Home » , » Neraka Cinta
Friday, 18 April 2014

Neraka Cinta

Posted by Mungkin Blog on Friday, 18 April 2014

Hari ini tanggal yang persis sama, saat sepuluh bulan yang lalu rasa itu perlahan mulai berbeda untukmu.  Diantara deruan ombak di pantai kala itu, jelas seirama dengan detak jantung  saat ku sadari kamu berada disampingku. Berawal dari gurauan sederhana, bahkan kau pun mungkin tak sadar kita berdekat diantara mereka. Tepat dihadapan senja kelabu yang kembali ke peraduannya, jingganya malah tercipta dari bibirmu.
Dag dig  dug, aku tertegun ketika tatapan ini terhenti melihat keindahan dari parasmu itu. “Apa ini? Mengapa aku bahagia bersamanya menyongsong senja diantara pilu yang masih jelas terasa?” tanyaku dalam hati. Ingin aku meraih lalu menggenggam tanganmu kemudian membisikkan sesuatu. Tapi siapalah aku? Hanya adik tingkatmu. Bahkan untuk bercerita banyak saja kita belum sempat.
Sembilan bulan lalu dengan tanggal yang sama dengan hari ini. Impian yang hanya sekedar khayal menurutku itu menjadi nyata.  Bunga bermekaran di laman cinta. Tak ada lagi yang bisa melerai dua hati yang terpaut kasih. “Kasih, aku mencintaimu”, aksara cinta sahut menyahut keluar dari bibirku dan bibirmu. Sejak itu aku menyetia pada satu hati, terpadam sudah pilu masa lalu. Kasih, tak ada lagi yang lebih indah dari ini. Aku terjatuh dalam cintamu, terlalu dalam. Bahkan tak pernah sedalam ini aku terjatuh dalam cinta sebuah hati. Rindu kerap kali menghiasi lamunan-lamunan senja dihari-hari berikutnya. Inilah aku dengan kasih sayang dan pengorbananku.
Aku tak tahu mengapa kini jadi begini. Semesta memperolok sebuah titipan Tuhan yang dinamakan cinta. Kasih, salahkah aku mencintaimu? Berkuasakah semesta menjahili hati kita? Aku goyah dengan hatiku. Semua ku tutupi darimu dengan sandiwara yang kamupun pasti tahu kebohongan kisahku itu. Sudah terlerai cinta kita, dihakimi semesta yang tak berhati. Saatku ketahui kamu tak memperjuangkan, pupuslah sudah segala cita dan cinta denganmu. Mungkin ada benarnya cinta ini hanya tentang AKU bukan KITA. Kasih, masih pantaskah aku kembali menebus dosa cinta ini? Jika tidak, jelas akan ku buang rasa ini ke dalam neraka cinta.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

2 komentar: