Home » , » Aku Sesak
Thursday, 11 September 2014

Aku Sesak

Posted by Mungkin Blog on Thursday, 11 September 2014

Buih bergumpal-gumpal menepi bersama hempasan air laut menuju bibir pantai itu kala aku dan kamu larut dalam malam yang penuh kabut. Kita berdiri berhadapan di bawah cahaya bulan dan gemintang yang berpendar indah. "Aku sesak, sayang", kataku penuh keluh kesah padamu. "Sudahlah sayang, tak perlu lagi kamu bahas masa lalu yang tak berpihak kepadamu. Tenanglah disini ada aku", katamu sembari merapihkan rambutku dan mengelus-elus kepalaku. Ya itulah kamu, selalu memanjakanku, tapi kamu tak pernah mau mengerti apa yang aku inginkan dan apa yang aku maksud. "Kamu gak akan pernah ngerti sama yang aku rasakan, sayang", aku marah lalu menepis elusan tanganmu yang masih betah bermain di rambutku.
"Kamu kenapa begini sayang? Kamu marah sama aku? Aku sayang sama kamu. Sudahlah lupakan saja sakit masa lalu itu", kamu mendekapku begitu hangat. Terasa dadamu begitu berdebar tak beraturan, tidak seperti biasa. Iramanya tak menenangkanku, malah semakin membuncahkan dan membuyarkan akal pikiranku. Aku lihat mukamu begitu pucat, mungkin kamu sedikit takut melihat sikapku saat itu. "Sayang, tolonglah mengerti rasanya begitu sesak!!", aku berusaha meredam amarahku. Ku raih kedua pipimu yang sangat dingin karena disapu-sapu oleh angin malam. "Aku serius, aku takkan menyakitimu, takkan membuatmu sesak lagi!", balasmu sambil mengambil dan menggenggam kedua tanganku. Ku dekatkan pipiku dengan pipimu agar mulutku tepat berada tepat dihadapan telingamu. Sambil menahan hasrat yang hampir meledak dari tubuh, aku terbata-bata mengumpulkan kata untuk mengungkapkan betapa aku sesak, "Sayang, aku sesak. Sesak sekali. Sesak pipis nih sayang, aku ke toilet dulu ya!"

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment