Home » » Kebebasan Berekspresi dan HAM dalam Berinternet
Wednesday, 17 October 2012

Kebebasan Berekspresi dan HAM dalam Berinternet

Posted by Mungkin Blog on Wednesday, 17 October 2012

Selamat berhari Rabu sobat, pasca ujian tengah semester saya akhirnya bisa menikmati libur kuliah selama 3 hari. Setidaknya ini cukup untuk saya bergumul kembali di dunia perbloggeran. Oya, kali ini saya akan membahas tentang kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia dalam menggunakan internet. Mungkin pembahasan kali ini cukup serius, jadi sediakan dulu segar sari susu soda, sampai tumpeeh tumpeeh #ala Jupe -___-'.

Terkadang kita bingung dan rancu banget kalau udah bahas tentang kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi tidak hanya dalam dunia internet, namun juga pada dunia sesungguhnya. Tapi untuk kali ini saya batasi sebagai pengguna internet agar tidak terlalu jauh pembahasannya. Kebebasan berekspresi disini maksudnya bagaimana? Apa bebas berekspresi mengupload foto dengan wajah seperti wajah cemberut, kaget, tersenyum, ternganga, terdiam, terbungkam dan sebagainya? Apa itu yang di maksudkan disini? Sepertinya bukan. Menurut saya, kebebasan berekspresi yang di maksudkan disini adalah bagaimana kita bisa meluahkan apa saja yang kita anggap perlu dengan menggunakan internet, baik itu kritikan atau saran pada pihak tertentu, kecaman, satiran (minjam kata-kata Bang Bayu), atau hanya sekedar curcol belaka. Bicara tentang kebebasan dan HAM berinternet, sebenarnya semua itu sudah ada dalam ketetapan tentang hak dan prinsip kebebasan berinternet. Hal ini jelas terlihat pada situs resmi Internet Rights & Principles Coalition yang menjelaskan bahwa ada 10 Prinsip dan Hak Asasi Manusia di Internet. Berikut kutipannya dalam terjemahan bahasa Indonesia:

Internet menawarkan kesempatan belum pernah terjadi sebelumnya untuk realisasi hak asasi manusia, dan memainkan peran yang semakin penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu penting bahwa semua orang, baik negeri maupun swasta, menghormati dan melindungi hak asasi manusia di Internet. Langkah ini juga harus diambil untuk memastikan bahwa Internet beroperasi dan berkembang dengan cara yang memenuhi hak-hak manusia untuk semaksimal mungkin. Untuk membantu mewujudkan visi dari lingkungan internet berbasis hak, yang 10 Hak dan Prinsip tersebut adalah:
  1. Universalitas dan Persamaan, semua manusia dilahirkan bebas dan sama dalam martabat dan hak, yang harus dihormati, dilindungi dan dipenuhi dalam lingkungan online.
  2. Hak dan Keadilan Sosial, internet adalah ruang untuk perlindungan, pemajuan dan pemenuhan hak asasi manusia dan kemajuan keadilan sosial. Setiap orang memiliki kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia dari semua orang lain dalam lingkungan online.
  3. Aksesibilitas, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mengakses dan menggunakan internet yang aman dan terbuka.
  4. Ekspresi dan Asosiasi, setiap orang berhak untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi secara bebas di Internet tanpa sensor atau gangguan lainnya. Setiap orang juga memiliki hak untuk berserikat secara bebas melalui dan di Internet, untuk sosial, tujuan politik, budaya atau lainnya.
  5. Privasi dan Perlindungan Data, setiap orang memiliki hak untuk privasi online. Ini termasuk kebebasan dari pengawasan, hak untuk menggunakan enkripsi, dan hak untuk anonimitas online. Setiap orang juga memiliki hak untuk perlindungan data, termasuk kontrol atas pengumpulan data pribadi, retensi, pengolahan, pembuangan dan pengungkapan.
  6. Kehidupan, Kebebasan dan Keamanan, hak untuk hidup, kebebasan, dan keamanan harus dihormati, dilindungi dan dipenuhi secara online. Hak-hak ini tidak boleh dilanggar, atau digunakan untuk melanggar hak-hak lain, dalam lingkungan online.
  7. Keanekaragaman, keragaman budaya dan bahasa di Internet harus dipromosikan, dan teknis dan inovasi kebijakan harus didorong untuk memfasilitasi pluralitas ekspresi.
  8. Kesetaraan Jaringan, setiap orang harus memiliki akses universal dan terbuka untuk konten Internet, bebas dari prioritas diskriminatif, penyaringan atau kontrol lalu lintas pada komersial, alasan politik atau lainnya.
  9. Standar dan Peraturan, arsitektur Internet, sistem komunikasi, dan dokumen dan data format harus didasarkan pada standar terbuka yang memastikan interoperabilitas lengkap, inklusi dan kesempatan yang sama bagi semua.
  10. Pemerintahan, hak asasi manusia dan keadilan sosial harus membentuk dasar-dasar hukum dan normatif atas mana internet beroperasi dan diatur. Hal ini akan terjadi secara transparan dan multilateral, berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan, partisipasi inklusif dan akuntabilitas.  
Namun, kenyataannya pada saat sekarang ini masih saja banyak pelanggaran-pelanggaran terhadap 10 prinsip di atas. Terutama pada poin nomor 4, ekspresi dan asosiasi. Salah satu contohnya beberapa waktu yang lalu dijatuhkannya vonis penjara berat terhadap 3 (tiga) blogger Vietnam yang kritis terhadap pemerintah. Saya menilai ini  merupakan ancaman terhadap kebebasan berekspresi, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berinformasi. Yah, meskipun ini terjadi di luar negeri tapi tidak menutup kemungkinan ini akan terjadi di Indonesia. Kebebasan berekspresi di internet memang tidak sepenuhnya bebas.  Ada etika berekspresi yang membatasi kebebasan-kebebasan tersebut. Apalagi jika menyinggung masalah SARA, pornografi, pornoaksi dan sebagainya. Jika kita menggunakan internet untuk mengkespresikan hal-hal tersebut. Maka ada kemungkinan besar timbul berbagai kecaman dari berbagai kalangan. Tidak hanya kecaman mungkin situs sobat akan segera di blokir oleh yang berwenang.

Tidak hanya berkespresi, hak atau prinsip pada point 8 yaitu kesetaraan jaringan juga sangat tidak terpenuhi di negara kita ini. Untuk mendapatkan hak kita sebagai pengguna internet dalam hal kesetaraan jaringan sangatlah minim. Ini dibuktikan dengan ngedropnya jaringan internet saat saya pulang ke kampung halaman. Tentu ini sangat jauh dari kata setara. 

Sekarang kita bicara tentang anak alay yang berkeliaran di dunia maya. Mengacu pada point nomor 1, seharusnya kita tidak membedakan pengguna alay dan yang tidak. Berdasarkan pula pada prinsip nomor 5, kita juga tidak seharusnya memvonis buruk dan mempermasalahkan sesorang yang menggunakan nama samaran di dunia maya. Mungkin saja dia melakukan itu untuk keamaan privasinya. Kembali ke masalah manusia alay tadi, seharusnya kita sebagai penduduk dunia maya yang baik, bisa memberikan kebebasan mereka untuk berekspresi. Toh, mereka tidak mengganggu etika berekspresi. Ciyus? Miapah? Enelan, aca oong cih. Begitulah cara terbaru bagi mereka untuk mengekspresikan diri di dunia maya. Haruskah kita melanggar hak mereka (baca: anak alay)? Eh, kok jadi membahas ini? Sekarang saya tanyakan kepada para pembaca semua. Sudah bebaskah kita berekspresi di internet? Sudahkah kita mendapatkan hak asasi manusia kita sebagai pengguna internet? Mari kita jawab bersama..!!

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

34 komentar:

  1. dukung k3b3b454n b3r3k5pr351 4n4k 4l4y....h4h4h4...:P

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu penduduk alay sedang membela diri,,ckck :p

      Delete
  2. point (9) Standar dan Peraturan, arsitektur Internet, sistem komunikasi, dan dokumen dan data format harus didasarkan pada standar terbuka yang memastikan interoperabilitas lengkap, inklusi dan kesempatan yang sama bagi semua.

    gua setuju sob ......... mantap ar bisa menjamah segala lini

    ReplyDelete
    Replies
    1. ssiipp lah,,bagus tuh kalau setuju
      smoga smoga :D

      Delete
  3. kebebasan berexpresi selama nggak merugikan orang lain akan sah2 aja.. hehehe.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaappss,, itu betul banget, itulah gunanya etika berekspresi :)

      Delete
  4. Point 2.Hak dan Keadilan Sosial, internet adalah ruang untuk perlindungan, pemajuan dan pemenuhan hak asasi manusia dan kemajuan keadilan sosial. Setiap orang memiliki kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia dari semua orang lain dalam lingkungan online.

    Ini Gue setuju Fa

    Point 9.Standar dan Peraturan, arsitektur Internet, sistem komunikasi, dan dokumen dan data format harus didasarkan pada standar terbuka yang memastikan interoperabilitas lengkap, inklusi dan kesempatan yang sama bagi semua.

    ini gue engga setuju..

    sejauh ini yang gue rasain gue udah dapetin tuh ham...tpi kalau yang lain gue ngga tau !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya semua point di atas emg sudah jdi kptusan brsma,,
      stju gak stju y mau gmn lgi? udh tertera di ketentuannya bgtu..

      bagus deh med kalau emg kamu udh dptin hak kamu,,
      saya jg udh kyknya :)

      Delete
  5. sayang kebebasan berekspresi itu salah diartikan oleh sebagian orang. Semoga banyak yang baca dan nantinya bakalan tahu apa yang namanya kebebasan berekspresi itu.

    yah.. nama gue ada, royalitinya jangan lupa *nahlo

    pantesan aja meang wong tulisannya keren gini, enak bacanya ga ngebosenin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu bener bgt bay,,y mudh2an aja yg menyeleweng2 itu cpt sdar deh..!

      emg kamu mau biasa di bayar berapa? nahlo :O ^_^v
      hhe ini kamu muji saya bay? woolllaa berasa terbang nih ..!

      Delete
  6. cuma mau nambahin dgn kutipan pledoi ttg (kaum) alay...

    "BiaRKan kAmi a-da seBagaiMaNa seBeLumNya kAmi TiaDa daLAm FAse SejAraH yaNg teRus MeNua. JaNgAN mEmiNggiRKan kaMi, taPi piNggiRkanLah siKaP suPeRioR, bArBaR, daN pAroKiALisMe. JaNgAN mEnSEriUsi kAmi, taPi seRiusiLaH ketiDakadiLan dan kESerAkAHAn pemiMpIN bAngsa ini yAng memBiKin huKum biSa dituNggAngi, DaNa PenDiDikAn diKebiRi, rakyAt DiBodoHi, yaNg pAda AkhirNyA kiAn menamBah kRoNISnya KeboBRoKAn BangSA iNi.

    …adakah kAu paHam suARA kecil kAMi iNi? " -blog esensi-

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiaahh tulisannya kecil gede,,mumet bacanya,,
      btw thanks udh tambahin :D

      Delete
  7. Biarkan semua kaum alay dijagat raya ini bebas berekspresi :)
    GUe setuju poin nomor 6

    ReplyDelete
    Replies
    1. yappss,, biarkan saja,,mereka punya hak.
      seharusnya smua poin emg hrus di setujui, kan udh mnjadi ktetetapan bersama :)

      Delete
  8. Iya, kadang aku kesian sama anak2 alay, sering dihujat-hujat u,u

    ReplyDelete
  9. Eh kamu anak Pendidikan Matematika?
    HUAAA SAMAAA >,<
    Mungkinkah kita dapat menjalin hubungan yg lebih dekat lagi?
    *hallah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kesian kan para penduduk alay di hujat terus2an,,mereka jg punya hak loh,,
      wahh sama ya??
      calon bu guru matematika jg dong?
      hhmm boleh lah tuh, kuliah dimana? smster brpa?

      Delete
    2. Iya, calon guru Matematika xD

      Semester 3, di Universitas Mataram..
      Ih, kamu kepoin aku..
      Jadi malu :3

      Delete
    3. wew sya smster 5,,tpi sbnrnya sya masih muda loh, 19 thun masih :)
      sya gak sengaja kecepetan msuk skolah, hhe
      bsa dong kpan2 share ilmu nya,,
      gk apa2 deh kepo, kan skali2,,
      jgn malu gtu,,sya gak suka koq sesama jenis,,wkwkwk #kidding :D

      Delete
  10. Bebaskan ekspresimu di dunia internet !!

    1. 4L4Y = Setuju
    2. Rakyat = Setuju
    4. Blog = Setuju
    5. Facebook = Tetap Butuh Privasi !!
    6. Twitter = Antara Facebook dan Blog (@,@)
    7. Pemerintah = Pikir-Pikir Dulu Dech (-__-")/

    Saya Idem dengan tulisanmu Iva :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuull..!!!
      nah idem itu paan yak?? ckck

      Delete
  11. kebebasan berekspres itu sah-sah saja asan masih dalam batas wajar. yaaah bebas tapi terikatlah istilahnya hehe

    ReplyDelete
  12. yang penting hal positif pasti ane setuju

    ReplyDelete
  13. kalo masalah ini gue udah agak2 tau ..

    gue pernah ngeblog ngomongin dosen dan doesen gue tahu trus gue disuruh tanda tangan di atas materai 6000 ...
    ini bener2 kebebasan yang terbatas ..

    semuanya dikembalikan ke diri sendiri ..

    maslaah alay , biarkan mereka tetap hidup ..
    pada saatnya nanti mereka akan berhenti menjadi alay ...:P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bener,,
      wew,,jdi pernah ya smpai kyk gtu,,
      hadeeh tobat deh ngomongin dosen,, :(

      Delete
  14. kebebasan untuk gw sih,, bisa ngeblog plus ngopi plus rokok..komplit dah kebebasan ini ,, hahaaaa

    by the way nyambung artikelnya.. HAM punya makna luas, tergantung di negara mana kita tinggal. Oke HAM itu adalah milik semua makhluk yang punya nyawa, namun ada hukum-hukum yang perlu dipatuhi untuk menjaga norma-norma akhlak tidak bobrok dan terpuruk..

    #panjang ya kotbah gw.. heheeee

    salam blogger :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak apa2,,selagi gratis dan bermanfaat lanjutkan aja,,
      salam blogger jg :D

      Delete
  15. ALAY tidak harus dimusnahkan, toh dgn adanya merka kita punya cerita.
    brbeda itu indah *nahlo

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, toh mereka kan juga bebas berekspresi,,
      nah itu benar loh, berbeda itu emg indah, kalau sama kan gak asyik :p

      Delete