Friday, 2 November 2012

Nilai Kuliah Jelek? Ini Penyebabnya!

Mahasiswa. Sebuah kata yang ternyata memiliki makna yang sangat dalam. Menjadi mahasiswa memang impian saya sejak dulu. Namun, ternyata menjadi mahasiswa itu gak enak. Masih enakan zaman SMA. Dari segi manapun, masa SMA lebih ringan ngejalaninya dibanding masa kuliah. Udah kuliah, kalau dapat nilai jelek waktu ujian, ya nikmati aja. Kalau SMA kan enak, bisa remedial. Setelah itu pasti nilai jadi 8 juga. Nah, kalau udah mahasiswa, udah jelek nilainya ya jelek aja. Mau protes pun, emang gitu keadaannya. Hmm akhirnya pasrah.

Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan dalam mimpi saya, ternyata ada 5 alasan kenapa nilai diperkuliahan bisa jelek. Berikut pembahasan dan cara mengatasinya:
  • Terlanjur benci atau muak dengan dosen yang bersangkutan
Saya rasa alasan ini, percaya atau tidak percaya memang harus sobat percayai. Membenci seorang dosen atau pengajar dari mata kuliah tertentu, akan mengakibatkan turunnya minat belajar. Nah, kalau minat belajar udah turun, semua aktifitas yang bersangkutan dengan mata kuliah dan dosen yang dibenci takkan pernah berakhir dengan baik. “muak aku liat ibu tu.!”. Sekali kita berkata demikian, takkan ada harapan. Kebencian dan kemuakan itu yang membuat nilai kuliah jadi anjlok. Cara mengatasinya, usahakan jangan pernah membenci dosen manapun. Sekali membenci maka takkan pernah masuk kedalam otak apa yang disampaikannya.
  • Malas Belajar
“Malas lah aku kalau udah belajar trigonometri nih”. Nah kalimat itulah yang menjadikan nilai kuliah jelek. Malas. Sebuah kata yang sering menggerogoti disetiap tubuh manusia. Ada ujian, tapi malas belajar. Besok kuliah, tapi malas ngebahas materinya dirumah. Udah dikampus, males dengarin dosen. Semuanya malas. Gimana nilai mau bagus? Cara mengatasinya, cari obat anti malas. Mungkin di apotek terdekat ada yang jual.
  • Materinya susah
Terkadang bobot dari materi juga mempengaruhi nilai. Materi yang susah akan menyebabkan membesarnya kemaluan kemungkinan mendapat nilai jelek. Sebaliknya, materi yang mudah, akan menyebabkan mengecilnya kemungkinan mendapat nilai yang jelek. Kalau materi susah, wajar sih dapat nilai jelek. Cara mengatasinya, ya dengan belajar dan belajar. Sebenarnya gak ada yang susah, hanya karena terkadang kita memandangnya demikian. Jadi terkesan materi itu seperti monster yang siap menyerang, padahal jika dipahami, tak ada materi yang begitu susah. Terkecuali untuk mahasiswa salah jurusan, pasti mereka akan tetap bilang susah, yah materinya pun emang gak pernah disukai. Gimana mau bilang mudah ya kan? Ngeliatnya doang udah eneg.
  • Takdir dan kurang beruntung
Belajar rajin, materinya mudah, tapi koq nilainya jelek juga ya? Yah, itu mah emang takdir elu aja sob. Mungkin tuh dosen ngasih nilai pakai ngitung kancing. Eh, waktu pas dinama elu, malah dapat D. Atau mungkin kemarin waktu ujian elu bawa tisue buat ngelap ingus. Eh ingusnya kering, malah dikira pengawas itu catatan kecil. Nama elu dicatet didaftar orang-orang yang curang. Nah, itu juga kurang beruntung. Cara mengatasinya, berdo’alah kepada Tuhan. Hanya dengan cara itu kita bisa mengubah nasib. Selain itu juga dengan berusaha menghindari kekurang beruntungan itu.
  • Bermasalah dengan dosen
Yang terakhir adalah karena masalah dengan dosen. Setiap dosen emang punya sifat yang berbeda-beda. Dosen yang ini suka ini, yang itu suka anu dan yang ono suka itu. Menjadi mahasiswa sering kali kita dihadapkan dengan masalah dengan dosen. Nah, kalau udah bermasalah, nilai juga cenderung berubah. Tadinya bagus, tapi karena masalah seperti yang tersebut diatas, maka berubahlah nilai B menjadi D. Cara mengatasinya, jangan mencari-cari masalah dengan dosen. Apalagi dosen yang killer.

Itu dia 5 alasan kenapa sering nilai kuliah kita jelek. Saya bukannya tak pernah mengalaminya. Justru karena saya pernah mengalaminya, makanya saya tau tentang semua ini. Yah, untuk yang masih dalam proses menuju kebangku perkuliahan, gak usah takut. Ikuti aja tips-tips diatas. Jangan takut menjadi mahasiswa, semua itu tak seburuk yang kalian pikirkan. Yah, walaupun banyak yang ngeluh, tapi inilah proses menuju masa depan yang lebih baik.

Sebenarnya yang kita butuh bukan sekedar nilai. Nilai itu hanya gambaran dari sebagian kemampuan kita. Itupun kalau nilainya akurat. Kalau udah ada campur tangan rasa benci atau takdir disana, maka nilai itu sewaktu-waktu akan berubah. Sama seperti halnya tarif nelpon #eh? Ingat, bahwa yang kita butuhkan adalah ilmu. Nilai masih bisa dicari dan diperbaiki lagi, tapi ilmu yang bermanfaat itu yang sangat berarti. Boleh kesal, tapi jangan kesal berkelanjutan jika dosen memberi nilai tak sesuai dengan kenyataan. Percayalah bahwa dengan ilmu yang didapat, kita bisa mendapatkan lebih dari hanya sekedar “nilai”.
Tidak punya blog? Mau Fiksi Mini, Cerpen, atau Puisi mu ada di Mungkin Blog?
Baca caranya DISINI :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...