Home » » Pasar Rakyat, Bukan Pasar Lumpur (Lagi)
Tuesday, 16 May 2017

Pasar Rakyat, Bukan Pasar Lumpur (Lagi)

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 16 May 2017

Bicara soal pasar tradisional, selagi kita masih di Indonesia saya rasa tidak sulit bagi kita untuk menemukannya. Disetiap daerah tentu ada yang namanya pasar tradisional. Walaupun ada pasar modern, biasanya pasar tradisional tetap tak kehilangan pengunjung karena terkesan murah dan mudah dijangkau bagi semua kalangan. Ya, walaupun bagi kalangan atas untuk menjamah pasar tradisional adalah suatu hal yang dimalaskan (mungkin). Semisal pejabat, artis terkenal, atau masyarkat kalangan atas lainnya, tentu sudah sangat jarang memijakkan kakinya di pasar tradisional. Tentu itu sudah jadi kegiatan rutinitas untuk asisten rumah tangga mereka. Mungkin hanya beberapa saja yang mau ke pasar tradisional.

Namun, bagi kalangan menengah ke bawah, memijakkan kaki langsung di pasar tradisional bukanlah hal yang menjadikan gengsinya turun. Melainkan itu hal yang biasa. Apalagi saya, sebagai seorang wanita dan hanya berdua di rumah dengan adik. Di kampung ini, saya yang harus ke pasar tradisional setiap hari Minggu untuk berbelanja kelengkapan dapur dan rumah tangga. Itu rutinitas bagi saya, karena memang biasa nyetok bahan masak setiap hari Minggu, soalnya susah cari waktu untuk belanja ke pasar kalau harus setiap hari atau beberapa kali ke pasar.

Relokasi Pasar Lumpur Menuju Pasar Rakyat
Disini, Kota Teluk Kuantan, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau, relokasi pasar tradisional baru benar-benar terjadi. Kalau saja Liga Blogger Indonesia tidak memberi tema "Pasar Tradisional" untuk pekan ini, mungkin saya akan tetap tulis sebagai postingan bebas di pekan berikutnya. Pasar Tradisional masyarakat Kota Teluk Kuantan yang berhari pasar yaitu Hari Rabu ini sering dijuluki "Pasar Lumpur". Tidak tahu pasti siapa yang memberi nama, karena memang sebenarnya nama itu bukanlah nama resminya. Tapi masyarakat sering bilang begitu. Alasannya karena di Pasar Lumpur yang terletak di area terminal Kota Teluk Kuantan ini memang sering berlumpur jika sehabis hujan. Apalagi kalau musim hujan, tidak ada sedikitpun kenyamanan bagi pengunjung pasar lumpur untuk berbelanja. 

Hasil keputusan Pemerintah Daerah Kab. Kuansing, terhitung tanggal 1 Februari 2017 para pedagang di Pasar Lumpur harus berpindah lokasi menuju Pasar Rakyat. Yap, hal ini karena memang area Pasar Lumpur sebenarnya bukanlah daerah Pasar melainkan area terminal. Sedangkan Pasar Rakyat yang dulunya ramai, pedagangnya semua pindah ke Pasar Lumpur. Padahal jelas Pasar Rakyat lebih nyaman, karena sudah didesain khusus untuk pasar tradisional. Tertata rapi dimana letak pedagang ikan, ayam, daging, hingga sayuran. Hanya saja bedanya dengan dulu, sekarang ditambah lagi di area luar gedung Pasar Rakyat hingga memenuhi lokasi parkir. Sehingga tiap hari pasar yaitu Rabu ditambah Minggu, jalan sekitar Pasar Rakyat dialihkan. Sebuah langkah yang tepat oleh Pemda Kuansing, menurut saya. Tetapi tetap saja masih butuh pembenahan dan penataan lagi, mengingat banyaknya pedagang yang tumpah ruah ke jalanan dan menimbulkan kemacetan. 
Pasar Lumpur Kini Tinggal Kenangan
Memang seharusnya 1 Februari harus dipindahkan semua, tapi kenyataannya baru akhir-akhir ini dipindahkan semua. Karena bangunan lama di Pasar Lumpur sudah dirobohkan. Memang, kalau tidak tegas, tidak akan berjalan maksimal. Walaupun sempat heboh dan warnai demo sana-sini akhirnya kini pasar tradisional kami kembali ke Pasar Rakyat. Yeaahh. "Enak sekarang belanja, gak leak (becek) lagi. Cari ikan juga gak susah lagi", ujar salah satu masyarakat yang saya tanyai tentang Pasar Rakyat ini.

Pasar Rakyat Teluk Kuantan
Pasar Rakyat Teluk Kuantan sebenarnya sudah lama dibangun, namun pedagangnya banyak yang pindah karena sewanya yang mahal. Tapi semua kini berbeda. Pemerintah sudah menanggulangi semuanya. Pasar Rakyat terdiri dari 3 lantai.

Pasar Rakyat Malam Hari (sumber: ig @kuansingpict)

Pasar Rakyat
  • Lantai 1: Menjual bahan masak seperti ikan, ayam, daging, sayur, cabe, kuliner khas, ole-ole (seperti gelamai, lomang, bajik, dll) dan bahan masak lainnya. Lantai 1 ini meluas hingga ke area halaman depan dan seberang jalan.
Lantai 1. Los ikan
Lantai 1, halaman pasar rakyat
  • Lantai 2: Ada deretan tukang jahit dan penjual baju, tas, sepatu, jam dan lainnya. Di lantai 2 ini kita bisa pindah ke gedung Pasar Rakyat yang dua lagi (diseberang jalan). Jadi dari gedung Pasar Rakyat di seberang jalan ke seberang lainnya disatukan oleh jembatan penghubung yang melewati atas jalan raya. Unik kan!
Jembatan di atas jalan untuk menghubungkan ketiga bangunan
Lantai 2 menjual pakaian
  • Lantai 3: Dulunya lantai 3 ini lokasi game zone, tetapi ditutup karena dulu tak ada penghuninya lagi. Semoga karena sudah ramai kembali, lantai 3 ini bisa diramaikan kembali.
Nah, itu dia pasar tradisional kami yang baru tapi sudah lama. Hehe. Sekarang ke pasar udah bisa pakai highells gak lumpur lagi. Haha becanda. Yuk datang ke Kuansing, banyak yang menarik disini loh. 

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Newest
You are reading the newest post

0 komentar:

Post a Comment