Home » , , , » Surat untuk Tama *1
Thursday, 14 April 2016

Surat untuk Tama *1

Posted by Mungkin Blog on Thursday, 14 April 2016

Hai, Tama! Apa kabarmu sekarang? Aku gak tau harus mulai surat ini dari mana. Hari ini tepat 13 tahun sejak aku mengenal kamu. Juga tepat 11 tahun sejak aku mulai menyayangimu, kamu pun tau itu kan? Bahkan pada saat itu akupun tak tau apa itu sayang dan apa itu cinta. Pertama kali aku jadi pecundang. Aku tak peduli apa artinya semua itu. Aku lebih suka untuk melihatmu lebih lama. Tama, aku tidak tau bagaimana kamu sekarang. Sudah lebih dari 5 tahun aku tidak pernah melihatmu lagi. Rasa itu tidak pernah berubah sedikitpun. Aku butuh satu alasan untuk tak lagi mengingatmu, tapi aku tak mendapatkannya. Izinkan aku untuk menceritakan dari awal bagaimana semua itu bermula. Semoga kamu betah membaca surat demi suratku untukmu.

Aku masih mengingat dengan jelas bagaimana cinta pertamamu menganggapmu seperti sampah.  Ups maaf, aku terlalu frontal ya? Hmmm padahal jelas dimataku, kamu adalah segalanya. Masa itu, aku selalu mengenangnya, Tama. Bagaimana kita menjadi jauh padahal dulunya kita selalu bermain bersama, di sekolah dasar. Betapa lugunya saat itu, kita tak mengenal rasa ini. Namun, semua berubah disaat kita mulai remaja, bangku SMP. Kamu asyik dengan temanmu dan aku asyik dengan temanku. Kita tak lagi dalam lingkup yang sama waktu itu kan? Aku ingat bagaimana aku menatapmu dari sudut lorong sekolah. Menatap nanar ke arahmu. Kamu sedang bersenda gurau bersama teman-teman sekelasmu. Sesekali kamu menoleh kearahku, seperti tau aku sedang mengawasimu.  Aku hanya bisa berpura-pura membaca buku matematika tiap kali kamu mengarahkan pandangan kepadaku. Kamu tau kan, aku saja tidak suka pelajaran matematika. Itu hanya pengalihan bagiku.

Masih banyak yang mau aku ceritakan tentang kamu, Tama. Surat kali ini cukup untuk membawamu ke masalalu kan? Semoga kamu masih betah membaca surat-suratku yang berikutnya. Sehingga kamu akan mengerti bagaimana rasa itu tumbuh dan tak pernah habis untukmu. Sudah dulu ya, nanti ku tulis lagi surat untukmu.

Teluk Kuantan, 14 April 2016
With love,
Zee

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

1 komentar: