Home » » Hanya Sekedar Lamunan Di Kala Hujan
Friday, 24 August 2012

Hanya Sekedar Lamunan Di Kala Hujan

Posted by Mungkin Blog on Friday, 24 August 2012

Siang itu hujan mengguyur Desa Pulau Aro dan sekitarnya.  Saya lebih memilih untuk menikmati sejuknya percikan hujan di bangku depan rumah. Sekeliling saya dapat merasakan betapa segar dan nyamannya tinggal dikampung halaman. Udara segar dan pemandangan nan indah. Deraian air hujan dan aliran air ditanah nan subur, membuat saya benar-benar nyaman. Desa ini adalah tempat saya dilahirkan. Liburan hari raya membuat saya berkesempatan untuk kembali pulang. Saya hanya ingin menikmati saat-saat indah ini sebelum saya harus kembali dengan keriwetan di kota.

Memandang di sekitar pelataran rumah, terlihat sudah banyak yang berbeda. Sejenak pandangan pun tertuju pada adik-adik dan keponakan yang sedang menikmati bermain diguyuran hujan. Uuu lala mandi hujan.  Sejenak teringat masa kecil saya saat bermain seperti itu. Saat itu saya masih kecil sekecil mereka. Berlarian dibawah guyuran hujan kesana dan kemari. Tak ada pakaian yang menempel di tubuh, kecuali sehelai kolor itu. Sama seperti mereka, saya tak akan berhenti bermain hujan sebelum tangan mulai pucat dan badan mulai menggigil. Saat itu, sangat berbeda dengan saat ini. Kini saya tak mungkin lagi berlarian kesana kemari dibawah hujan dengan sehelai kolor. Hhmmm tidak mungkin saya segila itu.

Sejenak lamunan saya tak lagi berpusat pada keindahan sekeliling. Saat itu saya hanya memikirkan masa kecil yang tak mungkin terulang kembali. Senyum simpul. Itulah ekspresi ketika saya mengingat momen berharga itu. Saya telah sadar, banyak yang telah berubah. Saya tidak lagi sekecil itu, itu hanya masa indah 15 tahun yang lalu. Kini saya telah beranjak dewasa, 19 tahun. Sudah cukup lama saya hidup didunia. Tidak tahu hingga kapan saya masih bernafas didunia ini. Entah nanti, esok ataupun lusa. Yang pasti setiap manusia pasti akan mati.

Mengingat masa kecil itu membuat saya teringat akan besarnya jasa seorang Ibu. Beliau telah melahirkan saya kedunia ini di desa nan indah dipinggir sungai. Saya sangat bersyukur dilahirkan di keluarga beragama yang hidup dengan kasih sayang dan cinta. Saya masih beruntung masih memiliki keluarga yang utuh, Ibu dan Ayah. Hanya syukur yang dapat saya ucapkan. Saya bersyukur karena nasib saya tak seburuk mereka yang terlunta-lunta ditinggalkan orang tuanya di pinggir jalan. Walaupun saya takkan pernah mampu membalas jasa Ibu dan Ayah, tapi saya akan berusaha untuk setidaknya membuat mereka bahagia dan bangga memiliki anak seperti saya.

Jujur saja, dibandingkan Ayah, saya memang lebih dekat dengan Ibu. Memang tak salah, karena syair lagu pun membenarkannya. Derajat seorang Ibu memang lebih tinggi di banding seorang Ayah. Tapi ingat pula bahwa tak ada yang bisa menggantikan peran Ayah sebagai pemimpin dikeluarga.

Ibu..Kaulah wanita yang mulia.
Derajatmu tiga tingkat dibanding ayah.

Kau mengandung,melahirkan.

Mengasuh dan merawat
Lalu membesarkan putra-putrimu ibu..

Lautan kasih sayang pada setiap insan,
Mataharinya alam sebagai perumpamaan, dunia isinya belumlah sepadan.

Ibu. Wanita luar biasa yang telah hadir dihidup setiap manusia. Beliau yang mengandung dan melahirkan kita. Dari air susunya pula kita dibesarkan. Tidak hanya Ibu, terkadang panggilan untuk seorang orang tua wanita itu berbeda-beda. Ada yang memanggil Ibu, Bunda, Ummi, Mama (itu yang biasa aja), Mami, Mimi, Mom, Mother (itu yang luar biasa) , Mamak, Omak, Mondek (nah ini yang paling unik) wkwkwk. Apapun panggilannya, tidak merubah arti dan peran dari seorang Ibu.

Ibu yang telah merawat saya mulai saat saya mengoek-oek hingga saat saya seperti sekarang ini. Tak bisa diukur besarnya jasa dan kasih sayang seorang Ibu. “Surga dibawah telapak kaki Ibu”. Kalimat itu yang membuat saya sadar bahwa jika saya ingin bertemu surga, maka saya harus patuh kepada Ibu. Tidak ada sahabat yang paling setia didunia ini selain seorang Ibu. Tempat kita menangis dipangkuannya, mulai dari kecil saat pensil hilang disekolah, hingga saat ini kekasih hilang diambil orang. Beliau yang selalu memberikan ketenangan dan menyapu air mata itu. Terima kasih Ibu, engkaulah wanita yang sangat saya cintai dari kecil hingga sebesar ini.
Dulu

Sekarang
Hujan mulai reda, mentari mulai menampakkan diri. Sinarnya menghangatkan tubuh ini , lamunan itu pun tersadar . Lamunan panjang yang saya tak tahu mengapa demikian panjang.  Lamunan yang kemudian tersimpan didalam hati dan saya tuangkan dalam tulisan ini. Sembari menatap indahnya langit nan biru membentang di atas pedesaan nan makmur ini. Rasa enggan untuk pergi semakin kuat. Saya hanya bisa menikmati hidup senyaman ini, setidaknya hingga waktu itu datang menjemput.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

24 komentar:

  1. menurut gue ibu itu ibarat malaikat yang dikirimkan Tuhan ke Bumi untuk menjaga dan menyayangi kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul bnget sob, udh kyk malaikat :D
      makanya kita juga hrus patuh sma Ibu

      Delete
  2. kalo udah bicarain soal orang tua terutama ibu, gwe suka gak kuat nih. rasanya pengen dengerin laginya teteh melly yg judulnya "Bunda" ngena bgt sih tuh lagu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yam, tuh lagu bisa buat kita nangis terisak-isak,,*kalauDihayati

      Delete
  3. Gak bisa ngomong apa-apa kalau di seminar atau trainer udah masuk sesi renungan yang terus-terusan pembahasannya ibu :' sedih gila .. pengen gelinding

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob, sya juga sring gtu,,nangis sejadi-jadinya (tapi gk smpai gelinding jg kali),,seakan-akan bakal tobat gak melawan lagi sma Ibu,,eh nytanya gitu2 jg,,hhe maklumlah..

      Delete
  4. sosok ibu emang penting banget, tapi ayah juga ga kalah penting lo? kalau cuma ada ibu ga ada ayah, susah juga lo .. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob, kamu betul jga kq..klau gak ada ayah, siapa yg mau cari uang, menjadi pemimpin, dan menjadi imam dikeluarga kan,,

      Delete
  5. ibu.. segalanya bagi gue, titik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob segalanya sih segalanya, tpi ttiknya mesti ditulis jg gtu??

      Delete
  6. Replies
    1. maaf sob tdi komen elu masuk spam,nih udh sya slametkan,,

      oy emg kmu jauh dri ibu ya? n maaf juga klu postingan dan pertanyaan ini buat kmu sedih :(

      Delete
  7. Ibu, tak ada kata yg tepat untuk menggambarkan kepahlawanan beliau. cinta mati deh ama ibu. apalagi aku dr kecil hanya tinggal ma ibu, gak pake bapak. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener sob, cinta mati..sya rasa setiap org waras juga merasa bgtu,,
      btw bapak nya kenapa sob? *maaf saya kepo :)

      Delete
  8. waah dalem banget , nulisnya dari hati yaah ..

    semua orang punya bentuk kasih sayang tersendiri terhadap ibu ...

    gue juga , gak akan jadi seperti sekarang ini tanpa ibu gue ..

    #ngasih upil buat hadiah ke ibu , cocok gak yaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sedalam palung di tengah samudra, eh tapi mungkin lebih dalam dari itu,,
      ngookk kq upil sih?? gak banget deh,, dasar anak gak modal :p *nunjuk2keMukaEdotz

      Delete
    2. jiaach .. gue kan kreatip ..
      upilnya nanti dibikin bentuk hati kan bisa :P

      Delete
  9. aaaaa >.< mau nangis T^T *nangis di pundak zayn malik

    keren nih :3 salam buat ibu nya ya kak ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mkasih,,ya deh :D
      jiaahh emg zayn malik mau?? ckckck

      Delete
  10. Setuju. jika ingin bertemu surga maka harus patuh kepada Ibu.

    Oh ya emang kekasih lu kenapa, diambil orang benaran ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeeyy..
      mmmm dulu sih, skrg gak koq,,skrg sya gak galau lg,,, *Suer deh

      Delete
  11. Gue juga lebih deket ke ibu -,-
    Merasa beruntung juga kak karena dilahirkan di keluarga yang beragama :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhmm bagus dong nin lau gtu,, n emg hrus kyk gtu :)

      Delete