Home » » Peninggalan Bersejarah dari Sebuah Ujian Semester
Wednesday, 26 September 2012

Peninggalan Bersejarah dari Sebuah Ujian Semester

Posted by Mungkin Blog on Wednesday, 26 September 2012

Ujian tengah semester tengah menunggu diambang pintu. Itu membuat saya semakin ngebet untuk membuat beberapa tulisan di blog ini. Takutnya ntar terlalu sibuk dengan UTS, maka dari itu saya atur jadwal beberapa hari ini untuk setidaknya aktif nge-blog. Kan gak lucu ntar kalau banyak fans saya yang kangen pas saya lagi UTS. Nah dengan itu saya harap bisa terobati dengan tulisan-tulisan indah saya sebelum UTS ini. #cuiiihh

Bicara soal ujian, maka sejenak kita akan terbayang pada soal-soal yang bikin bulu hidung pada rontok. Belum lagi jurusan matematika, masalah hitung menghitung membuat energi saya benar-benar terkuras habis. Di tambah lagi hitung-menghitung cinta belum juga terselesaikan. Bukan hanya merasa ngeri dengan soal, tapi juga anti dengan pengawasnya. Kadang-kadang pengawas pakai sok-sok galak segala. Padahal aslinya tuh ya ngondek #uppss.

Berdasarkan penelitian saya secara pribadi, ternyata banyak hal-hal bersejarah yang terjadi sebelum, saat dan sesudah ujian berlangsung. Itu terbukti dengan peninggalan-peninggalan bersejarah yang terpampang jelas. Apa sajakah peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut?
  • Mading Terunik dan Terbesar
Tulisan-tulisan di dinding ini merupakan hasil karya mahasiswa-mahasiswa pintar seperti saya. Banyak karya-karya yang sengaja ditulis hanya untuk menyelamatkan diri dari ujian. Mading ini terbit disetiap ujian, baik UTS maupun UAS. Isinya merupakan beberapa mantra (bisa disebut contekan/kopekan/jimat) yang bisa meluluskan seseorang dari ujian tersebut. Biasanya tulisan-tulisan itu di lukis indah dengan kecepatan 1 kata/0,5 detik sesaat sebelum ujian berlangsung. Yang uniknya, mading itu tersebar di seluruh dinding dan ruangan di kampus. Tulisannya bermacam-macam tergantung mata kuliah yang sedang di ujiankan. So, bayangkan saja 5 tahun kedepan. Jika dibukukan mungkin akan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Bayangkan saja jika suatu saat nanti, kampus itu tidak lagi digunakan maka runtuhan-runtuhan dinding itu akan dianggap sebagi sebuah prasasti yang sangat penting bagi dunia persejarahan. Penulis pertama di dinding tersebut merupakan orang ter-hebat, ter-berani dan ter-keren yang pernah ada didunia ini #berlebihan. Mari acungkan 2 upil untuknya >_<
  • Puisi Kursi
Biasanya orang-orang hanya tahu tentang ayat kursi. Nah sekarang ada lagi yang namanya puisi kursi. Puisi-puisi tersebut bisa dilihat setelah ujian selesai. Proses pembuatannya pun dilakukan saat ujian. Itulah yang menjadi keistimewaan puisi kursi, dan yang lebih istimewanya lagi puisi ini tidak ditulis di kertas, buku, apalagi blog, melainkan di sebuah kursi. Puisi kursi sudah dipastikan menjadi peninggalan-peninggalan ujian yang sangat bersejarah.

Berikut ini salah satu contoh puisi kursi yang saya temukan sesaat setelah ujian berlangsung. Jika ada salah satu diantara sobat yang membaca dan merasa mempunyai hak cipta dari puisi ini, segera laporkan ke sekretariat Mungkin Blog untuk mendapatkan biaya penerbitannya. Mari disimak...!!

