Home » , » @selasiban_komik: Komik Lokal Kuantan Singingi
Tuesday, 31 January 2017

@selasiban_komik: Komik Lokal Kuantan Singingi

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 31 January 2017

Setelah seminggu yang lalu saya review sebuah akun instagram kuansingpict. Akun kuansingpict lebih identik dengan gambar atau foto yang berkaitan dengan Kab. Kuantan Singingi (Kuansing), Riau (kampung saya). Nah, kali ini saya juga akan review sebuah akun instagram lagi. Saya akan membahas sebuah akun yang juga mengedepankan tentang Kuantan Singingi, namun dituangkan dalam bentuk komik di instagram. Akun tersebut adalah selasiban_komik. Siapa authornya? Kenapa diberi nama selasiban_komik? Yuk kita bahas, kebetulan saya pun sudah menanyakan beberapa hal tersebut kepada author selasiban_komik.
Awalnya saya sudah mengikuti akun selasiban_komik sejak lebih dari sebulan yang lalu. Tentu saja lagi-lagi karena promosi yang dilakukan akun kuansingpict. Admin kuansingpict merepost sebuah komik sebagai berikut:
Terlihat pada komik tersebut seperti gambar "batman" dengan tulisan "kaluang epak-epak". Dalam bahasa Kuansing kaluang berarti kalong, memang identik dengan batman dan kaluang epak epak itu sendiri merupakan judul lagu dendang Kuansing yang merupakan lagu favorit saya untuk kategori lagu dendang (haha). Sejak melihat komik itu saya mulai tertarik dan dilanjutkan dengan mengikuti akun selasiban_komik. Saking tertariknya saya dengan komik ini, akhirnya saya kirim pesan di instagram untuk mewawancarai pemilik aku selasiban_komik. Walaupun pada awalnya, adminnya sedikit malu-malu karena katanya masih miskin followers, tapi alhamdulillah akhirnya mau diwawancarai. Berikut isi wawancara yang saya rangkum sedemikian rupa (karena wawancara aslinya menggunakan bahasa Kuansing).


Siapa author akun selasiban_komik?

Author akun selasiban_komik bernama Ilham asli dari Sentajo kelahiran tahun 1999. Saat ini ia sedang kuliah di UIN Suska Riau pada jurusan akuntansi semester 2. Sebenarnya dari kecil ia sudah sudah suka mencoret-coret buku dengan gambar-gambar berupa komik. Kemudian ia menuangkan hobby tersebut lewat instagram dengan tujuan dapat menghibur orang lain daripada sekedar coret-coretan dibuku saja. Pada masa awal-awal perkuliahan, ia sempat tergabung dalam komunitas sikari (sindikat kartunis Riau). Kemudian pada awal-awal Januari tahun ini baru terbentuk komunitas komik instagram Riau di @komikriau (komikus Riau boleh gabung) dan ia termasuk kedalam komunitas tersebut. Kalian bisa kepo-in instagram selasiban_komik disana ada sebuah foto yang memperlihatkan komunitas tersebut sedang kopdar. Keren yaa.

Kenapa "selasiban_komik"?
Sebelum saya bertanya kepada Ilham, kata 'selasiban' disini pasti dari bahasa Kuansing yang berarti selotip. Ternyata benar. Alasan ia menggunakan selasiban untuk menamai komiknya sebenarnya sangat simple yaitu karena selasiban merupakan salah satu kata yang khas dari Kuansing dan juga mudah diucapkan orang lain yang bukan orang Kuansing. Kalau perkakas lain seperti guntiang (gunting), keroteh (kertas) dan lain sebagainya memang masih unik tapi menurutnya lebih menarik 'selasiban'. Kalau saya rasa, komiknya diberi nama selasiban mungkin supaya melekat dihati masyarakat terutama pencinta komik. Ya gak? Hehe

Apa saja topik selasiban_komik?
Kalau tentang topik saya tidak wawancarai, karena kita bisa lihat sendiri konten dari instagramnya. Selasiban_komik lebih banyak menggunakan bahasa daerah Kuansing, karena memang akun komik lokal. Topik yang diambil adalah dari yang sederhana sampai yang berat. Kalau yang sederhana contohnya ya kaluang epak-epak tadi. Nah, kalau yang berat adalah komik yang berisi tentang kritik atau sindiran kepada pemerintah. Ini contohnya:

Tidak hanya itu selasiban_komik juga berisi humor yang membuat perut sakit karena tertawa (ingat, harus paham dulu sama bahasanya). 
Dibawah ini tentang pohon karet dan cabe. Dimana mayoritas penduduk Kuansing berkebun karet. Masyarakat tentu mengharapkan harga karet per kilo semakin mahal agar penghasilan bertambah. Sekarang karet sudah agak bertambah mahal tapi malah cabe juga ikutan mahal. Duuhh.

