Home » » Penipu Hati
Wednesday, 30 November 2016

Penipu Hati

Posted by Mungkin Blog on Wednesday, 30 November 2016

Rinai hujan waktu itu enggan memberitau sebuah kepastian, karena akupun tak mengizinkan. Ada debar yang tak biasa kala bola mata itu bermain dihadapku. Aku tak terlalu percaya diri untuk menyebut itu cinta. Menyeruak seluruh relung hati. Irama rintik hujan seakan sepi sahaja, tak ku dengar. Hanya degup irama ketakutan. Benar, tak ku inginkan. Tapi tak bisa ku bilang tidak.

Awan hitam enggan menumpahkan segala isinya. Ia tak ingin menjadi penyebab rasa yang tak bersalah menjadi suatu kesalahan. Angin pun begitu, hanya sesekali menyapu anak rambutnya. Tak mau pula menjadi penyebab terpesonanya seorang penipu.

Sendu hatiku pilu. Semakin kuat teriakan "tidak", semakin jelas ia menjadi "iya". Leburlah bersama malam. Tentu saja, aku tak mau. Menjadi penipu hati diri sendiri. Rumput pun hanya tertawa saja melihat seorang wanita penipu ulung menertawai dirinya sendiri. Senyum yang dimodifikasi menjadi rengut. Tangis yang disembunyikan oleh tawa. Menyedihkan sekali. Dasar penipu! Pantas saja tak ada hati yang bersedia memberi ruang. Memang aku tak pantas untuk itu! Maafkanlah!

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment