Home » , » Pendapat Wisatawan dari Luar Riau tentang Festival Pacu Jalur 2016
Sunday, 2 October 2016

Pendapat Wisatawan dari Luar Riau tentang Festival Pacu Jalur 2016

Posted by Mungkin Blog on Sunday, 2 October 2016

Kota Jalur, begitulah orang menjuluki kotaku. Salah satu kota kecil yang merupakan ibukota Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau yaitu Kota Teluk Kuantan. Orang sering menyebutnya Kota Jalur, karena ada sebuah tradisi unik yang sudah berumur lebih dari 1 abad dan tidak akan ada ditemui dimanapun selain disini. Tradisi itu disebut Pacu Jalur. Pacu Jalur merupakan sebuah lomba adu kecepatan jalur (sampan/perahu panjang). Jalur tersebut diutus dari setiap desa/dusun di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), bahkan dari luar Kuansing dan dulu juga sempat ada utusan negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Jalur-jalur yang berpacu diberi nama dan memiliki ciri khas masing-masing. Pacu Jalur diadakan dibeberapa rayon di setiap tahunnya dan acara puncaknya sekitar akhir bulan Agustus, karena Pacu Jalur diadakan untuk merayakan HUT Republik Indonesia. Kalau mau penjelasan lebih lanjut bisa baca di artikel Kota Jalur, Teluk Kuantan (Pacu Jalur) atau untuk penjelasan yang sangat rinci dan berurutan dari awal sampai akhir tentang Pacu Jalur bisa dibaca pada blog mantan teman saya diartikel Pacu Jalur, Budaya Kuansing yang Paling Indonesia (artikel ini dulu saya yang tulis ^.^).
Akibat kepikiran sama suasana Pacu Jalur, karena emang belum bisa move on dari suasananya yang sangat ramai, jadilah saya kepikiran untuk membuat artikel tentang pendapat wisatawan tentang Pacu Jalur. Memang tahun ini rasanya sangat membludak. Hari terakhir saja, pulangnya harus ngantre sekitar 1 jam.

Lalu saya mencoba mencari narasumber untuk dimintai pendapat tentang pengalamannya menonton Pacu Jalur. Kalau hanya wisatawan dari luar kabupaten atau luar provinsi yang masih di Pulau Sumatera, mungkin akan jadi hal biasa. Makanya saya mencari wisatawan yang hadir pada Pacu Jalur 2016 kemarin yang asalnya bukan dari Pulau Sumatera. Siapa orang yang terpikir oleh saya pertama kali? Komo Ricky, itu loh host Katakan Putus. Ya, realiti show tersebut memang sempat shooting satu episodenya di Teluk Kuantan pada saat Pacu Jalur. Terlepas dari acaranya ini settingan atau apalah, tapi yang terpenting wisatawan sudah bertambah dan Pacu Jalur pun bisa sekalian ditampilkan.
Katakan Putus di Teluk Kuantan waktu Pacu Jalur
Namun saya kepikiran lagi, pasti susah menghubungi dan minta waktu untuk mewawancarainya lagian gak mungkin juga mau, maka saya carilah kesana-kemari dan dapatlah satu orang wisatawan dari luar Pulau Sumatera yang menyaksikan Pacu Jalur tahun ini. Dialah Ian Sofiana Gunawan (akun instagram: @iannoooo) yang berasal dari Tasikmalaya, tapi sekarang lagi kuliah + kerja di Bogor. Saya hubungi lewat akun instagramnya dan dari situlah saya tau bahwa ia memperoleh informasi tentang Pacu Jalur melalui internet dan teman kontrakannya yang ternyata juga merupakan orang Kuansing. Kalau dilihat dari foto-foto di akun instagram miliknya, terlihat bahwa memang Ian ini seorang traveller yang hobby mengeksplor hal-hal indah dan menarik yang ada disekitarnya. Btw, kalian bisa stalking dan follow yaa. Hihi :D
Nah, postingan kali ini bertujuan untuk sekalian mempromosikan wisata budaya Pacu Jalur yang ada di kampung saya ini. Dengan ini, saya berharap beberapa dari kalian (terutama yang belum pernah lihat Pacu Jalur) yang membaca artikel ini mendapatkan sedikit gambaran dan referensi tentang Pacu Jalur. Tradisi kami tidak kalah indahnya dengan tradisi dari daerah lainnya di Indonesia. Banyak kesan dan pesan yang dapat kita ambil dari budaya Pacu Jalur. Sehingga nanti diharapkan semakin banyak wisatawan hadir ke kota kami. Supaya tidak terlalu bertele-tele, maka langsung saja saya sajikan isi wawancara saya tadi dengan narasumber (IG: @iannoooo). Memang tidak semua saya tampilkan disini, ini intinya saja. Cetak tebal merupakan pertanyaan dan huruf miring adalah jawabannya.
Bukti chat ini real, ini salah satu ss chatnya

  • Asli dari mana nih? Saya asal dari Tasikmalaya tapi sekarang sedang kerja + kuliah di Bogor Jawa Barat. 
  • Jadi saya tau akun ini dari adminnya @kuansingpict. Tadi saya tanya sama adminnya, kira-kira ada gak wisatawan dari luar Riau yg datang terus upload foto waktu di Pacu Jalur kemarin? Nah, jadilah saya diberitahu akun ini. Mau nanya-nanya nih. Kapan ada waktu? Gak banyak sih, butuh pendapat sedikit aja. Ok ok. Ia kemarin sempat nonton. Boleh sekarang juga
  • Oke langsung aja ya. Pertanyaan pertama, dari mana Anda tau tentang Event Pacu Jalur di Kuansing dan apakah ada teman atau kerabat di Riau yang menjadi tourguide? Dari teman dan internet. Teman ada, kebetulan di bogor kami mengontrak rumah sama mahasiswa asal kuansing 
  • Ok, lanjut nih. Baru pertama kali liat Pacu Jalur atau sudah sering? Kemudian apa pendapat dan apa yang dirasakan saat melihat Pacu Jalur? Yes pertama kali nonton pacu jalur. Pendapatnya tentang pacu jalur, event yg luar biasa keren, luar biasa menarik, luar biasa kaya, luar biasa indah... actually pertama kali nonton speachless karena antusiasme masyarakatnya yg amazing bgt, apalagi pas final... cuman sdikt ada kecewa ketika semifinal ada bentrok gitu antar peserta. Yg di rasakan... bangga dan senang bisa berada di tengah tengah masyarakat kuansing yg selalu menjunjung tinggi nilai budaya nya dan mempertahankannya event pacu jalur... merasa ada bnyk nilai dalam event ini, nilai cinta akan tanah sendiri, budaya, silaturahmi, kebersamaan 
  • Waahhh. Tapi iya sih, saya sbg masyarakat Kuansing jg menyesali kejadian tersebut. Ohiya ada momen paling berkesan gak selama di Kuansing kemaren? Ia sayang banget, apalagi kan yg nonton ada anak kecil, masa ia berantem depan anak kecil.. ampe ampe sebelah saya little girl ketakutan. Momen paling berkesan sebenarnya banyak sih.Mungkin pas nonton pacu jalur itu, selain fokus ke pertandingannya.. ada ciri khas nya yaitu radio, kertas undian, dan pulpen. Tiga hal itu yang ga lepas dari masyarakat yg kemarin nonton.. saya kira awalnya ini kenapa lagi nonton pada pake headseat, ternyata mereka lagi ngedengerin pacu jalur dan siapa pemenangnya via radio.. bahkan ada dekat saya yg ampe pake hape dan antenanya itu dari bungkus rokok.. kertas + pulpen di pake buat nulis dan itu pasti nulis siapa pemenang dan undian selanjutnya... dari situ bisa di liat sih antusias masyarakatnya kan tinggi banget 
Ini bener banget, komentator Pacu Jalur yang siaran langsung di radio emang keren deh. Banyak yang salut, kenapa komentatornya bisa ngomong secepat itu. Ngalahin komentator bola lah. hoho. Bisa didengar dari video ini.


  • Haha bener banget, kalau nonton gak pakai 3 itu rasanya pasti ada yg kurang. Apakah ada saran yang mau disampaikan, kepada pemerintah/masyarakat Kuansing untuk pelaksanaan Event Pacu Jalur untuk kedepannya? Apa ya...Pemerintah... mungkin konsepnya harus lebih tertata lagi, biar eventnya lebih di kenal.. promosi lebih di gencarin, atur tempat parkir nya.. sama penataan pedagang. Masyarakat kuansing... semoga lebih mencitai lagi budayanya, bantu pemerintah promosiin budayanya, no anarkis lagi seperti kemarin, berjuang buat para jalur yg lain agar jdi number one, keren. Actually I very bless watch Pacu Jalur 

  • Makasih banyak ya udah luangin waktunya buat jawab-jawab pertanyaan dari saya. Last nih, kalau ada kesempatan dan waktu, kira-kira di tahun depan masih mau gak hadir di Kuansing untuk liat Pacu Jalur? Sama sama, senang sekali bisa membagi pengalaman berpetualang saya.... Mauuu bgt mau klau ada kesempatan dtng lagi, SEMOGA.
  • Nah, itu dia sob wawancara saya dengan salah satu wisatawan dari luar Riau yang hadir pada perhelatan Pacu Jalur tahun 2016. Memang saya setuju dengan pendapatnya, pemerintah harus lebih gencarin promosi lagi, masyarakat juga harusnya menjaga budaya dengan memahami nilai-nilai dan norma-norma yang terkandung didalamnya. Yuk, kita jaga dan lestarikan budaya dari leluhur kita. Orang yang bukan dari Riau saja sangat antusias untuk menyaksikan Pacu Jalur. Seharusnya kita lebih dari itu, kan? Basatu Nagori Maju. Kuansing, saya bangga lahir disini dan saya bangga menjadi bagian dari cerita ini. Sekian, semoga dapat menjadi referensi wisata budaya bagi kalian yang hobby travelling. Terimakasih sekali lagi untuk Ian yang sudah mau bela-belain balesin DM dari saya ini. Hehe. See you..

    Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

    Previous
    « Prev Post

    0 komentar:

    Post a Comment