Ini Musim Nonton Timnas, Haha


Masih banyak topik lainnya yang dibahas.

Nah, kalau kalian mau tau lebih lanjut, silahkan follow akun instagram @selasiban_komik. Apalagi kalau kalian orang Kuansing, komik ini perlu diapresiasi. Ini merupakan konten favorit saya, tentang budaya Pacu Jalur di Kuansing.

"SEJARAH PACU JALUR" Pacu jalur merupakan tradisi masyarakat kabupaten kuantan singing yang sudah berlangsung secara turun temurun sejak zaman dahulu.Sejak kapan penduduk rantau kuantan yang tinggal di sepanjang batang kuantan mengenal jalur dan pembuatan nya,tidak dapat ditunjukkan tahun yang pasti.Tapi di perkirakan pacu jalur sudah dikenal penduduk di rantau kuantan ini semenjak tahun 1900.  Pada mulanya yang dipacukan penduduk kebanyakan perahu-perahu besar yang biasa di pakai untuk mengangkut hasil bumi misalnya tebu,pisang dan lain sebagainya.Perahu-perahu besar ini di pacukan penduduk untuk merayakan berbagai hari besar islam,maulid Nabi Muhammad SAW,hari raya Idul Fitri dan tanggal 1 muharam dan lainnya.  Semenjak kedatangan Belanda di kota Taluk Kuantan ± tahun 1905,Belanda tetap melanjutkan kegiatan pacu jalur,dan menukar tujuan dan tanggal pelaksanaannya yaitu pada tanggal 31 Agustus dalam rangka memperingati  ulang tahun ratu Wihelmina. Hingga tahun 1950 jalur dengar pacu jalur nya belum kembali ke dalam kehidupan budaya masyarakat kuantan singingi,dan pada tahun 1951 dan 1952 sesudah zaman Jepang dan agresi Belanda,jalur kembali ke kehidupan masyarakat kuantan singingi,dimana waktu pelaksanaan dan tujuan melaksanakan dilakukan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Teluk kuantan dan Baserah yaitu dua kecamatan yang selalu mengadakan pacu jalur setiap ulang tahun kemerdekaan.  Sayang nya, akhir-akhir ini banyak kesenian dan budaya tradisional , permainan rakyat , budaya local sudah hamper punah . Hal tersebut pelu usaha-usaha untuk pelestarian pelestarian kesenian daerah agar tidak hilang di makan masa. Hal yang menghawatirkan lagi adalah kesenian , budaya atau tradisi local tertentu ada yang menklaim sebagai tradisi atau kesenian daerah mereka. Oleh sebab itu perlu kajian revitalisasi pacu jalur sehingga seluruh proses, aktivitas dan kesenian kesenian yang melekat dengan kegiatan pacu jalur tersebut terdokumen dan merupakan hak cipta atau milik (tradisi) masyarakat kuantan singingi. (pemerintah kabupaten kuantan singingi,2011;1-2). #sejarah #budaya #kuantansingingi #indonesia #kartunriau #kartunkuansing
A photo posted by KARTUN SELASIBAN (@selasiban_komik) on


Pacu Jalur Bukan Pacu Sampan
Sebagai putra putri Kuansing yang tau mana kegiatan positif dan negatif, kita harusnya bisasaling mendukung karya satu sama lain. Setiap orang memang punya bakat dan minat berbeda-beda. Selagi hal tersebut positif dan bermanfaat tidak ada salahnya kita dukung. Jika kita saling mendukung satu sama lain, semoga kelak putra putri Kuansing menemukan pencapaian masing-masing yang diimpikan sejak dulu. Sekian dari saya, semoga dapat menginspirasi. Kembangkan bakatmu! Kalau bukan dimulai saat ini, kapan lagi? Basatu Nagori Maju (motto Kab. Kuansing, Riau).

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment