Home » » Jurnalis Warga, Trend Baru Dunia Jurnalisme
Monday, 14 January 2013

Jurnalis Warga, Trend Baru Dunia Jurnalisme

Posted by Mungkin Blog on Monday, 14 January 2013

Apakah sobat Mungkin Blog pernah mendengar yang namanya Jurnalis Warga? Jujur saja, saya juga baru pertama kali mendengarnya. Itupun karena panitia Liga Blogger Indonesia memberikan tema “Jurnalis Warga” untuk divisi utama dipekan kedua ini. Tak ada satupun bayangan dipikiran saya saat mendengar dua kata tersebut. Alhasil saya mencoba searching di wikipedia apa arti dari kata “Jurnalis Warga”. Akhirnya saya paham maksudnya dan berikut penjelasan saya tentang Jurnalis Warga.

Jurnalisme warga (bahasa Inggris: citizen journalism) adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita pada masa mendatang. Perkembangannya di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedi Tsunami di Aceh yang diliput sendiri oleh korban tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis profesional. (Sumber: Wikipedia)

Nah, dari pengertian diatas jelas bahwa jurnalis warga ini tidak lain tidak bukan adalah warga yang menjadi saksi mata secara langsung dari sebuah kejadian. Lalu, pernahkah kita menjadi jurnalis warga? Secara tidak sadar, seorang blogger adalah jurnalis warga. Kenapa demikian? Ya tentu saja. Pernahkah kita menyampaikan informasi dan berita tentang suatu kejadian di blog sesuai pengalaman pribadi? Pasti pernah, maka itulah yang dinamakan jurnalis warga. Sebagai seorang blogger, tentunya kita pernah menyampaikan berita berdasarkan pengalaman pribadi. Seperti ikut merasakan suatu bencana atau mengikuti sebuah festival budaya dan kemudian menyampaikan informasinya diblog. Kecuali, jika sobat hanyalah seorang blogger copas yang tidak punya karya hasil sendiri sama sekali.
Tidak hanya blogger, jurnalis warga juga menjadi trend tersendiri dikalangan remaja, guru, dosen, karyawan, politikus dan lain sebagainya. Setiap kalangan masyarakat mana pun tentu bisa melakukan jurnalis warga. Hal ini didukung dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi. Nah, jika saya bertanya pada diri sendiri. Pernahkah saya menjadi jurnalis warga? Tentu saja, karena saya adalah seorang personal blogger.
Untuk mendapatkan dan menghasilkan suatu berita atau informasi dari hasil jurnalis warga, tentu ada beberapa hal yang diperlukan diantaranya:
  • Mampu Memberikan Bukti yang Akurat
Tidak sembarangan jurnalis warga yang bisa dipercayai oleh orang lain. Perlu beberapa bukti yang akurat untuk mendukung informasi yang diberikan oleh jurnalis warga. Setidaknya ada beberapa foto atau rekaman suara. Jika tidak, maka bisa saja orang menganggap berita atau informasi tersebut hanyalah hoax atau omong kosong belaka.
  • Membutuhkan Bantuan Teknologi Informasi
Nah, untuk mendukung keakuratan dan memberikan bukti tentang informasi tersebut diperlukan berbagai macam teknologi, seperti halnya kamera, perekam suara, handy cam dan lain sebagainya. Tekonologi tersebut digunakan untuk mendapatkan bukti langsung dari jurnalis warga, biasanya dalam bentuk artikel, rekaman suara, foto, video dan lain sebagainya.
  • Berani Menerima Resiko
Jurnalis warga biasanya tidak akan melakukan banyak penyuntingan pada berita dan informasi yang disampaikan. Seperti contohnya seorang blogger, banyak blogger yang menyampaikan berita dan informasi secara apa adanya. Dengan itu, tentu akan ada beberapa orang yang menganggap berita atau informasi tersebut tidak layak dan menyinggung pihak tertentu. Maka disinilah kita harus berani menerima resiko, bisa saja dicela, dihina atau mungkin dituntut oleh orang yang merasa tersinggung akan berita yang kita sampaikan.
Saya rasa hanya itu yang saya ketahui tentang jurnalis warga. Jadi, tidak hanya blogger yang bisa menjadi jurnalis warga. Masyarakat yang berprofesi lain bisa saja menjadi jurnalis warga. Biasanya kita melakukannya secara tidak sadar.Oleh karena itu, mulai sekarang kita bisa lebih sadar saat menjadi jurnalis warga. Dengan demikian diharapkan berbagai macam informasi bisa dengan cepat diakses dan diketahui oleh orang lain. Semoga Bermanfaat >_<

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

76 komentar:

  1. Liga Blog Indonesia itu sebetulnya apaan sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. LBI ini semacam kompetisi blog yg plksanaanny sprti liga spak bola. Kita dituntut utj ngumpulin bnyak poin agar bisa menang.

