Home » , , , » Surat untuk Tama *2
Tuesday, 20 September 2016

Surat untuk Tama *2

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 20 September 2016

Hai , Tama. Apa kabar kamu disana? Masih ingat suratku bulan April lalu? Aku sudah cerita tentang masa remaja kita. Disitulah awal mula semua rasa. Sebenarnya aku tak mau bertahan selama ini. Sebelas tahun, Tama. Sebelas tahun lamanya aku dengan perasaan yang sama. Kamu tau aku begitu mengharapkanmu. kamu tahu, Tama. Namun selalu tak mau tahu. Hhmm. Ohya, Tama. Seperti katamu kemarin, kenapa aku harus bersama orang lain kalau memang benar mencintaimu? Jujur, sulit memang untuk melupakanmu. Itu hanya satu alibi agar aku bisa setidaknya mencoba untuk membuka hati pada yang lain. Aku sudah coba, karena kamupun inginkan aku kembalikan rasa kepada sebuah rasa persahabatan. Tapi aku tau, Tama. Setiap kali aku mencoba membuka hati, itu semua takkan berlangsung lama. Sebab hati ini sesungguhnya hanya terfokus pada kamu. Hubungan aku dengan sesiapapun itu selalu kandas hanya karena aku bosan sebab menjalani tanpa cinta. Kini aku sadari bahwa aku tak boleh lagi menciptakan asa pada pemilik rasa. Mereka bilang aku meninggalkan, bukan. Hanya saja memang hatiku yang tertinggal sejak awal. Padamu. Jadi, biarkan aku menyimpan sendiri walau hanya berbalut luka, biarlah daripada mengikutsertakan dan menyakiti orang lain.

Tama, kamu mungkin takkan pernah percaya. Bahwa ada wanita seperti aku yang mencintaimu seburuk itu. Aku pun tak pernah terpikir untuk terjebak sekian lama pada hatimu. Semua mengalir begitu saja. Aku tahu, tak ada cinta yang tak merasa sakit saat tak memiliki. Aku akui. Hanya saja ada beberapa cinta yang kuat walau tak memiliki. Btw, kamu disana sudah punya tempat untuk memulangkan rindu belum? Apa kamu pernah dikedaaan semenyedihkan aku? Semoga tidak, ya! Semoga kamu selalu bahagia disana. Tentang masalah hidupmu, aku do'akan selalu agar kamu tegar dan kuat menjalani hidupmu. Ohya sebelum aku sudahi surat ini. Perlu kamu tahu, aku disini selalu berjaga-jaga kalau saja kamu mau sedikit berbagi mengurangi beban pikiranmu. Aku bersedia. Terimakasih sudah mau baca suratku lagi. Surat yang tak perlu dibalas dengan surat, mungkin sesekali kita bisa bahas isi surat ini di obrolan BBM kita. Sudah dulu ya Tama. Semoga kamu tak keberatan selalu ku buatkan surat. Hehe.

Teluk Kuantan, 20 September 2016

Zee

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment