Home » , » Lelaki dan Wanita Penuh Luka
Saturday, 25 January 2014

Lelaki dan Wanita Penuh Luka

Posted by Mungkin Blog on Saturday, 25 January 2014

"Aku tau bahwa mencintainya adalah kesalahan terbesarku. Mau apa lagi? Masalah cinta, hati dan pikiran sering tak sejalan. Aku cinta, tapi aku tak mungkin bahagia bersamanya. Boleh aku tumpahkan keluhku dibahumu?" 
Wanita itu meracau, meringis akibat sembilu yang berkali-kali ditancapkan lelakinya tepat di ulu hatinya. Berkali-kali terluka, wanita itu tak bosan karena ada bahu lain yang siap menopang beban dari pundaknya. Lelaki itu sangat mencintai wanita yang tersakiti oleh lelakinya itu. 

"Sudah lah, jangan kamu uraikan lebih banyak lagi air mata untuk seorang lelaki yang bahkan mungkin mengingatmu saja ia tidak. Tumpahkan tangis mu disini, bahuku."
Diam-diam lelaki itu sesak menahan tangisnya. Rongga dadanya dipenuhi amarah yang kerap kali semakin membara saat dia tahu bahwa wanitanya tak pernah bahagia oleh orang yang dicintainya. Maka bergumamlah lelaki itu dalam hati.
"Oh sayang, andai kamu milikku. Kan ku dekap engkau, maka takkan ada lagi tangis oleh sebab luka. Hanya akan ada tangis haru dalam dekapan cinta."
Namun lelaki itu hanya memendam ucapnya dalam-dalam. Lelaki itu menikmati setiap debar bersama wanitanya, sesekali menyapu bulir-bulir air mata wanitanya itu dengan sentuhan cinta. Walau tanpa disadari ia juga mendaratkan tangannya dipipinya sendiri untuk menghapus air mata yang tak sadar menetes bersamaan dengan tangisan wanita disampingnya. Lama lelaki itu membujuk-bujuk. Hingga kembali teguhlah hati wanita, bukan untuk berpaling kepadanya melainkan konsisten pada pasal pertama bahwa wanita itu mencintai lelaki lain. Bibir merah merekah itu tersenyum manja, mendaratkan debaran kencang didasar hati lelaki disampingnya itu. Perlahan tangan mungil wanita itu menyentuh lembut pipi lelaki itu. 
"Terimakasih untuk membuatku kuat menjaga cinta. Mengapa tak kamu biarkan saja aku terluka padahal jelas saja aku takkan mungkin mencintaimu?"
Sumber
Angin berhembus kencang. Ada hening yang cukup panjang diantara dua insan yang tengah duduk menghadap pantai disore itu. Langit semakin kelabu, awan hitam bergelayutan. Tik tok tik tok, lama keheningan itu ditertawakan camar yang berterbangan. Hingga tetesan air mulai berlomba turun ke bumi semakin menambah nyanyian pengiring dua insan yang masih betah dalam keheningan dan tatapan penuh tanya itu. Tubuh mereka pun basah. Wanita itu tersenyum, seketika lelaki itu bisa menyembunyikan tangisnya dalam rinai hujan yang kian ramai. Sambil menahan isak, jawabannya mulai terucap.  
"Aku mencintaimu, Tuhan yang menitipkan rasa ini padaku. Pernah aku bersimpuh dihadapan-Nya meratapi hatiku sendiri. Aku bisa apa? Tuhan tak pernah mengijinkan ku menghapus rasa ini untukmu. Mungkin aku tercipta sebagai lelaki pecinta, bodoh memang. Seperti kamu yang tak pernah bosan terluka oleh lelaki yang kamu cinta. Mencintai tak pernah sesakit ini. Sesakit kamu oleh dia, lelakimu itu. Mencintai tak pernah sesakit ini kan? Jawab! "
"Iya, mencintai tak pernah sesakit ini"
"Kalau begitu kita sama. lelaki dan wanita penuh luka."

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

16 komentar:

  1. duuh, baca ini jadi inget cerita sepupuku. bedanya kalo sepupuku dan wanita yang menyandar di bahunya sama2 udah punya pacar, tapi pacarnya masing2 ngasih luka mulu, tapi mereka tetap bertahan, ya dengan cara seperti itu, mencari ketenangan dengan berdua. apa itu selingkuh? haha, entahlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. entahlah aku juga gak tau fa, kadang cinta itu gak bisa dimengerti apa maksudnya, kenapa harus ada luka dan tangis, hhmm

      Delete
  2. ya ampun ini cerpen galaunya pas kalo bacanya ujan2 dingin gitu, haha
    galau abis, kasian kalo sama2 tau sesakit itu kenapa ga saling mencintai saja.. asikk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga suatu saat mereka akan saling mencintai, hihi

      Delete
  3. Oke! saya tunggu di Pekanbaru *angkat Samurai Emas

    Keren! Asli ini tulisan bener2 puitis.. Cewek emang pinter banget ngerangkai kata..
    Sama2 menghapus air mata, saling backup.. Kisah Cinta yg mengharukan.. Kayak film2 FTV, cuma ini lebih dalem.. Mereka berdua emang cocok, sama2 tersakiti.. Nice Blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haahaha
      makasih, klo emang begitu adanya, hehe
      sedalem lautan gak ya? cckckc

      Delete
  4. Meellooooooww aabiiisss kaakkk :'D
    bikin yang lebih panjang dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku gak mau bikin yg panjang takut pada bosen yg baca soalnya gak pandai kali lah buat beginian, hehe

      Delete
  5. Wiih..keren tulisannya. Disetiap kata mempunyai makna yg dalam. Kayaknya ini bikinnya pake hati, bukan diketik...hehehe

    Nice post...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedalam lautan india gak? kayaknya gitu deh ya *tbtb nelen obeng*

      Delete
  6. kalo aku boleh review, ini cerita tentang seorang cowok yang mencintai seorang wanita kan? tapi aku nggak ngerti bagian akhirnya itu,
    "Mencintai tak pernah sesakit ini kan? Jawab! "
    "Iya, mencintai tak pernah sesakit ini"
    jadi bingung,,, xixixixixixixi,, tapi awalannya menyentuh banget.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tu cowok cinta sama tu cewek, tapi ceweknya kan udah punya cowok lain, tapi cowoknya selalu menyakiti cewek itu, dan si cowok yg awal tadi yg selalu ada buat si cewek, kan sama2 sakit itu :D semoga ngerti

      Delete
  7. Oohh ngerti di bagian akhirnya, si cewek yg terluka karena disakiti cowoknya. Dan si cowok yg terluka karena gak bisa mengungkapkan perasaannya dan terluka melihat si cewe menangis. Iya kan begitu? :3 co cweet..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kira2 begitulah, keren bisa memahami, kirai emang cerita yg aku buat yg gak jelas banget, ehheh

      Delete
  8. Sama-sama sakit beda insan tersebut. Itulah hidup. Jadi inget lagunya Ungu "Cidaha" buat cowok di cerita itu.
    Cerpennya penuh dengan sajak-sajak kata, puitis.

    ReplyDelete