      Delete
  2. sebenernya yang rada bikin keder itu ya berani nanggung resiko.
    jaman sekarang, salah ngomong dikit, resikonya penjara

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul tuh , rasany itu ngapa ngapain berhubungan ama polisi deh ..

      Delete
    2. yup, apalagi orang jaman sekarang kebanyakan gak mau dikritik ya.. dikritik dikit lapor polisi.. serem ah..

      Delete
    3. benerrrrr, itu yang bikin serem kalo mau nulis kritikan, dan lagi udah ada beberapa kasus seperti itu. Cuma curhat lewat email , masuk penjara,

      Delete
    4. Yyaapppss, oleh karena itu mulai skrg cobalah mnulis dgn ksadaran n jgn smpai mlah brbuah tuntutan thdp dri kita sndri.

      Delete
    5. iya bener banget, padahal katanya menyatakan pendapat adalah hak setipa orang -_- cuma gara-gara ga tahan kritik aja pada nuntut...

      Delete
    6. klau begitu perlu buat kespekatan dulu supaya tidak dituntu ..

      Tapi beritanya jadi tidak relevan :3. Malah terkesan ditutupin - tutupin XD

      Delete
    7. ya gtu lah, harus pilih salah satu, mau menutup2i apa mau dituntut,wkwkwk

      Delete
  3. waah semakin hari semakin keren lo va,
    gue salut .. lo selalu siap nulis dengan tema yang berbeda-beda ..
    gue rasa itu gak gampang, tapi lo bisa ..
    semoga lo sukses di LBI va :)

    gue malah baru tau, jurnalis dibagi2 lagi ..
    kaya itu tadi ada warga, mungkin ada juga jurnalis tetangga kali ya?
    yang suka meliput berita tetangganya yang suka berantem :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha parah dotz, itu mah ketularan gosip bareng ibu2 pkk aja, gak ad t jurnalis bgtuan.

      Hhmm bisa aja lu dotz, gak gtu jg kq, tpi ya gni lah dotz, gw emg butuh pnyokong buat ttp smngat nulis, pembiasaan gtu, spa tau bsok bisa trbiasa nulis terus jdi pngarang buku kyak elu :3

      Delete
    2. kayaknya ibu2 perlu dikasih kerjaan jadi jurnalis tuh
      pasti infonya update kebanyakan ngerumpi :D

      iya gitu Va, semakin sering nulis pasti akhirnya nulis udah jadi kebiasaan banget ..
      amiin , semoga semakin banyak anak BE yang bikin buku :)

      Delete
    3. Haha .. setuju deh ... sama bang endot ...

      Malah masuk tayangan televisi gosip ibu-ibu tetangga :3

      Delete
    4. Lah ngomong di sini aja udah ngegosipin ibu-ibu..
      Sebenernya yg berita gosipnya kuat itu, ibu-ibu atau kalian? *jangan ajak-ajak saya*

      Delete
    5. hahaha iya nih, pada ngebahas apaan sih sebenarnya? -__-'

      Delete
  4. Replies
    1. Bgus deh, nambah informasi brrti (>_<)

      Delete
  5. nice inpo gan :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apaan sih, udah komennya anonim, hhmm dtmbh lagi cuma bilang nice info. Gak kren -_-

      Delete
  6. *brb ganti bio twitter jadi jurnalis warga*

    jadi produktif nulis dengan tema yg berbeda2 ya setelah ikut LBI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ne lg mncoba zi, spa tau aja ntar jadi kebiasaan kan, skaligus nambah ilmu dn pngalaman juga (>_<)

      Delete
  7. yup, and it's nice to be jurnalis warga :)

    tahun 2003, ketika saya duduk di bangku SMA, ngumpulin vox pop dari temen2, untuk kemudian disiarkan di radio tempat saya siaran, and I feel now it boosts my ability a lot ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhh trnyta kmu mmulai lbih cpat dari pda awal yg sbnarnya, kece bgt dah ≧﹏≦

      Delete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Jadi jurnalis warga harus jujur juga yak? #sotoy.

    Btw baru tau ada yang namanya jurnalis warga *dari kemaren bilangnya gak tau terus*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya dong. Klau gak jjur ya urusanny bakal ribet dah. Jadi skrg kan udah tau :D

      Delete
    2. Kalau beritanya terlalu jujur nanti dituntun juga ke polisi. Misalnya soal berita privasi selebriti :3

      Delete
    3. makanya kita harus berpikir cerdas, jujur itu harus, tapi harus dipertimbangkan juga dong :D

      Delete
  10. Keren... Thanks for information... :D

    ReplyDelete
  11. jurnalist citizen, emang kita harus hati-hati, karena jurnalist itu harus netral

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhmmm gak jg sih, asal jgn jadi pngadu domba aja *apasih

      Delete
  12. citizen jurnalism itu disatu sisi memberikan nilai positif karena beritanya biasanya apa adanya, namun disisi lain juga negatif soalnya kadang kurang info yang akurat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naahhh stju banget deh sama kamu, thanks udh mau menambahkan ツ