Tertekan ku dibuatnya
Hati bergetar melihat tampang ganasnya
Mata pun tak fokus
Tinta pena seakan takut untuk menuangkan sinyal
Apa yang ku pelajari, tak ingin menempel di otakku
Ia terbang melayang menghancurkan ingatankku

Apakah ini yang namanya mengawasi?
Atau ia hanya menyiksa diri ini?
Jalan lurus tak selamanya mulus
Menikung sedikit menuju titik
Hingga waktu pun habis

Puisi kursi diatas sengaja dibuat oleh seseorang untuk mengungkapkan kekesalannya yang tak pernah mampu menjawab soal karena tampang pengawas yang sok sangar. Begitulah gambaran betapa mengerikannya sebuah “ujian semester”. Sementara ini, hanya 2 peninggalan bersejarah yang dapat saya temui disekitar saya setelah dilaksanakannya sebuah ujian.

Sebenarnya saya sedikit merasa takut membicarakan ini disini. Takutnya ada yang merasa tersindir atau pun malu. Tapi tujuan saya tidak lain tidak bukan hanya untuk memberikan gambaran betapa mengerikannya sebuah ujian di mata seorang mahasiswa yang kurang pintar seperti saya. Kami hanya mengharapkan beberapa waktu untuk santai dan terlepas dari pandangan para pengawas yang sok ganas dan sok sangar. Sebenarnya kami tidak butuh mading yang terbit setiap ujian. Kami hanya perlu sedikit waktu santai ketika ujian. Entah itu untuk mengupil atau hanya sekedar melamunkan "Kenapa saya jomblo?". Jika kesempatan itu benar-benar ada, niscaya saya yakin ujian itu akan kami tuntaskan dengan sempurna. Setuju gak...??

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

15 komentar:

  1. ada lagi yang namanya puisi kursi, masyaallah sungguh inovatif pemuda dan pemudi Indonesia ini. *geleng geleng kepala*

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuull sekalee dit,,bnyak skali inovasi baru,,hhmmm sungguh luar biasa :)

      Delete
  2. Nikmati aja lah... anggap aja sebagai sebuah tantangan. Supaya gak tertekan, sambil ujian bisa pake headset hubungkan ke HP, trus putar langunya greenday dijamin "plong".. saya pernah nyoba.. dan "sesuatu" bgt.. dikeluarin pas ujian mid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha emg sesuatu bgt ya,,,hhmm percobaan yg sngat membuat saya terpukau...wuiiisss

      Delete
  3. wahh inovatif sekalii tu pencipta puisinya.. kata - kata nya sangat indah dan Jlebb banget..
    va di kampus gue juga penuhh dengan coret2 an anak2 zaman sekarang yang sangatt kreatif.. :) hahehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,,keren2 banget ya coret2annya,,hhmm trnyta bukan di kampus saya aja :D

      Delete
  4. santai aja. malah kalo ketakutan rasanya jd berat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya justru itu, krena pngwasnya ganas2 jdi susah buat santai,,hhmm jdinya gtu deh,.!

      Delete
  5. tenang aja gue yakin lu pasti bisa , man jadda wa jadda hhe .

    ReplyDelete
  6. Ujian,,aku malah selama sekolah dulu, ujian gak pernah belajar,,, heheh

    ReplyDelete
  7. weih, sering dapat pengawas yang sok sangar ya..

    ReplyDelete
  8. Hihihihi...Jadi ke inget masa UJIAN !! Ujian kaga pernah belajar, selalu ngandalin temen !! 100 dah nilai gue... Hahahahaha (jingkrak jingkrak gangnam style)

    tapi itu dulu !! sekarang anti plagiat !!

    ReplyDelete
  9. wah ane pikir apa,,,bikin penasaran aja..tapi bagus..kunjung balik ya,,ane biar tambah teman..

    ReplyDelete
  10. bener tuh mending bawa phone , setel music di pake handset nya... paling nanti CUMA remidi

    ReplyDelete
  11. Kalau cuma di dinding doang itu biasa, sekarang banyak nulis di paha loh mbak .Mengerikan
    Hahaha

    ReplyDelete