Home » » Generasi Millennial Tidak Suka Membaca?
Tuesday, 28 February 2017

Generasi Millennial Tidak Suka Membaca?

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 28 February 2017

Generasi Millennial adalah generasi yang lahir dari tahun 1980 hingga 2000. Dikutip dari liputan6.com, bahwa menurut hasil riset Goldman Sachs di Amerika Serikat, angkatan milenial ini berjumlah 92 juta jiwa, jauh di atas jumlah generasi X (yang lahir antara tahun 1965 hingga 1979) yang berjumlah 61 juta. Dengan usia berkisar antara 20-30an, generasi millenial bisa disebut generasi yang saat ini sedang produktif. Generasi inilah yang sekarang banyak menguasai dimana-mana. Sehingga tidak sedikit yang mengulas tentang generasi millenial. 
Generasi Millenial bisa disebut generasi yang sangat beruntung. Wah, berarti saya juga beruntung ya? Mengapa saya katakan demikian? Alasannya:
  • Millenial sempat merasakan bagaimana indahnya bermain di luar rumah.
  • Millenial lebih tahu teknologi dibanding orang tua mereka.
  • Millenial memiliki banyak pengalaman karena bisa dikatakan pernah hidup di dua zaman berbeda, dari yang manual hingga yang instan.
  • Millenial tahu persis bagaimana perkembangan teknologi, dari handphone layar kuning sampai hadphone layar sentuh
  • Millenial tahu persis bagaimana perkembangan dunia internet, mereka pernah merasakan chat mIRC, Yahoo! hingga BBM. Dulunya friendster hingga Instagram.


Nah, pokoknya generasi ini paham betul perubahan zaman. Menjalani secara langsung bagaimana perbandingan sebelum adanya teknologi canggih dan setelah adanya teknologi canggih. Oleh karena itu, generasi ini sering kali terlena dengan kemudahan yang didapatkan dengan bergantinya era manual menjadi digital. Tidak heran jika generasi millennial banyak yang lebih suka hal-hal praktis dan tidak ingin lagi hal-hal yang konvensional. Terutama dalam hal "Membaca".

Apakah benar "Generasi Millennial" tidak suka membaca?
Generasi Millenial, saya yakin generasi ini yang paling banyak menulis hobi "Membaca" di biodatanya. Namun kenyataannya generasi millennial adalah generasi yang paling malas membaca buku. Benar kan? Ayo ngaku!
Ya, generasi millennial memang malas membaca buku karena memang sudah ketergantungan dengan dunia digital. Generasi ini lebih suka membaca apa saja dari gadget yang dia punya. Bahkan, saat ini buku pembelajaran di Kurikulum 2013 disajikan pula dalam bentuk e-book. Ini merupakan salah satu akibatnya, hingga pemerintah mencari alternatif agar generasi millennial bisa belajar tanpa membuka buku. Tidak hanya itu, banyak pula yang rela membeli novel dalam bentuk e-book di toko buku online agar bisa dibaca melalui gadgetnya hingga tidak perlu membawa buku kemana-mana. Jadi, tidak heran jika generasi millennial selalu ketergantungan pada gadget yang dia punya, karena semua hal ada di gadget tersebut, dari belajar hingga bermain.
Jadi, saya yang juga sebagai generasi millennial menyangkal (membela diri) generasi millennial malas membaca. Malah bisa dibilang generasi millennial adalah generasi yang paling rajin membaca. Baca status facebook, baca twitter, baca blog, semua di baca. So, bukan malas membaca, tetapi gaya bacanya saja yang telah berubah. Tidak lagi membuka koran yang cukup besar untuk membaca berita, cukup buka portal berita bisa baca berita. Tidak lagi beli buku komik untuk membaca, cukup klik sebuah link untuk baca sekian banyak komik. Tidak lagi bingung bertanya tentang hal yang tidak tahu, tinggal searching sudah tahu jawabannya. Hal instan seperti inilah yang tak terlepas dari kebiasaan generasi millennial. Ya iyalah, ibaratnya generasi ini seperti orang desa pergi ke kota. Tidak mau melewatkan kesempatan menikmati hal-hal baru yang menarik atau belum pernah ditemui sebelumnya.

Strategi Bloger terhadap Generasi Millennial
Berdasarkan penjelasan diatas, kita tahu bahwa banyak hal menarik pada generasi millennial. Dengan demikian sebagai seorang bloger yang juga terlahir sebagai generasi millennial saya punya strategi yaitu menulis sesuai pengalaman pribadi. Karena inilah yang diinginkan oleh generasi millennial, sebuah informasi atau penjelasan yang bukan hanya sekedar omongan saja, dibuktikan dengan pengalaman oleh penulis. Itulah yang sering saya lakukan. Menulis blog dengan bahasa sendiri dan pengalaman serta kemampuan sendiri. Kemudian agar blog saya bisa diterima dengan mudah oleh generasi millennial, langkah yang saya lakukan yaitu:
  • Blog yang mudah diakses melalui gadget apa saja (responsif) sehingga bisa dibaca dimana saja
  • Blog dengan penunjang promosi seperti akun twitter, halaman facebook, instagram bahkan line@ sebagai sarana promosi
Semua hal tersebut di atas jelas saja membuat blog akan lebih mudah diterima oleh generasi millennial. Dengan demikian semoga bloger generasi millennial bisa diterima pula oleh pembaca generasi millennial. 

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

6 komentar:

  1. hahaha... judulnya bikin emosi... :D

    ReplyDelete
  2. Mirc? Andalan nya "asl pls". Friendster, apa kabarnya ya sekarang?
    Mungkin saya tambahkan generasi milenial itu generasi fotogenik yang murah hati. Suka foto lalu dibagi-bagi... :-)
    Ulasan yang lengkap dan menarik. Semangat.
    @ge1212y

    ReplyDelete
  3. Ada lagi sebutan ttg generasi milenial yg bikin disitu saya merasa sedih, "generasi milenial generasi malas" karena semua serba on line. Benar demikian atau tidak, hanya generasi milenial, gadget dan TUhan yang tahu

    ReplyDelete
  4. Saya suka baca kok, Mbak meskipun lahir di generasi milenial
    Karena membaca itu salah satu "me time" yang asik

    ReplyDelete
  5. Betul, medium baca-nya yang berubah. Kalau dulu orang beli komik atau buku tebal, sekarang orang-orang cenderung baca komik singkat atau artikel-artikel. Gaya baca sekarang cenderung go fast ketimbang go deep.

    ReplyDelete
  6. Bener sih generasi millenial banyak membaca, tapi bahan bacaannya hanya sebatas status media sosial dan berita viral. Bacaan yang menambah wawasan bukan pilihan yg menarik bagi generasi ini.

    ReplyDelete