Home » , » Sunset in Weh Island
Friday, 24 January 2014

Sunset in Weh Island

Posted by Mungkin Blog on Friday, 24 January 2014

Tidak tahu harus memulai postingan kali ini dengan kata-kata apa. Walau tanpa sengaja postingan ini sudah dimulai dengan kata "tidak". Hihihi. Sebelumnya saya sudah pernah juga mereview buku dengan cara saya sendiri, seperti Sketsa Ayah, Udah Putusin Aja, dan Cancut Marut. Nah kali ini saya akan mereview sebuah novel yang kebetulan saya beli murah di bazar Gramedia beberapa hari yang lalu. Niatnya sih nyari referensi buat praproposal, tapi kalau ada bazar buku mah mana tahan buat gak beli novel. Jadi, novel kali ini berjudul Sunset in Weh Island. Sunset? Senja. Tentu saja, senja menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa penulis. Karena memang keindahan senja tidak akan pernah habis digunakan dalam merangkai kata. 
Tentang Novel Sunset in Weh Island
sumber
Dimulai dari cover novel ini. Cover depannya bertuliskan Sunset in Weh Island, bersamamu mengejar kilau senja dan cover belakangnya juga bertuliskan beberapa kalimat yaitu Aku hanya tahu matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ujung barat. Namun denganmu, bahkan kilau senja saja mampu meretas rindu.........Ilustrasi cover depan novel cukup menarik dan unyu. Novel yang diterbitkan Bentang Belia pada Januari 2013 yang ditulis oleh Aida M.A (@aida_aie) ini memiliki sekitar 250 halaman dengan ukuran font yang pas untuk seukuran novel. Untuk masalah tampilan, keren deh.

Alur Cerita Novel Sunset in Weh Island
Novel ini bercerita tentang percintaan yang terjadi di Pulau Weh, Aceh, Indonesia. Ceritanya berawal dari seorang lelaki bernama Axel yang tinggal di Jerman, memiliki masalah dengan sahabatnya sendiri, Marcel. Dikarenakan pengkhianatan oleh sahabatnya, yang merebut kekasihnya, Andreaa. Maka, Axel memilih menenangkan pikiran ke rumah pamannya di Indonesia, tepatnya di Aceh. Disanalah awal pertemuan Axel dengan Mala, seorang gadis asli Aceh. Pertemuan mereka diawali dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan. Mala, gadis yang selalu tak pernah melewatkan satu sunset-pun disetiap harinya sejak kepergian ibunya ke pangkuan Tuhan. Karena hanya dengan senja dia seolah-olah dapat mengirimkan pesan kepada orang yang dicintainya.
Ditempat Mala, banyak terdapat cottage atau pondok-pondok dipinggir pantai yang tersedia untuk menerima kehadiran wisatawan dalam dan luar negeri. Disanalah ia semakin dekat dengan Axel, turis dari Jerman yang sedang belajar move on di cottage Pamannya. Masalah mulai muncul ketika Mala ternyata menyukai seorang lelaki yang dulunya kakak kelasnya yaitu bernama Raffi. Raffi yang mengajarkan mereka berdua diving. Awal Mala patah hati adalah ketika mereka berkemah untuk melihat Sunrise di Pulau Rubiah. Disanalah semakin jelas arah ceritanya. Namun diakhir cerita Marcel dan Andreaa malah menyusul Axel ke Indonesia. Saat itu masalah muncul kembali. Akankah Axel kembali dengan Andreaa dan pulang ke Jerman? Tentu saja Axel pulang ke Jerman. Lalu bagaimana dengan Mala? Cari tahu sendiri jawabannya.

Yang Khas dari Sunset in Weh Island
Dalam novel ini dideskripsikan dengan jelas bagaimana letak, keadaan, posisi dan kejadian yang terjadi dalam cerita tersebut. Sehingga kita seakan ikut "berimajinasi" dengan ceritanya. Terlebih lagi dalam novel ini digambarkan pula bagaimana keindahan pantai-pantai, sunset, sunrise, dan keindahan bawah laut saat mereka diving. Belum lagi saat mereka mengikat janji memulai dari nol dihadapan tugu titik nol kilometer Pulau Sabang. Benar-benar, membaca novel ini seakan membawa kita berada disana, Pulau Weh, Aceh. Dalam novel ini juga terdapat beberapa percakapan dalam bahasa Jerman beserta artinya. Benar-benar novel yang gak main-main. Saya tahu bagaimana susahnya mendeskripsikan suatu tempat agar pembaca seakan terbawa didalamnya, belum lagi mengatur tata bahasa Jermannya. Oya, jika kita membaca cerita di novel, tentu akan ada beberapa quote favorit yang didapat dari novel tersebut. Berikut beberapa quote yang saya suka dari novel Sunset In Weh Island.
Jangan takut akan perpisahan, semua luka pasti berlalu seperti buih ombak yang perlahan menghilang.
Du bist ein Shaatten am Tage (engkau bayangan pada waktu siang), Und in der nacht ein Licht (dan sinar pada waktu malam), Du lebst in meiner Klage (kau hidup dalam ratapku) Und stribst im Herzen nicht (dan tak meninggal dalam sukma).
Setelah membaca novel tersebut, saya jadi penasaran dengan keindahan Pulau Weh itu sendiri. Apakah benar disana indah? Apa memang disana memiliki keindahan bawah laut yang luar biasa? HHmm berikut beberapa gambar hasil pencarian saya di google. Semoga gambar dibawah bisa menjelaskan jawaban dari pertanyaan saya itu. Boleh searching sendiri dengan kata kunci "pulau weh" untuk mengungkap rasa penasarannya.
Keindahan bawah lautnya wow (sumber)

Sunset di Pulau Weh (sumber)

Siang hari nih, biru :O (sumber)
Senja, memang tak henti memberi inspirasi. Dari sebuah senja akan ada berjuta kata yang siap untuk dirangkai. Bahkan dari senja semua bisa berawal semua bisa berakhir entah itu cinta entah itu luka. Hhmmm sampai kapan senja berhenti menginspirasi? Entahlah, mungkin saat mentari tak tenggelam lagi. Sekian review novel Sunset in Weh Island dari Mungkin Blog.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

24 komentar:

  1. Sebagai orang yang kurang suka sama novel beraliran romansa asmara, gue cuma bisa bilang.. Pulau Weh bangus banget !!!!!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. selera emang beda-beda, iya bagus banget.!

      Delete
  2. wah aku jadi penasaran kelanjutan kisah cinta segi banyak di atas hehe..
    kok malanya malah suka ma raffi....
    apalagi ada ulasan tentang pulau weh ya. jauh ya va dari pekanbaru?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau penasaran beli aja bukunya kak, ya lumayan jauh lah, di pangkal pulau sumatera sana.

      Delete
    2. Aq orng sabang,n penulis buku ini jg sahabat ku, sahabat ku ini berhasil menggambar keindahan n detail pulau sabang menjdi 1paket lengkap utk wajib dibaca. Ayoooo ke pulau sabang (weh island) ;).
      "Bangga banget sama sahabat ku ini"
      .

      Delete
    3. iya kak, keren banget mbak aida, baca novelnya kebawa suasana, kebayang2 padahal lum ksna, memang pantas dibanggakan kok kak, sipp banget, smoga beneran suatu saat bisa kesana :D

      Delete
  3. dari senja jadi sebuah novel, subhallah sekali. :D
    sampe kepo gitu ya va nyari tau tentang pulau weh,kalo gue sendiri sih taunya dari acara tipi yang sering banget kesitu..

    btw, novelnya kayanya seru tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kepo banget, bagus lah elu punya tipi, lumayan seru sih, apalgi ada nuansa senja gitu, cihuy bgt :))

      Delete
  4. kalau baca novel yang menggambarkan suasana yang hebat memang asik sih.. pulau weh emang keren abis kok. tau gara gara udah di datengin sama Jalan Jalan Men dari malesbanget.com..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh berarti emang akunya aja yang kudet :O

      Delete
  5. wah, reviewnya keren. bukunya juga gak kalah keren. Mau beli ...
    kira - kira harganya berapa? penerbitnya?

    gilaaa, Indonesia indah banget dah dilihat dari mana - mana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tu ada penerbitnya diatas, kmren aku beli pas bazar cuma 15rbu, hehe
      iya Indonesia emang indah.

      Delete
  6. Lumayanlah sekilas dapat gambaran tentang novel Sunset in Weh Island.

    Gue juga kalo baca novel tuh suka kebayang-bayang gitu, seolah-olah yang diceritakan dalam novel itu, gue. *Curhat

    ReplyDelete
  7. Indonesia di Ujung-ujung sangatlah keren. sumpah.... Destinasi wisata yang sangat berkelas dunia.

    ReplyDelete
  8. Pulau weh iya katanya kerennnnnnn bingiiiittttt!!! Duhh... Jadi pengen baca cerita di novel itu ttg pulau weh. :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau, ya tinggal beli n baca :D

      Delete
  9. aaaaa aku suka bgt pantai, abis liat ini jadi penasaran pengen juga ngerasain liat senja disana XD keren kerenn ..

    ReplyDelete
  10. aku baru dengar nama pulau WEH, bagus banget ya pemandangannya, tapi kok nggak terkenal ya, apa akunya aja yang nggak kenal... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya lumayan terkenal lah, kita aja yg kudet :v

      Delete
  11. Hallooooo iva. Terimakasih banget udah review novel ini. Ayokkkk kita hopping island ke weh. Biar sekalian ngerasain gimana proklamir cinta di tugu Nol Kilometer hehehhh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo juga mbak, hihi sama-sama, makasih juga udah mampir di blog saya. Baru kali ini dikomen blognya sama penulis hebat nih. Makasih mbak :D

      ngarepnya gitu sih mbak, tapi gak ada yang mau diajak memproklamirkan cinta disana, hahaha ngenes :D

      Delete