Home » » Meriahnya Tradisi Mandi Belimau 1438 H di Kabupaten Kuantan Singingi
Tuesday, 30 May 2017

Meriahnya Tradisi Mandi Belimau 1438 H di Kabupaten Kuantan Singingi

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 30 May 2017

Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah segala puji syukur kita ucapkan karena masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu lagi dengan bulan suci yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan. Dengan datangnya bulan suci Ramadhan ada berbagai macam tradisi untuk menyambutnya. Tentu saja, dari berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi masing-masing untuk menyambut bulan puasa. Begitu juga dengan daerah saya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Tidak jauh berbeda dengan kabupaten-kabupaten di Riau lainnya. Di Kuansing ada sebuah tradisi yang bernama Mandi Belimau. Tradisi ini umumnya dilaksanakan oleh mayoritas masyarakat Provinsi Riau. Namun namanya saja yang berbeda. Ada yang menyebutnya Mandi Belimau, Balimau Kasai, bahkan daerah lainnya di Riau ada yang namanya Petang Megang. Konsepnya sama, namanya berbeda.

Nah, sebelumnya ditahun 2013 saya sudah pernah menulis tentang Mandi Belimau ini yaitu pada artikel Penetapan Awal Ramadhan dan Tradisi Mandi Belimau berikut ini sedikit kutipannya.

Mandi Belimaumandi = mandi, limau = jeruk, Mandi Belimau berarti mandi menggunakan jeruk. Konon katanya tradisi ini diturunkan dari nenek moyang dan sudah ada sejak dahulu kala. Mandi Belimau dilakukan untuk mensucikan diri dari hadast besar sebelum berpuasa dibulan Ramadhan. Seperti ajaran agama Islam, mandi belimau sama halnya dengan mandi wajib. Namun perbedaannya, mandi belimau ini dilakukan ditempat-tempat umum seperti sungai, air terjun, danau, pantai dan tempat pemandian lainnya dengan menggunakan jeruk sebagai pengganti sabun. Namun, seiring berjalannya waktu, mandi belimau tidak lagi menggunakan limau.

Inilah tradisi kami, memang masih banyak juga yang menggunakan limau untuk mensucikan diri. Tetapi kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan shampoo karena terbilang lebih praktis. Dengan adanya tradisi mandi belimau ini, wisata alam seperti sungai dan air terjun di Kuansing dipenuhi pengunjung. Mulai dari Sungai Kuantan yang membentang disepanjang Kabupaten Kuansing sampai Sungai Tabijo dengan pesona hitz kekiniannya. Sekitar 30 air terjun yang tersebar di Kabupaten Kuansing juga kebanjiran pengunjung. Tidak hanya itu keseruan petang menuju Ramadhan ini tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kuansing. Banyak acara-acara yang diadakan masyarakat untuk memeriahkannya. Baiklah kita bahas satu-satu.

Mandi Belimau di Air Terjun
Air Terjun di Kuansing ada sekitar 30 (tiga puluh). Dengan banyaknya air terjun ini, ternyata tidak membuat pengunjung tiap air terjun menjadi sunyi. Bahkan tiap air terjun yang memiliki pesona tersendiri, menjadi magnet bagi pengunjung untuk mandi belimau disana. Salah satunya Air Terjun Patisoni. Dengan jarak tempuh yang lumayan dekat dari Kota Teluk Kuantan (ibukota Kuansing), Air Terjun Patisoni dipenuhi pengunjung.




Mandi Belimau di Sungai Kuantan

Sungai Kuantan membentang sepanjang Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Saya merupakan salah satu masyarakat Kuansing yang memilih untuk membuat acara mandi belimau di Sungai Kuantan. Tentu, karena tidak perlu jauh-jauh untuk Mandi Belimau, saya cukup ke belakang rumah dan tadaaaa terebentanglah Sungai Kuantan. Sebenarnya keadaan Sungai Kuantan saat ini sangat miris, akibat penambangan emas ilegal. Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat kami, karena Tepian Sungai Kuantan pun sudah cukup untuk acara kami. Loh katanya Mandi Belimau? Kenapa di Tepian gak di Sungainya? Gak mandi? Salah satu alasan kami tidak mandi adalah karena air Sungai Kuantan yang mulai memburuk. Ya, walaupun adik-adik sepupu saya tidak bisa menahan dirinya untuk tetap mandi.
makan bersama
Makan Bersama

Memang kami mengubah konsep Mandi Belimau kali ini. Kami lebih memilih memanfaatkan momen berkumpul bersama di Tepian Sungai untuk bersilaturahmi dengan keluarga, sahabat dan tetangga. Dengan datangnya bulan nan suci tentu kita harapkan dapat memafkan satu sama lainnya. Sore itu kami hanya habiskan waktu untuk bersenda gurau dan makan bersama sambil menikmati keindahan sepanjang Tepian Sungai Kuantan.

A post shared by Iva Mairisti (@iva_gs) on


A post shared by Iva Mairisti (@iva_gs) on

Di daerah lainnya seperti di Kuantan Hilir, ternyata Sungai Kuantan juga masih menjadi pilihan masyarakat terbukti dengan foto yang diupload akun instagram @kuansingpict beberapa hari yang lalu.



Acara Mandi Belimau di Muara Lembu

Muara Lembu bukan nama hewan ya, Muara Lembu merupakan nama salah satu daerah di Kuansing. Nah, disinilah acara terbesar Mandi Belimau diadakan. Selain karena dibuka langsung oleh pejabat daerah, acara Mandi Belimau muara lembu juga dilengkapi dengan adanya balap motocross. Acara ini rutin diadakan tiap tahunnya. Kemeriahan tampak jelas dengan selalu membludaknya pengunjung baik untuk Mandi Belimau maupun untuk menonton balapan. Tentunya balapan tersebut diikuti oleh pembalap-pembalap terbaik Kuantan Singingi. Keren, ya.




Nah, itu dia tuh beberapa acara Mandi Belimau yang tersebar di Kuansing. Tradisi masyarakat Riau, Kuansing khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Meriah banget kan. Ohiya baru-baru ini akun instagram @indosiarid mengupload tentang Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia. Disana ada terselip Pacu Jalur



Sepertinya ada yang perlu diluruskan, mohon dibaca lagi sejarah Pacu Jalur ya. Seiring berjalannya waktu Pacu Jalur bukan lagi tradisi menyambut puasa, melainkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Buat kalian yang mau wisata budaya Pacu Jalur tahun ini bisa hubungi saya. Tentunya saya akan bersenang hati menyambut kalian disini. Boleh baca artikel berikut untuk menjelaskan lebih tentang Pacu Jalur dan bagaimana keseruannya.



Sebelum saya tutup artikel ini saya mau mengucapkan:

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438H

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

6 komentar:

  1. Wuih seru juga ya tradisi Mandi Belimau ini
    Saya jadi ada referensi baru lagi soal tradisi menyambut Ramadhan

    ReplyDelete
  2. Mandi Belimau. Hmm, bahasa Riau kayaknya mirip-mirip dengan bahasa Banjar. Agak melayu gitu. Meski di tempat saya tradisi ini tak ada, tapi istilah yang digunakan dapat saya mengerti.

    ReplyDelete
  3. Siap kak, nanti saya hubungi kalau ke sana hihi

    ReplyDelete