      Delete
  13. saya jurnalis apa ya? jurnalis diri sendiri aja lah..ehehehe

    ReplyDelete
  14. baru kali ini denger jurnalis warga, tapi sebenernya ane udah pernah lakukan kok,
    waktu itu di Medan, deket kos ane ada penangkapan terduga teroris, ane langsung terjun ke lap, buat berita gitu,

    salam kenal ya, berhasil jadi member ke 208 nih, kalo berkenan folbek ya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. whaha! Jurnalisnya kan? Jadi tau dong Terrosnya siapa? :D

      Delete
    2. waahh keren deh kalau gitu, hhmm berani bgt ya liat pnangkapan teroris, top deh :D

      Delete
  15. bisa jadi jurnalis juga ni..walaupun cuman jurnalis warga doang..hihiihi

    semakin sukses aja tulisan iva...calon guru matematika ni..harus bilang double wow ni..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya kaka,
      hahah gak mesti double kak, cukup woow aja, thanks ya kakak :*

      Delete
  16. wahhh.. alhamdulillah, nambah lagi nih ilmu tentang jurnalis, ane baru tau nih jurnasil warga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah lau gitu, berarti lumayan bermanfaat blog ini >_<

      Delete
  17. berati gue termasuk jurnalis warga juga dong.

    keren va tulisna lo, ngebahas yang beda-beda, gue aja ga bisa kalo nulis yang kayak beginian. Sumpah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dong,,,

      maksih bay, hhmm pasti lu juga bisa, coba aja deh pasti bisa kq :D

      Delete
  18. ecieh jurnalis warga. gue termasuk nggak nih kak vah?hahah
    salut kak sama tulisan2nya... semoga menang di LBI.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. termasuk kyknya lah,,,hhe
      hhmm makasih ya, amiiinn doain aja :D

      Delete
  19. berarti gue ini jurnalis warga? atau jurnalis diri gue sendiri ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhhmm apa aja deh, yg penting hepi, hahahaha >_<

      Delete
  20. jadi, kita para blogger ini termasuk jurnalis dong..
    aku kan blogger juga.. berarti aku juga jurnalis donk..
    yippie..
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah maybe, sepertinya begitu deh :D

      Delete
  21. wih, ternyata gitu yaa jurnalis warga :)
    okedeh sy akan belajar lebih baik lagi..

    ReplyDelete
  22. Wah, baru tahu saya juga sedikit adalah seorang "jurnalis warga" :3

    Tapi, klau blogger personal diary masuk gak ya .. yang isinya curhatan .. kayaknya gak ... kalau infoin ke lapangan dan di sheare ke media pasti sudah masuk "Jurnalis Warga"

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe
      gmn ya? yah kalau gak ad infi yg pnting, brarti gak masuk tuh, hhmm

      Delete
  23. Wah kalo blog gue sih, isinya buat seneng-seneng doang. ngga seserius itu kayaknya. Contoh jurnalime warga itu: saksi mata anaknya hattaradjasa itu kan ya?

    ReplyDelete
  24. baru tau nih tentang jurnalis warga hoho.. thx for info nya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi berarti nambah info dong, smoga brmnfaat ya >_<

      Delete
  25. o gitu mbak iva, saya juga abru tahu dan lagi bingung mau posting apa tentang tema minggu ini hohohoh, wah jadi sedikit dapat pencerahan nih hohohoho

    ReplyDelete
  26. sayangnya aku gak blh ikutan LBI hohoho jadi penonton aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhmm knpa? tumben banget, kq gak ikutan?

      Delete
  27. LBI apaan sih dek?? waaaah, aku jurnalis warga dooong..yeeeeyy..hehehehe..
    keren deh tulisannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeeeyy hahaha makasih yaw >_<
      LBI, Liga Blogger Indonesia :)

      Delete
  28. va, salut deh sama lo. kreatif dan selalu siap nulis dengan tema apapun.

    jurnalis resikonya itu loha kalau ngarang aja bisa bahaya iya gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih, ehehe ini aja usahanya susah banget :(
      iya, beritanya harus sebenar2nya.

      Delete
  29. POsting tema hajar dulu ya...... kalo mungkinBlog sih pede aja ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhmm bisa aja abang ne, jadi malu neh,,hhe :)

      Delete
  30. aku selalu suka dgn tulisanmu nih... selalau menampilan hal yg berbeda dr blogger2 lainnya. keren, mbak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh makasih vas, hehe kamu juga keren vas >_<b

      Delete
  31. tanggung resiko itu yg berat buat seorang jurnalis, sedangkan di negara kita ini salah ngomong dikit aja hukuman langsung deh :((

    gua belum dapet ide nih -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya neh, betul bgt tuh,,
      ciyee peringkat 2 tuh :p

      Delete