Home » , » Menulis Cerdas tentang Politik
Thursday, 9 January 2014

Menulis Cerdas tentang Politik

Posted by Mungkin Blog on Thursday, 9 January 2014

Bicara soal politik, saya jadi bingung sendiri. Karena seperti yang saya sebutkan 1 tahun yang lalu di postingan saya yang berjudul Politik? Bullsh*t..!! bahwasanya saya paling anti sama yang namanya politik. Dan kali ini saya harus menulis lagi tentang politik karena LBI (Liga Blogger Indonesia). Iya, karena LBI tahun 2014 sudah dimulai dengan tema pekan pertama ini yaitu tantangan blogger di tahun politik. Berhubung ide saya sedang bermunculan maka saya putuskan untuk menulis walau idenya muncul baru hari ke-4 yaitu sekarang ini.

Jika kita mengaitkan antara blogger dan politik, tentu saja pasti ada hubungannya. Diantaranya seperti blogger yang membuat berita tentang politik, blogger yang membuat opini tentang politik, blogger yang mempromosikan orang yang berkaitan dengan politik dan lain sebagainya. Nah, tahun 2014 ini katanya disebut sebagai tahun politik karena pesta pemilihan umum akan dilakukan pada tahun ini. Lalu apa tantangan blogger ditahun politik ini?
Menurut saya, tantangan terbesar para blogger bukan terletak pada bagaimana memanfaatkan blog untuk membuat berita, opini dan promosi tentang politik agar mendapat keuntungan pribadi. Namun, sebenarnya ditahun politik ini blogger lebih ditantang agar menulis dengan cerdas tentang hal yang berbau politik. Kenapa saya sebutkan menulis dengan cerdas? Karena ditahun politik ini jelas saja banyak hal-hal yang sensitif untuk disinggung. Salah sedikit saja, penjara adalah salah satu pilihannya.
Seperti yang kita tahu, membahas tentang politik pasti akan ada banyak hal yang cenderung membawa beberapa nama yang kemudian dibahas tentang sisi negatif dan positifnya. Terutama jika kita menulis opini tentang seorang "calon" dalam sebuah postingan blog. Pasti akan ada perdebatan yang akan terjadi pada kotak komentar blog. Tapi itulah tantangannya. Kita harus bersiap menghadapi tahun politik yang akan membuat kita sebagai blogger menjadi nyinyir dalam menulis tentang politik. Apalagi bisa dikatakan pada saat ini banyak calon yang tidak pantas untuk menjadi calon, seperti .... ah tuh kan, hampir saja saya menyebutkan secara langsung. Hal seperti inilah yang harus dihindari, agar kita tidak membully, mengejek, berkoar-koar tak menentu dalam menulis sehingga menjadi seperti orang bodoh. Oleh karena itu, sekali lagi saya sebutkan bahwa ditahun politik ini kita ditantang untuk menulis cerdas tentang politik.
Memang sih, tidak semua blogger mau menulis tentang berita, opini, review atau apa sajalah tentang politik. Tapi jika masih saja ingin menulis tentang hal yang berhubungan dengan politik, maka jadilah penulis blog yang tau mana pantas dan tidak pantas ditulis. Tapi kalau saya sendiri, mungkin lebih baik menahan diri agar tidak banyak berbicara soal politik, karena politik itu sensitif. Bagaimana dengan kalian?

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

22 komentar:

  1. lebih sensitif menulis tentang agama dibanding politik, tp saya masih belajar menulis. Jadi, menulis dengan tema apa pun, masih kurang cerdas alias newbie :)

    ReplyDelete
  2. bener. politik emang sensitif. kalau mau nulis tentang politik layar laptop udah kebayang penjara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiahahah segitunya, makanya jadi mikir2 dulu kalo mau nulis tentang politik kan.

      Delete
  3. ngomongin politik gitu gue jadi keinget acara ILK, itu cara debat politik yang uhuy tuhhh, heheheheh....

    ReplyDelete
  4. mbak ,cara gabung LBI gimana sih ? pengen gabung nih..
    BTW, udah-udah, gue gak ngerti2 kalo ngomongin politik. RIBET..

    ReplyDelete
    Replies
    1. cek aja @LBI2014 atau ligebloggerid.com heheh tapi kayaknya pendaftaran udah ditutup, kan udah mulai.

      Delete
  5. nyinyir gak ketinggalan :D .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, nyinyir banget kalo ngomongin politik.

      Delete
  6. Gue juga gak minat sama sekali nulis politik Va, gesekannya kuat antara satu dengan yang lain... Dan gue liat banyak yang gak penting tapi sok nyalonin diri, pake pencitraann segala nongol di tipinya masing2.. Gue ngeliatnya bukannya respek malah eneg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiaahh bahasa lu dotz, gesekan. muehe yaps betul banget tuh, sama gue juga ngerasa gitu, iyuuhh banget. lagian elu gak cocok nulis politik begituan dotz. cocoknya ya kayak cherrybelle gitu kan. hehe ^^v

      Delete
  7. aku juga rada gagal paham kak sama yang namanya politik.. liat ajah blogku yg gak ada politik2nya pft... takut salah alias sotoy aja sihh yah, masa ga ngeh trus dijaiin tulisan.. bukankah politik itu sensitif? ce elaaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. SAMA, iya gitu deh shry, hahahay mending diam, dari pada nulis banyak salah dari pada benernya, ya kan.

      Delete
  8. Sama, saya juga kudu mikir 2 kali kalau mau buat postingan mengenai politik mbak. ditakutkan salah pendapat yang dapat menjadi bom buat saya sendiri, maklum belum ahli dlm dunia politik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak? yaelah ca, biasa juga panggil kakak -_-
      kan calon ahli politik, amiiinn

      Delete
  9. Haiiii vaaaaa lama keknya ga bca blogmu hihi. Iya sama. Q jga ga suka bicara soal politik krena emng ga mudeng jga soal politik drpda sok tau tpi salah kaprah mlah ntar bkin msalah bukan? Ato dituntut krena tlisannta mgkin. Aduh...
    Va cranya ikutan bginian gimanaaaaa???

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, kemarin aku sibuk PPL. iya tuh. kena tuntut masuk penjara, serem juga. cek aja @LBI 2014 atau ligabloggerid.com tapi kayaknya telat. kemarin aku dah promo digrup, gak pada baca ya? :(

      Delete
  10. kalo saya (kadang) suka menulis politik tapi dari sisi non-partisan. jadi suka-suka saya mau menjatuhkan atau meninggikan partai yang mana. hehehe.

    suka sama tampilan blognya. simple dan sejuk :)

    ReplyDelete
  11. nulis politik? mending ga deh. Soalnya emang ga gitu ngerti sama politik dan emang bener kata kak Iva, politik itu terlalu sensitif, salah sedikit penjara sudah menggantikan bayang2 mantan dipikiran, syerem.

    ReplyDelete