Home » , » #MelawanAsap
Friday, 14 March 2014

#MelawanAsap

Posted by Mungkin Blog on Friday, 14 March 2014

Sudah hampir dua bulan rakyat Riau tidak bisa menghirup udara segar. Riau sudah menjadi seperti negeri diatas awan. Memutih bahkan menguning disaat sore hari, mungkin karena asap yang berbaur dengan jingga senja. Hhhmmm sesak rasanya berada dalam asap setebal ini, sebelumnya tanggal 3 Maret 2014 lalu saya sudah menulis sedikit kiasan tentang kabut asap di Riau ini dalam tulisan saya Kabut Asap Dimusim Kering. Saat saya menulis itu, kabut asap memang belum separah saat ini.
Namun, dua hari belakangan ini asap di Riau memasuki level "Berbahaya" (sebelumnya masih pada level "Sangat Tidak Sehat"). Itu ditunjukkan oleh ISPU yang ada dibeberapa pinggir jalan di Kota Pekanbaru, Riau. Hal ini bisa lihat dengan gambar ISPU yang menunjukkan kadar udara berbahaya sebagai berikut (Baca: 12 ISPU Tersebar di Riau Tunjukkan Angka Berbahaya:
ISPU Menunjukkan Level Udara BERBAHAYA!
Dari foto tersebut, tentu saja banyak warga yang semakin geram dengan pemerintah yang terkesan cuek dengan keadaan seperti ini. Hingga dari kegeraman dan kekhawatiran itu muncul berbagai foto hasil editan dari ISPU sebagai berikut, miris.
Kemarin sore saya rasa adalah puncak kehebohan warga atas asap yang terjadi ini. Banyak foto-foto yang tersebar didunia maya, baik itu di Facebook, Twitter, BBM dan sebagainya, bahkan surat untuk Pak Presiden ditujukan langsung ke akun twitter beliau. Hhmmm :/
Foto Pribadi (13/32014 12:38 WIB) Panam, Pekanbaru, Riau

Semua tidak ada yang sia-sia. Ribuan kicauan di twitter yang diarahkan langsung kepada kepala negara akhirnya dijawab juga dengan kicauan di twitter beliau. Sobat pasti sudah pada baca semua kan? :D
Apa yang dirasakan saat ini?
Yang saya rasakan saat ini adalah nyesek. Ini lebih nyesek dari pada tinggal nikah sama mantan. Mata perih dan kepala sedikit sakit nyut-nyutan. Lalu saya bertanya dalam hati, kenapa asap bisa membuat kepala nyut-nyutan? Tidak perlu saya cari tahu, dalam kurun waktu dekat sudah muncul berita yang mengabarkan bahwa oksigen hanya tinggal 1% dan racun 99%. Kabut asap juga bisa membuat cacat otak dan kanker paru-paru. Pantas saja kepala agak nyut-nyutan dan dada terasa sesak. Ternyata sebegitu parahnya. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Riau, hingga Senin (10/3/2014) tercatat 41.500 orang menderita ISPA (Baca:Asap Riau Memakan Korban Jiwa).
#MelawanAsap dengan Usaha dan Do'a
Usaha, berusaha untuk mengurangi sedikit sesak dengan menggunakan masker (dari awal saya selalu pakai masker bedah yang dijual di apotek, karena masker kain yang dijual dipinggir jalan tidak mempan). Usaha juga agar tidak banyak keluar rumah. Lagian tidak ada yang bisa dilakukan karena semua libur (sekolah dan kampus), tertunda untuk segala kegiatan menyelesaikan proposal. Biarlah yang penting sedikit aman di rumah. Usaha ketiga yaitu membuat hujan buatan sederhana. Katanya bisa membuat hujan dengan baskom + air + garam. Sudah dilakukan oleh teman serumah saya, sampai sekarang belum hujan, mungkin karena masih sedikit warga yang melakukannya. Namanya juga usaha coy!
Hanya itu yang bisa saya lakukan. Melihat pemerintah yang seperti acuh tak acuh dengan keadaan ini, saya cukup sedih. Apalagi gubernur Riau sempat berkata “Macam mana lagi. Segala upaya sudah dikerahkan, tapi api tak padam-padam. Serahkan semua pada Allah Yang Maha Kuasa”. (Baca: Gubernur Riau Pulang Kampung dan Pasrah, Rakyat Jadi Ikan Salai). Bagaimana rakyat tidak geram dengan pemimpin yang demikian. Baru saja dilantik, seharusnya bisa memberikan yang terbaik, bukannya malah bersembunyi dan pasrah dengan semua keadaan ini. Tidak hanya saya saja yang geram dengan Pak Gubernur Riau, Annas (biasa disebut "Atuk Annas"), berikut reaksi kegeraman warga terhadap atuk yang PASRAH dengan keadaan!

