Home » , , » Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan)
Saturday, 1 October 2016

Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan)

Posted by Mungkin Blog on Saturday, 1 October 2016

Awal-awal tahun 2016 masyarakat Kab. Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mulai gencar mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Kuansing. Salah satunya adalah air terjun. Sebelumnya di Kuansing hanya ada 2 air terjun yang dikenal luas yaitu Air Terjun Guruh Gemurai dan Air Terjun Batang Koban. Selain itu, ternyata masih banyak surga tersembunyi lainnya yang ada di Kuansing. Kalau dihitung-hitung ada sekitar 20 air terjun yang sudah saya ketahui. Nanti saya bahas lagi air terjun tersebut di artikel berikutnya. Nah, kali ini saya akan bahas tentang Air Terjun Batang Ogan (Tangogan). Mudah-mudahan bisa jadi referensi tempat berkunjung apabila ke Kuansing, Riau.

Letak Air Terjun Batang Ogan (Ngarai Tangogan)
Air Terjun Batang Ogan (Tangogan) terletak di Desa Lubuk Ambacang, Kec. Hulu Kuantan, Kab. Kuantan Singingi, Riau. Air Terjun Batang Ogan sering disebut juga Ngarai Tangogan, karena memang air terjun tersebut terletak diantara ngarai atau bebatuan tinggi. Nah, untuk menuju ke air terjun tangogan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari Kota Teluk Kuantan (ibukota Kab. Kuansing). 
Air Terjun Batang Ogan (Ngarai Tangogan)- Doc. Pribadi
Akses menuju Air Terjun
Air terjun ini memang baru-baru ini dibuka untuk umum. Menurut masyarakat setempat, sebenarnya sudah sejak lama air terjun ini ditemukan. Hanya saja karena alasan keselamatan, akses yang sulit sehingga membuat air terjun ini belum dapat diakses oleh publik. Awal tahun 2016 ini air terjun ini baru mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan. Menurut masyarakat setempat pula, dulu akses ke air terjun tersebut sangat-sangat sulit. Padahal kalau menurut saya sendiri, sekarang pun masih tergolong sulit. Tepatnya pada tanggal 27 Maret 2016 yang lalu, saya bersama adik dan teman-teman main di kampung berhasil sampai ke air terjun ini. Kami berangkat sekitar pukul 10 dan sampai didekat air terjun sekitar pukul 11. Air terjun ini tidak sulit untuk ditemukan, sampai di daerah Lubuk Ambacang kita akan melihat kantor camat Hulu Kuantan. Tak jauh setelah kantor camat, ada jalan tanah membelok ke kiri. Disanalah jalan masuknya, ada spanduk yang menandakan ke arah tersebutlah kita kalau mau menuju air terjun.

Sesampainya disana, berhubung pagi itu habis hujan, maka jalan sedikit licin. Jalan tanah masih harus ditempuh sekitar 300 meter. Sempat terjatuh di dekat jalan penurunan yang licin, tapi ya bangkit lagi dong. Nah, tak jauh dari situ akan ada lagi petunjuk arahnya. Disinilah kita harus memarkirkan kendaraan, karena susah kalau mau masuk dengan kendaraan. Kalau pakai tracker mungkin bisa. Lalu kemudian dilanjut dengan berjalan kaki, memasuki kebun karet milik warga sekitar. Jalannya becek dan licin. Ternyata gak cuma sampai disitu, lepas dari kebun karet tersebut kami harus menyeberangi sungai kecil. Sungainya bagus loh, airnya bersih dan jernih, sejuk. Setelah turun ke sungai, kami harus naik tangga lagi, karena air terjunnya ada disebelah bukit kecil tersebut.
Lewat Dikit dari Kebun Karet, dikit lagi sampai lokasi

Mendaki gunung, lewati lembah ~~

Pada kesusahan turun ke sungai, wiwik malah foto-foto -___-'

Keindahan Air Terjun Batangogan (Ngarai Tangogan)
Sesampainya di atas, kita akan disuguhi tempat seperti kolam renang alami yang airnya langsung menuju air terjun tersebut. Ngarai yang tinggi mengelilingi air terjun tersebut. Kalian bisa liat fotonya dibawah ini. Itu, air terjun, gak tinggi sih, tapi keren. Kalau bisa berenang, bisa langsung loncat dari bebatuan dibawah itu dan langsung terlihat air terjunnya.
Air Terjun Tangogan (Doc. Pribadi)
Nah, kalau gak bisa berenang atau takut loncat dari batu yang tinggi, ada alternatif lain. Kita bisa turun lewat jalan yang satu lagi, tapi harus lewati medan yang cukup sulit. Tidak ada tangga untuk turun kebawah, hanya ada akar-akar batang yang membantu berpegangan disaat turun pada jalan yang sedikit terjal. Jadi, jangan coba-coba pagai higheels kesini ya. hihi. Perlu perjuangan sih, tapi kalau sama-sama tidak akan terasa sulit. Kami sempat mengeluh sih, rasanya pengen pulang dan gak jadi lanjutin lagi. Tapi kata teman saya yang udah duluan kesini, katanya gak kan nyesal. Semua terbayar kalau udah sampai bawah. Mau liat video kami turun berpegangan pada akar? Ini videonya ^.^


Oke, makanya kami lanjut. Setelah melewati medan terjal yang terakhir, kita akan disuguhi kolam alami dan walaaaa emang keren banget. Rasa capek terbayar sama pemandangannya, kami dikelilingi tebing tinggi (ngarai). Airnya sangat jernih, katanya sih airnya kadang hijau kadang biru. Tapi waktu kami kesana, airnya hijau. Mungkin karena sangat jernih, jadi lumut-lumut pada bebatuan di dasar air membuatnya jadi seakan berwarna hijau.

Di kolam alami paling bawah ini ada akar pohon yang bisa digunakan untuk bergelantungan seperti Tarzan dan lalu terjun ke air. Ada juga tali yang di rentangkan dari kiri ke kanan ngarai, bisa juga untuk memacu adrenalin. Keren deh. Nah, kalau dari kolam ini kita terus berenang melalui lorong yang sedikit menyempit, disebelah sana kita akan lihat air terjun yang ditemui pertama tadi. Keren.
Berenang ke lorong kecil di ujung sana, maka disanalah air terjunnya
Di Tangogan ini juga ada banana boat alami loh, dari batang kayu LOL, sering dijadikan pelampung sih. Gak tau deh sekarang masih ada apa tidak. Hehe.

pelampungnya tangogan
Itu dia keindahan Air Terjun Batang Ogan (Ngarai Tangogan), semoga bisa membantu untuk referensi. Jangan lupa, tetap jaga keindahan alam. Kalau bukan kita, siapa lagi. Inilah Indonesia sob, tak henti-hentinya terpesona dengan keindahan alamnya. I love Indonesia and I love Kuantan Singingi. Basatu Nagori Maju. Bonus nih, foto-foto dari instagram saya, hehe.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. meskipun aksesnya agak menantang, tapi cukup senang bisa liat segernya air terjun dan mandi sungai. sekarang ini kalau mau cari tempat yang beginian payah, mesti nyusuri hutan lewati bukit baru dapat. cak ke kota sungai sudah jorok.

    ReplyDelete