Home » , » Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan) Part 2
Tuesday, 21 February 2017

Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan) Part 2

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 21 February 2017

Loh, kenapa judulnya ada "Part 2" nya? Tentu, karena sebelumnya saya juga sudah pernah menulis tentang Air Terjun Batang Ogan pada artikel Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan) Lalu untuk apa saya tuliskan lagi? Nah, jadi begini Air Terjun Batang Ogan belum terkelola secara besar-besaran oleh pemerintah namun sejauh ini sudah mengalami peningkatan yang sangat baik, sehingga yang dulunya akses jalan sangat sulit hingga saat ini aksesnya sudah tergolong baik. Oleh karena itu, akan saya ulas disini bagaimana perbedaannya. Nah, buat yang mau tau dimana Air Terjun Batang Ogan dan bagaimana menuju lokasi. Silahkan baca dulu artikel saya sebelumnya. DISINI
Akses Menuju Air Terjun
Pada hari Jum'at, 20 Januari 2017 saya bersama beberapa orang rekan kerja saya di SMA tempat saya mengajar, memutuskan untuk refreshing sejenak ke Air Terjun Batang Ogan. Pada part 1 saya pergi bersama teman-teman di kampung, nah kali ini beda.

Masih ingat ulasan saya di part 1?
Begini bunyinya:
Sesampainya disana, berhubung pagi itu habis hujan, maka jalan sedikit licin. Jalan tanah masih harus ditempuh sekitar 300 meter. Sempat terjatuh di dekat jalan penurunan yang licin, tapi ya bangkit lagi dong. Nah, tak jauh dari situ akan ada lagi petunjuk arahnya. Disinilah kita harus memarkirkan kendaraan, karena susah kalau mau masuk dengan kendaraan. Kalau pakai tracker mungkin bisa. Lalu kemudian dilanjut dengan berjalan kaki, memasuki kebun karet milik warga sekitar. Jalannya becek dan licin.
Nah, bagian ini untuk trip yang ke-dua ini tidak ada lagi. Mari kita skip, karena jalan menuju air terjun bukan lagi jalan yang licin. Baik itu kita datang sebelum atau sesudah hujan pun tidak akan berpengaruh lagi, karena jalannya sekarang tidak lagi jalan tanah kuning melainkan sudah ditimbun dengan bebatuan kecil. Pada artikel sebelumnya juga saya sebutkan bahwa kita harus parkirkan sepeda motor di dekat kebun karet, sekarang hal tersebut tidak lagi terjadi. Kita bisa masuk melewati kebun karet dengan menggunakan sepeda motor. Hanya perlu berhati-hati karena jalanya kecil.

Kemudian dulu saya juga pernah menulis, begini: 
Kita bisa turun lewat jalan yang satu lagi, tapi harus lewati medan yang cukup sulit.

Nah, ini perlu diralat lagi. Medan menuju kolam bawah air terjun tidak lagi sesulit dulu, karena sudah diperbaiki oleh masyarakat setempat yang mengelola lokasi Air Terjun Tangogan tersebut. Kalau dulu saya sempat pengen nangis dan  minta pulang, kalau sekarang tidak lagi. Dulu, kami hanya dibantu akar-akar pohon saja. Kalau sekarang, sudah dibuatkan pegangan. Jalan yang kecil juga sudah ditambahkan titian dari kayu-kayu sehingga tidak lagi mengerikan untuk dilalui. Buktinya, trip sebelumnya saya tidak bisa memegang tongsis untuk merekam video, kali ini saya bisa. Berikut video blog saya di Air Terjun Batang Ogan. 


Pada trip kedua ini juga kami sudah diminta biaya masuk sebesar Rp.5000 per kendaraan serta parkir Rp.2000. Di warung dekat lokasi Air Terjun Tangogan juga sudah menyediakan penyewaan pelampung seharga Rp.15.000/jam (katanya sih per jam, tapi kami pinjam dari datang sampai pulang tetap segitu hihi). Kenapa kali ini kami sewa pelampung? Ya jelas, karena saya tidak pandai berenang. Haha. Anak Kuantan tapi tidak pandai berenang, sungai pas banget di belakang rumah tapi tidak pandai berenang. Malu. Tapi ya gimana, menetap di kampung halaman pun baru kali ini. Maklum anak rantau. Loh, malah curhat. Lanjut. Sebelumnya kami hanya bisa liat air terjun dari puncaknya saja, karena memang untuk melihat Air Terjun Tangogan dari bawahnya kita harus pandai berenang. Tapi sekarang pelampung menyelamatkan saya. Akhirnya saya bisa melihat bagaimana ngarai tinggi mengelilingi kami dan Air Terjun Tangogan. Sebuah keindahan alam yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata lagi.
Air Terjun Tangogan dari bawah (doc trip part 2)
Air Terjun Tangogan dari Atas (doc trip part 1)
Tapi sayang sekali, waktu kami kesana belum musim hujan jadi debit airnya tidak terlalu tinggi. Semoga pariwisata di Kab. Kuansing semakin diperhatikan dan menjadi wisata alam terbanyak dan terbaik di Riau. Dengan jumlah Air Terjun yang lebih dari 20 Air Terjun. Kabupaten Kuansing bisa menjadi tujuan wisata menarik di Riau. Amiiinn.




Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment