Home » , » Serba Serbi Wisata Halal
Tuesday, 21 February 2017

Serba Serbi Wisata Halal

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 21 February 2017

Wisata halal? Bagi saya yang pertama kali terlintas adalah hanya tentang makanan. Wisata kuliner dimana kita bisa menemukan makanan yang halal. Hanya sekedar itu saja yang saya pikirkan. Setelah saya cari dari berbagai sumber informasi, ternyata wisata halal bukan sekedar kuliner saja. Wisata halal ternyata lebih luas lagi maknanya, tidak hanya makanan namun juga sarana, transportasi, bahkan penginapan pada destinasi wisata tersebut. Semua hal yang berkaitan dengan wisata tersebut haruslah bernuansa Islami. Sesuai dengan ketentuan halal dalam Islam. Contohnya apabila di hotel, kita bisa menemukan mesjidnya, makanannya juga halal, kemudian peralatan seperti sabun dan sebagainya yang digunakan juga harus halal. Apabila di perjalanan pun kita diberikan fasilitas untuk beribadah. Jadi wisata halal bukanlah sekedar wisata kuliner saja. Bagi saya sendiri ini merupakan sesuatu hal baru yang sangat penting untuk diketahui.
Lalu, apakah wisata halal ini berpengaruh terhadap pertumbuhan industri pariwisata? Ternyata iya, tidak hanya wisatawan dari negara yang mayoritas Non-Muslim saja yang datang ke Indonesia. Banyak wisatawan mancanegara yang juga beragama Islam dan memilih wisata halal. Jenis pariwisata ini memang sedang pesat pertumbuhannya. Berdasarkan traveltourismindonesia.com yang saya kutip dari studipariwisata.com digambarkan sebagai berikut: 

  • Tumbuh 100% lebih cepat daripada sektor wisata lainnya 
  • Mencapai $ 135 miliar nilai pemesanan perjalanan ke luar negeri (outbound) 
  • Diprediksikan akan tumbuh hingga $ 200 Miliar pada tahun 2020
  • Akan menjadi sebuah generator besar bisnis langsung dan jangka panjang dengan pendapatan maksimum.

Wooww, ternyata wisata halal benar-benar akan dicari dan berkembang pesat untuk kedepannya. Tentu saja, setiap umat Muslim yang ingin berwisata tentu saja ingin kenyamanan dalam wisata dengan tidak terganggunya ibadah dan melakukan perjalanan tanpa takut akan makanan atau minuman yang tidak halal. Kemudian, pada tahun lalu, Indonesia berhasil mendapatkan WHTA 2016 (World Halal Tourism Award). Ada 12 kategori yang masuk ke babak final. Dengan adanya penghargaan ini tentuya diharpakan wisata halal di Indonesia dapat meningkatkan penghasilan negara dan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Sumber: haluanriau.co
Wisata Halal di Riau?
Kalau dibandingkan dengan Aceh dan Sumatera Barat yang jelas-jelas sudah masuk ke 12 kategori WHTA, tentu saja Riau masih kalah jauh soal wisata halal. Memang, kalau soal pariwisata Riau masih kurang promosi dengan baik. Di daerah saya pun untuk wisata budaya seperti Pacu Jalur yang berlangsung dari ba'da zuhur hingga menuju magrib, masih belum bisa disebut wisata halal. Wisatawan jelas kan kesulitan mencari mesjid yang memang tidak terlalu banyak disekitar lokasi, belum lagi penonton perempuan dan laki-laki jelas saja berdesakan. Sehingga saya rasa daerah saya masih sangat jauh dari wisata halal. Namun terlepas dari Kab. Kuansing, Riau. Pada saat ini di Riau sedang populer wisata religi yaitu wisata ke Mesjid Agung Madani Nasional Islamic Centre yang terletak di Pasir Pengaraian Kab. Rokan Hulu. Mesjid yang berasitektur seperti masjid nabawi ini sedang ramai pengunjung. Nah, Mesjid inilah salah satu destinasi wisata halal yang sedang digadang-gadangkan oleh Dinas Pariwisata Riau. Dengan budaya masyarakat yang mayoritas Melayu dan beragama Islam, wisata halal di Riau kini ditargetkan masuk kualifikasi nasional pada tahun 2017.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

3 komentar:

  1. Semoga Riau segera memantaskan diri dengan destinasi wisata halal-nya

    ReplyDelete
  2. Semoga wisata Halal di Riau berkembang pesat ya MBak, sehingga semakin banyak pilihan destiansi wisata halal di Indonesia

    ReplyDelete
  3. Keren ya Riau. Semoga segera berkembang, pengen kesana jugaaa!

    ReplyDelete