Kemudian saat Pak SBY sudah mulai peduli, atuk malah pergi entah kemana. Duh, ini bagaimana sih tuk? Pak Presiden sampai marah tuh! (Baca: Presiden Marah Terhadap Gubernur Riau dan Menkokesra Entahlah, saya takut terlalu banyak bicara. Dari kabar terbaru diberitahukan bahwa besok SBY akan ke Riau untuk memantau (Baca: Besok, SBY Akan ke Riau Pantau Bencana Asap).
Do'a, kemudian setelah usaha, saya hanya bisa berdo'a untuk yang terbaik. Jika memang ini cobaan dari Tuhan maka saya minta dikuatkan. Jika ini ujian, maka saya minta diluluskan dari ujian ini. Amiinn ya Allah. Sudah banyak juga warga yang sholat minta hujan. Semoga hujan cepat turun dan pemerintah segera menyelesaikan masalah sehingga kabut asap ini lenyap, karena kami semua rindu langit biru Kota Pekanbaru.
Bonus foto:

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

14 komentar:

  1. aduh va..asapnya juga udah mulai nyampe guntung...
    khawatir banget sama yang dipku..banyak saudara kk disana...
    sudahlah hujan tak turun2...disini pun mulai susah dapatkan air bersih va..
    minum, mandi, semua mesti beli..bagi yang tinggal diguntungnya tiap hari mesti gitu..

    parah kali ya disana va..gak bisa kemana-mana lah tu..asapnya bahaya...
    iya juga tuh gubernur kita..baru aja dilantik malah melempem..
    harusnya jika masih belum padam ya lebih dikerahkan..bukan malah nyerah..
    sekate-kate banget bilang serahkan pada Allah..
    berdoa tanpa usaha juga kan percuma....

    dulu rasanya pernah juga ada kabut asap..sekolah kk juga ikut diliburkan..
    tapi gak lama..sekarang kok sampai selama ini...
    yang kasihan anak2 didik di riau..sudah lama gak duduk dibangku sekolahan..
    takutnya sekalinya masuk nanti malah amnesia lagi gimana caranya belajar...
    bukan cuma itu..khawatirnya setelah asap reda, penyakit yang ditimbulkan akan jadi derita berkepanjangan...

    lah terus pak beye mau ke riau pake apa??mau lewat batam gitu??sama aja..berasap juga...lama2 gak cuma penerbangan yang ditutup..transportasi laut dan darat juga ikut tutup..lantas dari mana sumber ekonomi mau digerakkan??mau buka lahan sawit segede apapun kalo jalur transportasinya tutup semua mau diekspor lewat mana lagi??ckckck...banyak keserakahan ditanah kita...
    semoga asap ditanah kelahiran kita ini segera reda... aamiin...
    jadi panjang gini va..mudah2an iva tak penat bacenye... :D

    ReplyDelete
  2. sudih juga sama saudara kita di Riau yang sudah beberapa hari ini melawan asap yang tidak kunjung hilang. asap tersebut juga mengandung racun yang bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya, seharusnya pemerintah tahu itu. bukan malah pasrah sama Allah. kalo pasrah doang ya semua orang bisa.

    btw gambarnya kakashi yang terakhir itu lucu banget wkwk

    ReplyDelete
  3. Iya tuh, katanya kabut asapnya udah nyampe ke kampung gue di jambi -___-
    Kalo pandangan gue sih, ada dua kemungkinan pemerintah cuek: Pertama, karena ini udah di penghujung pemerintahan, jadi mereka lagi sibuk ngurusin jabatan-jabatan jadinya masalah kayak gini di nomer dua kan. Kedua, gue baru tau kalo gubernur Riau ngomong gitu, itu artinya memang dianya yang gak becus ngurusin beginian.
    Yang sabar ya mbak bro,, wong jogja turut mendoakan saudara2 disana :))

    ReplyDelete
  4. bahaya banget tuh Va udaranya kalo oksigen cuma tinggal 1 %, gue gak bisa ngebayangin kalo gue yang ada disana -___-
    bener2 resikonya gede banget. udah gitu malah enggak ujan2 lagi...

    gue sih berharap semoga semua ini segera berlalu, semoga Riau bisa kembali sehat seperti dulu lagi, gak ada asap berlebihan..
    gue cuma bisa mendoakan dari sini Va... semangat :)

    ReplyDelete
  5. Innalillah, Im sorry to hear that kak iva. Sedih banget bacanya, miris.

    Pertama, semoa kabut asap segera ilang. Api segera padam. Warga riau dan sekitarnya yang keganggu diselamatkan, yang sakit disehatkan. Pokoknya semoga keadaannya cepet membaik ya kak. Aamiin.

    Kedua, aku sedih liat pemerintah yang terkesan cuek dan acuh. Coba kalo mereka yang ngalamin, pasti udah kalap sendiri. Bahkan gubernur pun sampe kabur dan nggak bertanggung jawab.

    Ketiga, miris banget liat keadaan riau yang tambah parah. Itu keadaan jembatan juga udah nggak jelas ya kak di fotonya. Apalagi oksigen udah tinggal 1% lagi. Itu gimana ceritanya:(((

    Mungkin di balik itu, Allah memang mau ngingetin buat orang-orang yang udah lupa sama ibadah. Wish Allah bless u all ya, aamiin:)

    ReplyDelete
  6. sempet ngakak lihat gambar yang ada tulian aku rak popo sama baca surat untuk SBY yang nyindir bu Ani. 2 bulan? oksigem tinggal 1%? Innalillahi, kita yg diluar daerah riau hanya bisa membantu doa semoga api cepat padam, mungkin ada bagusnya kalau masyarakat riau bersama-sama shalat meminta hujan, dan ada penyuluhan untuk membuat hujan alamai dengan menggunakan garam tadi biar bisa hujan.

    ReplyDelete
  7. Kak iva, aku nggak ngitung ih, udah selama itu ya? Ya Allah, tolong kabulkan doa di laman ini ~~
    Aku nggak habis pikir ih, emangnya pak atuk tinggal di mana tah? Nggak kena asep po? :/
    Bukan teladan yang baik :(( *geleng kepala*
    #MelawanAsap
    Semoga lekas pulih, Riauku :"

    ReplyDelete
  8. lepas peristiwa Kelud, di kampungku Bulukumba-Sulawesi Selatan ada angin puting beliung, setelahnya media dihebohkan sama pesawat Malaysia yg hilang entah kemana. Sekaang giliran Riau. Bisa jadi ini teguran atas ulah manusia sendiri. Yang tabah yah iva. Smoga Riau segera hujan ya Allah..

    "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".
    [al Baqarah/2:155-157]

    ReplyDelete
  9. Itu di ISPU editan ternyata.. coba beneran hehe #AkuRapopo

    Kasian kalo pemerintah diem terus-terusan begini. Lagi pula, ini bukan yang pertama. Kayaknya sengaja ya, emang dibakar bukan kebakaran.

    Mudah-mudahan kabut cepat berlalu, nggak ada lagi jalan ketutup asap, jarak pandang terbatas, jadwal penerbangan delay dsb.

    ReplyDelete
  10. wah, turut berduka untuk Riau.
    semoga hujan lekas turun agar membantu mengurangi asap disana.
    sabar dan tetap berusa terus ya untuk hujan buatannya.
    ajak juga teman-teman serta tetangga sekitar untuk membuat hujan buatannya. (kali aja dengan banyak yang melakukan begitu, hujan bisa turun. amiiiin)

    ReplyDelete
  11. Gue dapet BC di BBM yang surat dari Riau untuk Indonesia. Sedih banget bacanya. Kabut asapnya sudah sampe Jambi juga. Dan mulai menebal loh kak.

    Heran dengan pejabat tinggi di Indonesia. Lihat berita, sedikit yang peduli dengan keadaan bumi pertiwi sendiri. Ini malah ngurusin pesawat Malaysia. Ada apa?

    Heran dengan pejabat tinggi di Indonesia. Seakan lupa dengan penduduk sendiri. Baru merespon kalo penduduknya terkena musibah setelah dapet mensen di si burung biru.

    Heran dengan pejabat tinggi di Indonesia. Lebih suka berkicau ria ke awak media bahwa mereka ingin ini-itu untuk memperbaiki Riau dari kabut asap. Tapi apa? Hanya sekedar mulut yang bergerak mengeluarkan suara tanpa bertindak.

    :'(

    ReplyDelete
  12. yg sabar ya iva,,,gk tau knp gue juga mikir knp musibah di sumatera gk dpt respon cepat sama presiden kita beda sama musibah dijawa langsung ditangani,,ini asap PKU dah berkepanjangan blm juga diperhatiin sama presiden,,jaga kesehatan ya iva selalu gunakan masker n bila perlu drmh aja soalnya dri papan index itu bahaya bgt tingkat asapnya

    ReplyDelete
  13. Aku disini cuma bisa bantu doa, semoga cepet turun hujan biar asapnya berkurang dan cepat padam :( AMIN.

    ReplyDelete
  14. aduh gila sampai oksigen cuma 1 persen doangg..bahaya bangett udahan ya Riau...emang dimana mana sedang dirundung musibah, nggak ada abisnya..padahal di pulau Jawa masih musim penghujan cc Iva...sabar ya cc Iva, kita semua berdoa semoga segala bencana bisa sampai di penghujungnya dan semuanya bisa lebih baik lagi..emang kadang pejabat kalau udah kepentok jadinya malah ngilang gitu..busittt bangetttt..liat mukanya aja emang udah iyuh gitu si bapak...semoga semua bencana bisa teratasi dan berakhir ya...

    ReplyDelete