Home » , » Tidak Membayar Hutang? Ini Resikonya!
Wednesday, 16 April 2014

Tidak Membayar Hutang? Ini Resikonya!

Posted by Mungkin Blog on Wednesday, 16 April 2014

Siapa yang tidak tahu dengan yang namanya hutang. Seringkali kita melakukannya walau tanpa disadari, contohnya nih kita lagi hangout bareng teman, eh tiba-tiba pas lagi mau bayar makan lupa bawa dompet. "Bayarin dulu dong, dompet gue tinggal!" Nah, terang saja ini dikatakan hutang. Kata-kata "bayarin dulu" itu berarti hanya sekedar meminjam dan pada akhirnya akan dibayar kepada orang yang sudah membayarkan terlebih dahulu tersebut. Tidak hanya uang, banyak pula orang mengatakan bahwa "janji adalah hutang", itu berarti janji juga harus dibayar. Caranya yaitu dengan menepati janji tersebut. Artinya setiap hutang haruslah dibayar, karena akan ada resiko bagi orang yang berhutang jika tidak membayarnya.

Saat kita memutuskan untuk berhutang kepada orang lain, maka otomatis kita harus mendapatkan kepercayaan dari orang yang akan kita pinjami sesuatu darinya. Apabila orang tersebut sudah memberikan kepercayaannya kepada kita, bersenang hatilah karena orang tersebut akan bersedia meminjaminya dan itu berarti kita akan segera berstatus sebagai orang yang berhutang. HUahahaA. Mendapatkan kepercayaan dari seseorang itu tidak mudah. Menjaga kepercayaan tersebut juga sama sulitnya. Ketika kita memutuskan untuk tidak membayar hutang tersebut maka resikonya adalah kehilangan kepercayaan dari orang yang meminjami tadi.
Ya, hutang tidak hanya masalah nominal. Hutang juga tentang kepercayaan. Tidak membayar hutang, berarti sama saja dengan menghancurkan kepercayaan yang diberikan seseorang. Memang sering kali kita lupa untuk membayar hutang. Ini juga bertolak dari sebesar apa hutang tersebut. Biasanya yang sering terlupakan adalah hutang-hutang yang dianggap sepele, misalnya pinjam uang Rp.1.000. Kerap kali hutang seperti ini terlupakan begitu saja, baik itu bagi orang yang berhutang maupun orang yang meminjaminya. Adakalanya orang yang meminjamkan tersebut ingat, namun sangat enggan untuk meminta kembali uangnya karena nominal yang tidak begitu banyak. Beda lagi dengan hutang yang nominalnya cukup besar. Hutang seperti ini tidak akan mudah dilupakan begitu saja. Bahkan akan menjadi beban tersendiri bagi orang yang berhutang dan begitu juga dengan orang yang meminjami akan terbebani dengan nominal besar tetapi tak kunjung dikembalikan.
Tidak hanya itu, dalam Islam berhutang tanpa berniat membayar dianggap sebagai pencuri. "Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri" (Riwayat Ibnu Majah). Dengan kata lain, resiko selanjutnya adalah disebut sebagai pencuri. Jadi masihkah kita akan menyepelekan hutang tanpa berniat melunasinya? Sungguh, postingan kali ini tidak bermaksud menggurui. Ini juga dilakukan untuk kembali mengingatkan diri sendiri dan tidak ada salahnya juga mengingatkan teman sekalian.  Semoga bermanfaat.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

4 komentar:

  1. hihihiiiihi...dalam kitabnya imam Dimyati المتجرالرابح pahala orang yang menghutangi itu tapi gede lho..*ini dalil buat yang memberi hutang....

    Dari sahabat Hudzaifah meriwatkan Rasulullah saw bersabda, "Malaikat menerima ruh seorang laki-laki yang hidup jauh sebelum kalian. Malaikat bertanya, "Apakah anda melakukan sesuatu yang baik? (ketika hidup). Lelaki itu menjawab, "Tidak". Malaikat berkata, "Coba kamu ingat" Lelaki itu berkata, "Dulu, saya pernah memberi pinjaman kepada seseorang, lalu saya menyuruh pegawai saya untuk menangguhkan pembayaran hutang orang itu hingga dia mampu membayar." Allah swt. berkata kepada para malaikat, Maafkan dia." {HR. Bukhori-Muslim}.

    tapi sekali lagi, ini dalil untuk yag memberi hutang..untuk mempermudah sang penghutang membayar..

    Dikatakan oleh Imam Syafii {inshaallah kalau saya tidak salah}, orang yang memberi hutang itu lebih baik dari orang yang shodaqoh. Sebab orang yang lebih sering dlam keadaan yang memang "pailit". dan memberikan kebahagiaan atau jalan keluar kepada orang yang kesusahan tentu mendapat pahala yang besar.

    bila dilihat dari sisi ini, pahala memberi hutang bukan soal banyak tidaknya, tapi seberapa butuh sang penghutang....


    dalil pagi penghutang, segera bayar...
    bagi yang belum hutang, jangan hutang.....


    #maaf, bukan menggurui...saling berbagi saja

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah terimakasih sudah menambahkan dan berbagi untuk dari segi yang memberi hutang. Memang kita sesama manusia harus saling membantu, apalagi jika ada saudara kita yang kesusahan. Salah satunya dengan memberi pinjaman. Ya, berarti kalau ada kita meminjamkan sesuatu, gak usah takut tidak kembali, karena dari yang saudara jelaskan, bahwa ada imbalan pahala untuk orang yang memberi hutang :D

      Delete
  2. Gara2 baca ini jadi inget utang nih. Beneran, ini nggak bohong.

    Entah ini kebetulan atau memang sudah diatur. Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin memang takdirnya seperti itu, kalau begitu terimakasih kembali :)

      Delete