Home » , » Maafin Aku Ya
Friday, 14 February 2014

Maafin Aku Ya

Posted by Mungkin Blog on Friday, 14 February 2014

Untuk sebuah kata maaf, terkadang sulit sekali bagi kita untuk mengucapkannya. Dengan kata lain, sulit bagi kita untuk mengakui kesalahan yang telah kita perbuat. Padahal kita tahu bahwa didunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan. Entah itu kesalahan pada dirinya sendiri, kepada penciptaNya, kepada sesama manusia lainnya, atau kesalahan kepada makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Lalu mengapa masih saja kita enggan meminta maaf?
Gengsi. Banyak yang bilang seperti itu. Untuk apa gengsi jika pada akhirnya kita yang merasa dihantui oleh rasa bersalah itu sendiri? Bukankah lebih baik meminta maaf? Walaupun orang yang kita mintai maaf belum pasti memberi maaf. Setidaknya kita sudah berusaha memulai memperbaiki keadaan. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan memaknai kalimat Maafin Aku Ya tersebut. Hina? Rendah? Tidak, bahkan lebih mulia. Karena itu berarti kita tidak inginkan permasalahan berlanjut lebih rumit lagi. Untuk masalah dimaafkan atau tidak, itu urusan belakangan. Mungkin dianya saja yang terlalu angkuh dengan dirinya sendiri.
Kata maaf memang tidak bisa memperbaiki semuanya. Ibarat kita pecahin piring Ibu terus kita minta maaf sama Ibu, apakah piring tersebut kembali seperti semula lagi? Tidak. Tapi dengan kata maaf ada perasaan lega yang membuat keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kata maaf menjadi awal permulaan memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat. Contohnya kita  meminta maaf, lalu kemudian kita mengganti piring Ibu. Usaha menyelesaikan masalah setelah meminta maaf itu juga penting. Sekarang, menjurus sedikit ke masalah hati. Hati yang sudah hancur berkeping-keping karena disakiti memang tidak bisa kembali utuh hanya dengan kata maaf. Tapi kata maaf merupakan awal untuk memperbaikinya, walau sepenuhnya tidak akan langsung sembuh. Perlahan dengan tindakan nyata, pasti luka itu akan hilang. Nahlo, ketahuan galau :')
Maafin Aku Ya
Bisa saya simpulkan bahwa kalimat tersebut adalah sebuah awal untuk memperbaiki permasalahan. Selanjutnya yang terpenting usaha memperbaiki. Tuhan saja mau memaafkan hambanya yang berbuat salah. Lalu kita sebagai manusia, makhluk ciptaannya, kenapa masih sulit memberi dan meminta maaf? Bukan maksud saya menggurui, tapi sekedar mengingatkan bahwa kita hanyalah makhluk ciptaan-Nya, semua akan kembali kepada-Nya. Pantaskah kita menyombongkan diri dengan tidak memulai meminta maaf atau memberi maaf? Sedangkan Tuhan saja maha pemberi maaf?

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment