikia Insani Pekanbaru
Sanjaya, Wina. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana

Lampiran Gambar


Berikut file dalam bentuk Microsoft Word:
Petunjuk download: Tunggu 5 detik, kemudian klik SKIP AD disudut kanan atas-_-
3. Pembahasan
4. Lampiran Gambar (4 Gambar)
Semoga bermanfaat :D

Keyword: laporan observasi penelitian sekolah matematika proses belajar pembelajaran model metode contoh tugas kuliah
Tidak punya blog? Mau Fiksi Mini, Cerpen, atau Puisi mu ada di Mungkin Blog?
Baca caranya DISINI :)
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...