Home » , » Kerajaan Tikus
Sunday, 1 June 2014

Kerajaan Tikus

Posted by Mungkin Blog on Sunday, 1 June 2014

Berikut ini merupakan cerpen khayalan dari adik saya yang bernama Taufik Alvaro. Masih duduk di bangku SMP kelas VIII, tadinya dia membuat cerpen ini untuk tugas bahasa inggris, tapi kayaknya gak ada tanda-tanda bakal diterjemahin. Akhirnya saya putuskan untuk menuliskannya disini, tentunya atas izin dari dia ya. Ceritanya tentang kerajaan tikus dan menurut saya cerpen ini lumayanlah dari pada saya yang gak pernah bisa buat cerpen ini. Tapi yang anehnya di beberapa kalimat dia malah nulis "seorang tikus" bukan "seekor tikus", hahaha ajaib dah. Kalau penasaran ceritanya langsung aja baca di bawah ini, jangan lupa komentarnya ya :)
* * * *

Pada suatu hari, ada seekor tikus yang ingin menjadi raja. Tetapi keinginannya belum tercapai, dan dia sering menghayal menjadi raja. Tikus ini bernama Tiny dan hidupnya hanya sebatang kara karena ibunya masuk perangkap yang dibuat manusia. Sedangkan ayahnya pergi meninggalkan Tiny entah kemana. Tiny mempunyai sahabat yang bernama Nobi. Nobi sangat cerewet dan sering berbicara sendiri. 
Beberapa hari kemudian, Tiny bersama sahabatnya bertemu dengan seorang putri raja yang sangat cantik. Ketika itu Tiny sangat suka dengan putri raja itu. Lalu Tiny menyapanya. 
“Hallo, namaku Tiny”, ucap Tiny. 
Sang putri menjawab dengan malu-malu, 
“Nama saya Viona”. 
Tetapi pada saat itu sang putri dijemput oleh ayahnya yang menjadi seorang raja di kerajaan tikus.
Keeseokan harinya, Tiny pergi ketempat peramal dan dia bertanya, 
“Apakah saya bisa menjadi kekasih sang putri?”, tanya Tiny. 
“Tidak, hidup seorang tikus sepertimu tidak akan pernah bahagia, apalagi menikahi seorang putri raja”, jawab seorang peramal. 
Tiny pun berlari ke rumahnya. Diperjalanan pulang Tiny bertemu dengan seorang peri. 
“Ada apa kamu gelisah seperti itu?”, tanya seorang peri. 
“Saya sedang memikirkan apakah tikus seperti saya dapat hidup bahagia dan menikahi seorang putri raja?”, jawab Tiny. 
“Tentu bisa”, ucap peri.
“Bagaimana caranya?”, tanya Tiny. 
“Hanya dengan meminum sebotol ramuan ini kamu akan hidup bahagia”, kata peri.
 “Benarkah? Terima kasih peri”, ucap Tiny dan sang peri pun pergi. 
Setelah meminum ramuan itu dia tidak merasakan apa-apa. Tetapi tidak lama kemudian dia menjadi tampan, gagah dan tinggi. Oleh karena itu, tikus datang ke kerajaan tikus untuk menemui sang putri. Putri pun terkejut ketika melihat Tiny telah berubah dari yang semulanya biasa saja menjadi tampan. Sang putri jatuh cinta dengan Tiny tetapi ayahnya sang putri tidak suka Tiny dengan Viona saling jatuh cinta. Ayah sang putri raja bernama Alda. Alda mengusir Tiny dari kerajaannya tetapi istrinya menolak. Istri raja bernama Vina. Akhirnya Tiny pergi walaupun dia suka dengan sang putri. 
Alda sang raja ingin menikahkan putrinya dengan tikus yang berasal dari kaum bangsawan yang bernama Craser. Raja ingin menjodohkan putrinya dengan Craser. Kabarpun tersiar ke berbagai negeri hingga sampai ke telinga Tiny. Tiny tidak terima jika raja dijodohkan dengan Craser yang ternyata anak dari peramal yang menyatakan Tiny tidak akan hidup bahagia itu, dan juga sebagai penyihir jahat yang berasal dari negeri lembah naga. Tiny kembali ke kerajaan tikus untuk menghentikan pejodohan yang akan dilaksanakan di kerajaan tikus. 
“Berhenti, batalkan perjodohan ini. Karena Craser bukan orang yang baik untukmu putri”, ucap Tiny. 
“Apa katamu, apa urusannya denganmu?”, tanya raja. 
“Karena Craser itu anak dari penyihir jahat bukan anak raja dari kerajaan lain”, jawab Tiny.
“Apakah itu benar Craser?”, tanya raja. 
“Ya, itu benar. HAHAHA”, jawab Craser. 
Craser pun menyihir Tiny dengan mantranya yang berwujud cahaya, tetapi dihalangi oleh ayah sang putri yang memakai baju baja berkilau sehingga cahaya sihir memantul dan mengenai Craser hingga Craser menjadi butiran abu. Pada saat itu sang raja terkena sedikit cahaya sihir sehingga hampir meninggal dunia dan sang raja menitipkan pesan terakhirnya kepada Tiny.
“Jagalah sang putri dan nikahilah dia”. 
Dan pada saat itu pun sang raja meninggal dunia. Seminggu setelah kejadian itu terjadi sang putri dan Tiny pun menikah sehingga Tiny menjadi raja di kerajaan tikus dan viona menjadi ratunya. Pada saat itu Tiny merasa bahagia karena impiannya yang hampir mustahil didapatkannya menjadi kenyataan dan terwujudkan. Akhirnya merekapun hidup bahagia di kerajaan tikus selama-lamanya. 
TAMAT
^_^

Gak tau juga kenapa ceritanya bisa kayak gini. Kebanyakan menghayal dan nonton film animasi kali yak -____- HAHAHA

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

16 komentar:

  1. yee akhirnya dua tikus bahagia dan hidup bersama selama-lamanya wkwk. jujur waktu kecil dulu gue suka banget baca-baca cerpen fabel seperti ini, meskipun hanya fantasi tapi enak banget ngebayanginnya. adik lo hebat banget yaa masih kelas 2 smp udah bisa cerpen yang bagus gini, gue dulu kelas 2 smp masih sibuk main layangan sama kelereng wkwk. hebat!

    gue suka banget ceritanya soalnya happy ending. untung saja Tiny tahu kalo sebenernya Craser itu adalah anak dari penyihir jahat. udahlah orang jahat pasti endingnya bakalan sengsara hehe. dan yang baik endingnya juga pasti bahagia. yaudahlah semoga Tiny dan Viona bisa hidup bahagia selama-lamanya dan dikaruniai anak yang banyak hahaha.

    Kak, follback blog gue yaa. makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeeee mereka bahagia prok prok prok hhahahahaha
      sama lah kita kalo gitu zam, klo aku sih ditambh main petak umpet juga tuh, wkwk
      duh jangan sampai punya banyak anak, ntar anak2nya malah main di atas loteng rumah kamu loh, hehehe ok ntar di follback, tnang aja :D

      Delete
    2. prok prok prok? kayak pak Tarno aja Kak wkwk

      main petak umpet kalo malam-malam ngumpetnya di tempat sepi malah bikin takut kalo pas sd dulu.

      waaah yaa tak usir tikusnya, trus tak suruh pindah ke rumah lo wkwk.
      okee makasih.

      Delete
    3. wkwkwk yakali pak tarno :p
      iya sih, agak merinding disco gitu,
      hahah gak bisa gitulah, kan kamu yang doain mereka biar banyak anak, hahaha

      Delete
  2. itu bukan tikus dalam negeri kan kak iva :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi pin, ntar deh ku tanya sama yg buat cerpen hahaha :D

      Delete
  3. Wahh adiknya kelas 8 nih? gak jauh beda sama gue ya? gue kelas 9. hihi..

    yahh crasernya mati? biasanya kalo di cerita fantasi, saya selalu dukung yang jahat loh..
    tapi gak di dunia nyata haha, saya juga punya hati.

    adik lu hebat ya, udah bisa buat cerita gini.. jadi pengen nulis gini juga ah. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahh iya bagus deh :D
      ya udah sih tulis aja, pasti lebih keren

      Delete
  4. Hahaha sama va, aku juga gak tau bikin cerpen. Pokoknya yang fiksi-fiksi gitu susah deh bikinnya. Adikmu berarti keren bisa bikin cerpen. Hahaha..

    Ini cerpennya bagus, cuma kurang panjang aja, terus ada tokoh-tokoh yang hilang dan gak muncul lagi, seperti ibu peri dan penyihir. Haha.. But Good Job. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti kita sehati dong kalau emang sama2 gak bisa, hahaha'
      iya sih, ya namanya juga dia masih belajar, makasih kritik dan sarannya :D

      Delete
  5. Kreatif bener. Kayaknya dia berbakat jadi penulis deh. Terbukti dari gimana dia mengkaitkan penyihir dan tokoh utama dan anak dari penyihir di akhir cerita. Satu tokoh dan tokoh lain berkesinambungan, dan membuat cerita yang sepeeti itu pasti susah banget. Kerenlah, keren banget. Moga kalo adeknya Kak Iva baca komentar2 di postingan ini jado semangat bikin cerpen lagi. Haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya juga ya hud, aku baru ngeh kalau dia bisa ditingkatkan lagi kemampuan nulisnya, kayaknya sih emang udah ada modal. Iya dia pasti baca kok hud, kan dia pasti penasaran gimana penilaian org lain terhadap cerpennya :D

      Delete
  6. penulis fantasi nih....kakaknya punya tugas bimbing ke arah yang benar untuk jadi penulis surealis....jangan dibiarkan bakatnya tersi-sia.....bilang ke adiknya....terus berkarya...jangan berhenti....

    sering di beliin buku fantasi aja :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia akan baca komentar ini kok tanpa harus dibilang ehehe, iya ntar di tuntun dah, hehe :)

      Delete
  7. ._. kok lucu sih kak.. tapi bagus loh.. aku aja umur segini kalo disuruh bikin cerpen agak males, apalagi fabel.. imajinasinya tinggi.. bagus bagus..

    ReplyDelete