Wednesday, 15 March 2017

Review Pacu Jalur dan Perahu Beganduang 2016

Di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Ada dua event budaya yang sangat banyak peminatnya. Pertama, Pacu Jalur dan kedua, Perahu Beganduang. Sebagai masyarakat Kuansing tentunya saya tidak melewatkan waktu untuk menghadiri event-event tersebut. Tentunya karena memang saya maniak Pacu Jalur dan wisata-wisata di kampung halaman saya ini. Mungkin karena belum puas tinggal di kampung halaman. Dari kecil keseringan merantau sih. Baru dua tahun belakangan ini benar-benar menetap disini. Tapi kenyataan ini tidak membuat saya buta akan kebiasaan yang ada di Kuansing. Perkembangannya selalu saya ikuti, bahkan bahasa daerahnya selalu saya gunakan walaupun sedang diperantauan. Terlepas dari itu, kali ini saya akan review bagaimana Pacu Jalur dan Perahu Beganduang 2016.


Berikut jadwal event di Kab. Kuansing, Riau tahun 2016:
  • Pacu Jalur Kecamatan Rayon I: 25 - 27 Juli 2016 di Kec. Kuantan Hilir Seberang. 
  • Pacu Jalur Kecamatan Rayon II: 28 - 30 Juli 2016 di Kec. Hulu Kuantan. 
  • Pacu Jalur Kecamatan Rayon III: 4 - 6 Agustus 2016 di Kec. Pangean 
  • Pacu Jalur Kecamatan Rayon IV: 11 - 13 Agustus 2016 di Kec. Kuantan Tengah. 
  • Pacu Jalur Mini: 21 - 23 Agustus 2016 di Kota Teluk Kuantan 
  • Pacu Jalur Event Nasional: 25 - 28 Agustus 2016 di Kota Teluk Kuantan 
  • Perahu Beganduang: H+3 Idul Fitri
Semua event ini tak ada yang terlewati satupun bagi saya dan teman-teman saya. Kebetulan memang kami semua bangga dengan budaya yang kami punya. 

Pacu Jalur Kecamatan Rayon I: 25 - 27 Juli 2016 di Kec. Kuantan Hilir Seberang
Dari lokasi saya tinggal, Desa Pulau Aro, Kec. Kuantan Tengah, lokasi Pacu Jalur Rayon I ini dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama sekitar lebih kurang 1 jam perjalanan. Waktu itu saya dan kakak (Welia Yudes) berdua saja menuju lokasi event. Tepian pacu ini benama Tepian Lubuok Sobae Baserah. Event berlangsung selama 3 hari, tetapi kami hanya hadir pada hari ke-dua, mengingat lokasi yang sangat jauh dan waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk hadir setiap hari. Juara 1 Pacu Jalur Rayon I yaitu Jalur dari Desa Pauh Angit, Kec. Pangean yang bernama Siposan Rimbo RAPP.

Berikut hasil undian hari terakhir dari akun @kuansingpict:


Pacu Jalur Kecamatan Rayon II: 28 - 30 Juli 2016 di Kec. Hulu Kuantan
Pacu Jalur Kecamatan Rayon II ini dipindahkan ke Kecematan Gunung Toar tepatnya di Desa Lubuk Terentang yang berjarak sekitar 15 menit dari rumah saya. Setiap hari selama 3 hari kami selalu hadir, tentunya bersama kakak saya, siapa lagi, kan. Karena jarak pandang dari Tepian Lubuk Terentang dengan jalur-jalur yang berpacu cukup jauh, akhirnya waktu itu saya dan kakak saya memutuskan untuk menyeberang menggunakan perahu ke Desa Teberau Panjang. Modal nekat, karena kami tidak ada yang pandai berenang. Malu-maluin, untung selamat. Lihat nih fotonya, kami ada di Desa seberangnya, lebih ramai penonton di seberang sana, kan?




Dari Admin @kuansingpict (instagram)

Pacu Jalur Kecamatan Rayon III: 4 - 6 Agustus 2016 di Kec. Pangean
Dari rumah saya dapat ditempuh sekitar 40 menit. Event berlangsung 3 hari juga. Pada saat itu saya dan 3 orang teman berangkat menggunakan 2 sepeda motor, namun kami juga hanya hadir pada hari pertama dan terakhir saja.
A post shared by Iva Mairisti (@iva_gs) on


Dari Admin @kuansingpict (instagram)

Pacu Jalur Kecamatan Rayon IV: 11 - 13 Agustus 2016 di Kec. Kuantan Tengah
Rayon IV diadakan di Kuantan Tengah tepatnya di Pulau Godang Kari. Tepiannya bernama Tepian Datuak Bandar Lelo Budi. Diseberangnya merupakan Desa Pulau Kedundung, desa tersebut juga merupakan desa seberang dari desa kami. Sehingga kami melihat dari Desa Pulau Kedundung saja, dengan jarak tempuh sekitar 10 menit saja. Tak ada satu haripun terlewati hingga final. 
Di Tepian ini juga benih-benih cinta teman saya bersemi dengan salah satu anak pacuan (pemacu jalur). Hahahaha peace ya kalian. Nah, kebetulan jalur Dusun kami ikut bertanding di rayon ini, sehingga hari pertama kami hadir lebih cepat untuk memberi support. Kebetulan anak pacuannya merupakan sanak saudara kami juga, seperti adik, adik sepupu, abang sepupu,  dan teman-teman lainnya. sayangnya langsung kalah dan tak bisa lanjut ke hari berikutnya. Hihi. Masih perlu banyak latihan lagi. Juara Pacu Jalur Rayon IV diraih Desa yang ada di sebeang tuan rumah yaitu Desa Pulau Kedundung (tempat kami nonton) dengan jalur bernama Duri Bingkuang Rawang Panjang.
Dari Admin @kuansingpict (instagram)

Pacu Jalur Mini: 21 - 23 Agustus 2016 di Kota Teluk Kuantan
Diadakan sore hari di tepian narosa, Kota Teluk Kuantan. Kami hadir hanya hari pertama dan terakhir. Jalur-jalur yang dilombakan versi mininya, hanya berisi sekitar 10 orang saja. Berbeda dengan jalur biasa yang mencapai 50 orang. 

Pacu Jalur Event Nasional: 25 - 28 Agustus 2016 di Kota Teluk Kuantan 
Acara puncak ini diadakan 4 hari, di Tepian Narosa, Kota Teluk Kuantan. Hanya 5 menit dari rumah saya, tetapi karena sangat ramai pengunjung bisa sampai 20 hingga 30 menit. Dikarenakan ini merupakan acara puncaknya, kami hadir setiap hari hingga hari final dan pemenangnya adalah Siposan Rimbo RAPP dari Pauh Angit Pangean, Sang jawara Rayon 1 juga. Saat itu dua jalur dai kabupaten berbeda yaitu Dewi Putri Datuak Lintang (Kab. Inhu) vs Siposan Rimbo RAPP (Kab. Kuansing). Perwakilan jalur dari 2 kabupaten di Riau bersaing. Kedua bupati pun ikut serta di tribun penonton, akhirnya bendera Kab. Kuansing sebagai tuan rumah yang berkibar tahun 2016.

Jalur Desa kami, kalah dihari kedua. Ini fotonya dari instagram saya:

A post shared by Iva Mairisti (@iva_gs) on




Dari Admin @kuansingpict (instagram)

Perahu Beganduang: H+3 Idul Fitri
Acara Perahu Beganduang diadakan di Tepian Muko Lobuah Lubuk Jambi. Dari rumah saya lebih kurang 40 menit dengan kendaraan bermotor. Tepatnya di bawah jembatan lubuk jambi, acara ini diadakan. Lomba adu keindahan perahu hias yang dihiasi dengan perang kembang api. Sehingga suasana akan terlihat sangat gaduh di Sungai Kuantan. Kemeriahannya terasa karena kembang api tersebut, walau banyak asap yang ditimbulkannya.


Nah, itulah kami. Selalu hadir dimanapun kegiatan budaya dilaksanakan. Kalau ada yang bilang kami kampungan, yaa kami memang kampungan dan kami bangga dengan budaya yang kami junjung tinggi. Semoga tahun ini tidak ada satupun event yang terlewatkan seperti halnya tahun lalu. Oya, buat teman-teman yang mau datang, hubungi saya yaaa. Kami akan sedia membantu untuk kalian yang mau wisata budaya di Kuansing tahun ini. Komentarnya di bawah jangan lupa.
Buat yang maulihat jadwal Pacu Jalur dan Perahu Beganduang 2017. Silahkan klik artikel:
Jadwal Pacu Jalur dan Perahu Beganduang 2017

Support Mungkin Blog dengan cara like, comment, dan follow. Apabila ada link atau file yang error, harap segera beri tahu.

MungkinBlog.com juga membuka jasa review, promosi, atau endorse. Silahkan kontak admin (Iva Mairisti, S.Pd)
E-mail:matematikaiva93@gmail.com :)
Line@:Line MungkinBlog.com

20 comments:

  1. Wah gila sih ini rame banget yang dateng ya,.
    aku juga mau dong nonton pacu jalur dong.
    seumur hidup belum pernah liat acara beginian,
    tapi Riau jauh euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dekat kok kalau naik pesawat, ehehe

      Delete
  2. gak kampungan kok, malah keren kalau bisa menghadiri kegiatan budaya..
    kalah menang udah biasa.. hehehe
    kalau saya ada rencana jalan2 ke daerah sana, bakalan saya kabarin.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke deh siipp, makasih udah hadir di blog saya

      Delete
  3. Baru tahu sama pacu jalur, baru lihat juga..he
    Ternyata yang lihat rame banget ya, itu kalau naik perahu gitu yg panjang kalau gk seimbang satu sama lain pasti bakal jatuh ya.he

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makanya yang jadi atletnya harus pandai berenang, kalau jatuh kan gak langsung tenggelam jadinya

      Delete
  4. Rabe banget yahhh
    DI jawa setauku ngga ada yang kaya gini makanya sampai sekarang aku belum pernah nonton perahu kayak gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya udah, kapan-kapandatang aja kesini biar bisa liat secara langsung

      Delete
  5. Wah, jadi inget waktu di kampung halaman dulu, Kalimantan, juga ada event lomba perahu semacam ini. Kalau di Kalimantan Selatan namanya Perahu Naga. Jadi balapan Perahu Naga. Sepertinya kurang lebih juga seperti Pacu Jalur ini.

    Nah kalau di malam lebaran biasanya ada pameran mobil hias gitu, jadi takbiran di kampung halaman pasti sangat rame karena bakal diisi sama parade mobil-mobil hias xD.

    Gak kampungan kok beginian kak, aku juga sangat cinta dengan budaya sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus deh kalau kamu juga cinta dengan budayamu. ooo iya saya tahu Perahu Naga, cumakalau itu kan perahunya lebar. kalau jalur ini terbuat dari 1 pohon saja, tanpa di tambah2 lagi dan atletnya jg lebih banyak dari perahu naga

      Delete
  6. Keren banget nih, aku malah salut sama orang yang mau melestarikan ataupun ikut memeriahkan suau event kebudayaan seperti ini.

    Harus ditiru kamu mbk, kan banyak anka muda jaman sekarang males ikut memeriahkan event seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih loh, ya mudah2an semakin banyak yg sadar, dan bangga akan budaya sendiri bukannya budaya kebarat2an

      Delete
  7. wah parah sih ini, tradisi masih dilestariin dan masih banyak yg nonton. coba daerah kota banyakin kaya beginian dan ngurangin mall2 sama kafe.huft

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak bisa lagi kayaknya kalau di kota mau dikentalin lagi budayanya, yang bisa menjaga yang ada saja lagi

      Delete
  8. Ternyata lombanya mirip sama lomba perahu naga di China ya. Biasa di sini kalo lagi Dragon Boat Festival suka ada lomba kayak gitu, hehehe. Wah penontonnya banyak juga, seru nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. agak mirip tapi emng beda sih, hehe iya rame banget malaahh

      Delete
  9. Acara kayak gini yg keren bangeet! Olahraga juga bisa, pasti seru banget deh. Seharusnya acara kayak gini diadain ditempaku juga, pasti bakal ikutan deh

    ReplyDelete
  10. Kebudayaan seperti ini memang perlu banget dilestarikan ya, kayaknya seru banget tuh. Ngomongin Riau sebenarnya itu rumah nenek aku yang udah meninggal, tapi seumur-umur belum pernah kesana. :( Next semoga bisa kesana!!

    ReplyDelete
  11. wih, apik sekali event budaya kayak gini. Merasakan budaya daerah sendiri di tengah gemerlap dunia modern, asoy. Selain bisa menikmati dan melestarikan budayanya, bisa melestarikan foto2 juga yak :)

    ReplyDelete
  12. Emang event kayak gini nih yang seharusnya diadain terus dan tentunya didukung juga. Biar acaranya rame dan buat magnet wisatawan berkunjung.

    Foto2nya kece nih. Hihi ^_^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...