Home » , , » Kabut Asap Jilid 2, Stop Karhutla!
Wednesday, 17 September 2014

Kabut Asap Jilid 2, Stop Karhutla!

Posted by Mungkin Blog on Wednesday, 17 September 2014

Kabut Asap Jilid 2, begitulah orang-orang menyebutnya. Sejak 3 hari yang lalu Riau kembali dikepung kabut asap. Terhitung sejak tahun 2014, kasus kabut asap ini adalah yang kedua kalinya terjadi setelah sebelumnya kabut asap sempat mengabu-abukan Kota Pekanbaru dan sekitarnya pada bulan Februari lalu. Oleh karena itu banyak orang menyebutnya Kabut Asap Jilid 2. Apakah ini akan berlanjut hingga jilid berikutnya? Entahlah, sebagai penikmat kesegaran Kota Pekanbaru setiap paginya, saya merasa kecolongan. Siapa lagi yang membuat saya sesak seperti ini? Apakah tidak cukup hati aja yang merasa sesak akibat selalu patah hati? Haruskah paru-paru juga sesak?
Penyebab Kabut Asap
Doc. Pribadi
Kabut asap adalah bencana yang seperti dibuat-buat sendiri oleh manusia yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kenapa saya katakan demikian? Para pembakar hutan, saya rasa mereka cukup bingal. Sudah tahu membakar hutan akan berakibat fatal, tidak hanya melanggar hukum namun juga membuat orang disekitar sengsara oleh ulahnya. Tetapi masih ada saja yang tidak peduli dan seperti acuh tak acuh, padahal kejadian sebelumnya sudah seharusnya dijadikan pengalaman. Sampai kapan hutan Indonesia akan terus dibakar dan dihancurkan seperti ini? Kita tahu hal tersebut salah, lalu kenapa masih dilakukan? Itulah manusia, mempunyai sifat yang tidak cepat puas dengan apa yang didapatkan. Bahkan untuk melakukan hal yang salah saja manusia akan siap jika itu dapat menguntungkan walaupun untungnya hanya sesaat. Para pelaku berdalih karena ingin membuka lahan. Haruskah hutan dibabat habis dengan cara dibakar? Tidak habis pikir, kenapa pikiran mereka begitu sempit. 
Keluh Kesah Kabut Asap
Sebagai penikmat terpaksa aroma kabut asap akibat karhutla, saya hanya bisa katakan “cukup!!”. Seandainya ada kamera disini, saya pasti sudah melambaikan tangan untuk katakan sudah tidak sanggup lagi. Kalau disuruh memilih antara Kota Pekanbaru panas tanpa kabut asap vs Kota Pekanbaru adem namun ada asap, saya tentu lebih memilih Kota Pekanbaru panas tanpa kabut asap. Banyak orang bilang berada di Kota Pekanbaru seperti manusia yang digoreng. Atas bawah minyak (bawah: minyak bumi dan atas: minyak kelapa sawit) + terik matahari = manusia goreng. Tidak apa saya jadi manusia goreng, asal jangan manusia salai, diasapi seperti ini. Sepanas apapun Kota Pekanbaru saya bisa terima, toh hanya kulit yang merasakan panas. Nah, kalau kabut asap seperti ini, banyak yang harus menderita, mata perih, tenggorokan kering, dada sesak dan hebatnya lagi kepala jadi pusing.
Bukti yang Kuat, Belum Diketahui Tindaklanjut Hukum?? :O (riaupos.co)
Lindungi Hutan!
Kalau sudah begini, siapa yang harus kita salahkan dan siapa yang harus bertanggung jawab. Bagaimana sebenarnya hukum di Indonesia ini? Tidak habis pikir mengapa masyarakat begitu mudahnya membabat habis hutan hanya untuk kepentingan pribadi. Seakan-akan peraturan itu ada untuk dilanggar bukannya dipatuhi. Jika memang masyarakat yang melanggar aturan, seharusnya pemerintah bisa menindaklanjuti hal ini. Memang sudah banyak para tersangka karhutla yang ditangkap, namun ternyata belum juga ditindak lanjuti. Pemerintah seharusnya mengkaji lagi mengapa sampai bisa terjadi berulang kali seperti ini. Kalau sudah seperti ini, bagaimana? Disatu sisi ada masyarakat yang tidak peduli akan hutan, para tersangka karhutla contohnya. Sebaliknya disatu sisi tidak sedikit pula masyarakat yang susah payah menanam pohon demi anak cucu dikemudian hari. Hmmm entahlah. Bapak SBY dan Bapak Presiden terpilih Bapak Jokowi, tidakkah ingin melindungi hutan Indonesia? Kenapa hukum tentang perlindungan hutan di Indonesia seperti tidak begitu dipedulikan? Padahal kebakaran hutan dampaknya begitu jelas terlihat. Jika bukan kita, siapa lagi yang harus melindungi hutan ini. Bagaimana mungkin para tersangka kasus Kabut Asap Jilid 1 saja belum ditindak lanjuti. Kalau terus begini, para pelaku lain tidak akan segan-segan untuk terus bakar dan membakar hutan. Padahal Bapak SBY sudah berjanji sebelumnya untuk meminimalkan terjadinya karhutla, lalu sekarang buktinya Kabut Asap Jilid 2 menghantui hari-hari kami disini. Jika terus seperti ini, tidak ada kata tidak mungkin untuk melanjutkan hingga jilid 3,4,5 sampai jilid 100. Ini sama saja membunuh secara perlahan. Capek juga batuk-batuk terus Pak, hehe :)
Mari kita sama-sama stop kebakaran hutan dan lahan. Ayo ikut berpartisipasi mengeluarkan suara untuk mendorong dan mengawasi presiden terpilih untuk melindungi lingkungan dengan bergabung di 100 Persen Indonesia. Jangan ada lagi Kabut Asap Jilid 3 atau jilid-jilid lainnya. Sudah cukup kabut asap mengantui kita!
http://www.100persenindonesia.org/

https://secured.greenpeace.org/seasia/id/aksi-kamu/kampanye-kit-kamu/

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. Duhh.. Gak kebayang tiap hari lihat asap di kota, bangun pagi mau hirup udara segar malah hirup asap. :(
    Iya, pemerintah masih kurang tegas sih. Pelaku pembakaran hutan yang jilid 1 aja belom jelas sekarang statusnya gimana. Ada pembiaran..

    Semoga masyarakat pekanbaru diberikan kesabaran. :')

    ReplyDelete
  2. kasian sama orang2 pekanbaru sana. disitu dipekanbaru situ ga ada bupati, gubernurnya ya? kok sampai segitunya ke pak presiden. harusnya untuk masalah kayak gitu, kalau jajaran pemerintahan disana berani, pasti ga ada lagi kabut asap. wong pemerintah kok takut sama pelaku kriminal. kecuali kalau pemerintah sana emang kriminal2 juga

    ReplyDelete