Friday, 25 July 2014

Rindu

Masih persoalan tentang seorang lelaki dan wanita dalam gelora rasa. Ditepian sungai, wanita itu duduk termenung meratapi rindunya yang kian megap, kerap kali penuh sesal saat lelakinya ada ia malah beragam. “Cinta, ratusan kilo memisah jiwa dan zahir kita. Tapi yakinlah bahwa hati kita tidak. Lihatlah mereka mempertawakan rinduku. Hei kalian, tak usahlah kalian memperolok rindu, belum pernah merindu sedalam ini? Jika nanti, bisa jadi kalian lebih buruk dalam merindu!”. Wanita itu berhasil menganaksungaikan air mata di pipinya, deras sederas aliran sungai tepat dihadapannya. “Terlalu burukkah rasaku ini? Kamu tenanglah disana, aku disini masih setia menanti saat dimana kamu berada dipersisianku, membunuh rindu, bersama!”