Home » , » Teluk Kuantan Kota Jalur
Tuesday, 13 June 2017

Teluk Kuantan Kota Jalur

Posted by Mungkin Blog on Tuesday, 13 June 2017

Kota Teluk Kuantan merupakan ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Disinilah saya dilahirkan tepatnya di Desa Pulau Aro yang juga merupakan bagian dari kenegerian Teluk Kuantan. Kota Teluk Kuantan berjarak 156 kilometer dari Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau. Biasanya ditempuh dengan jarak kurang lebih 3 jam perjalanan melalui jalur darat. Nah, kali ini saya akan membahas tentang branding Kota Teluk Kuantan. Yuk, disimak!

Teluk Kuantan Kota Jalur, itulah branding yang membuat Kota Teluk Kuantan menjadi familiar bagi para wisatawan. Jika kalian memasuki Kota Teluk Kuantan dari arah Kota Pekanbaru, maka kalian akan bisa melihat Tugu Teluk Kuantan Kota Jalur. (ctt: Basatu Nagori Maju, motto Kab. Kuansing).


Kota kecil yang terletak di pinggir Sungai Kuantan ini terkenal dengan budaya yang sudah lebih dari 1 abad lamanya yaitu Pacu Jalur. Budaya inilah yang menjadikan Kota Teluk Kuantan, umumnya Kabupaten Kuantan Singingi dibanjiri wisatawan tiap tahunnya pada saat event tersebut berlangsung. Jadi, itulah alasan kenapa dijuluki Teluk Kuantan Kota Jalur Sebelum saya lanjutkan penjelasan tentang ini, mari disimak dulu apa itu jalur? Jalur disini bukan jalur mudik ya, apalagi jalur satu arah ke rumah mantan #eh. Lalu apa Pacu Jalur itu? Apakah ini pertandingan seperti pacu goni? Berikut penjelasannya yang saya kutip dari artikel saya sebelumnya:
Jalur adalah sejenis perahu panjang yang dikemudikan dengan cara didayung. Sebagai transportasi air, Jalur dapat membawa banyak penumpang yaitu sekitar 40-60 orang (tergantung ukuran jalur). Namun seiring berkembangnya zaman, muncul jalur-jalur yang berukiran indah. Ukiran-ukiran tersebut diukir disekitar selembayung Jalur, sehingga Jalur bukan lagi sekedar alat transportasi melainkan juga sebagai kreasi seni.

Sumber: http://cicibon.blogspot.co.id/2012/06/pacu-jalur-budaya-kuansing-yang-paling.html

NB: blog mantan, dulu saya yang tulis artikel ini 
Nah, perahu panjang ini dibuatnya bukan dari papan-papan yang disatukan loh. Melainkan dari sebuah batang pohon besar saja. Begini bentuknya.


Prosesi Pembuatan Jalur (Sumber: Instagram @kuansingpict)
pembuatan jalur
Edisi 2017
pengecatan jalur
Pengecatan Jalur
pembuatan jalur
Edisi 1986
Jalur-jalur itu kemudian diadu kecepatannya melalui sebuah lomba yaitu Pacu Jalur. Pada awalnya Pacu Jalur diadakan untuk memperingati hari besar Islam. Setelah masuknya Belanda ke Indonesia, Pacu Jalur diadakan untuk memperingati HUT Ratu Wihelmina.  Setelah zaman Kemerdekaan Indonesia sampai kini, Pacu Jalur diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
pacu jalur
Pacu Jalur (Sumber: Instagram @kuansingpict)

Sudah tahu kan apa itu "Jalur" dan "Pacu Jalur"? Makanya kami sebagai masyarakat Kuantan Singingi sangat bangga dengan tradisi yang berhasil kami jaga hingga saat ini, walau sudah lebih dari se-abad lamanya. Pesona festival Pacu Jalur ini sudah sampai ke berbagai penjuru negeri bahkan mancanegara. Tidak heran, karena dari sekian banyak event di Riau. Hanya 3 (tiga) event yang masuk dalam kalender pariwisata nasional, salah satunya Festival Pacu Jalur.

Cuplikan Pacu Jalur di Kalender Pariwisata Nasional

pacu jalur

pacu jalur

Masih heran kenapa Teluk Kuantan dijuluki Kota Jalur? Seberapa banyak jalur disini hingga bisa dijuluki Kota Jalur? Nah, jadi di Kab. Kuantan Singingi ini setiap desa memiliki minimal 2 buah jalur. Coba saja bayangkan sendiri berapa banyak jalur di Kab. Kuansing. 
Anggap saja 1 desa 2 jalur, di kecamatan anggap saja rata-rata ada 7 desa. Berarti 12 kali 7 kali 2 = 168 jalur. 
Haha mentang-mentang guru matematika, malah hitung-hitungan disini. Nah, itu baru jumlah minimal. Belum tentu 1 desa 2 jalur, buktinya di desa saya saja ada 3 (tiga) dusun dan masing-masing dusun punya 1(satu) jalur. Itu pun kadang ada yang dua. Banyak ya. Nah, jalur-jalur itu bisa menjadikan kebanggaan tiap desa. Semakin sering jalurnya menang semakin bangga masyarakat desanya. Oh ya, perlu diketahui juga 40 - 60 orang atlet dayung di dalam satu jalur merupakan pemuda-pemuda terkuat yang ada di desa. Keren, kan. Ada yang mau cari jodoh kesini. Hayuukk kalikan lagi. 
Anggap aja 1 jalur ada 50 atlet dayung. Misalkan ada 180 jalur yang bertanding di Festival Pacu Jalur. Kalikan. 50 orang kali 200 = 10.000 orang. Hellow 10.000 orang atlet dayung ada disini :D Kurang keren apa Pacu Jalur ini. Itu baru atletnya, belum yang nonton.
Ah,udahlah hitung-hitungannya. Tidak heran, tiap tahun diacara puncaknya yaitu di Tepian Narosa Teluk Kuantan ada hampir 200 buah jalur yang bertanding. Itu pun tidak hanya perwakilan desa, ada juga dari luar kabupaten (terutama Inderagiri Hulu yang dulunya Kuansing merupakan bagiannya *pemekaran*) seperti Inhu bisa mengutus hingga 15 jalur, bahkan kota Pekanbaru dan juga dulu pernah dari luar provinsi bahkan luar negara (seperti Malaysia, Brunei, Singapura). Namun, pesonanya sempat turun karena kondisi perekonomian dulu sempat anjlok parah dan pernah dihapuskan dari kalender pariwisata nasional. 

Sekarang Teluk Kuantan Kota Jalur semakin dikenal lagi oleh para wisatawan. Selain terkenal asri, bersih, nyaman dan masih alami, Kota Jalur juga terkenal aman. Jika kalian datang kesini tidak pada waktu Event Pacu Jalur, kalian tidak akan pernah menemukan pengamen atau berandalan. Inshaallah. Kota Teluk Kuantan, pusat pertamanannya terletak dipinggir Sungai Kuantan yang juga merupakan Arena Pacu Jalur. Kami biasa menyebutnya Taman Jalur. Disekitar inilah keramaian akan terlihat. Kompleks-kompleks pertokoan tertata rapi didekat Taman Jalur. Dikawasan ini juga terdapat Wisma Jalur yang dapat dipastikan selalu penuh saat event Pacu Jalur berlangsung. Tidak jauh dari itu juga terdapat Lapangan Limuno yang merupakan lapangan utama di Kuantan Singingi. Dari upacara 17 Agustus hingga acara Pembukaan Pacu Jalur diadakan di Lapangan Limuno. Diseberang jalan dari Lapangan Limuno ada terminal yang dulunya juga tempat Pasar Lumpur yang sudah dipindahkan ke Pasar Rakyat yang tidakjauh juga dari itu. (Baca: Pasar Rakyat, Bukan Pasar Lumpur). Berikut denahnya yang diambil dari Google Maps.

Nah, inilah Kota kami.Teluk Kuantan Kota Jalur. Kalau masih penasaran sama Pacu Jalur, kalian bisa baca tulisan saya ini:

Serta untuk yang tertarik berwisata kesini, hadir ya tanggal 24 - 27 Agustus 2017 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Jadwal lengkap pacu jalur ada juga di artikel saya yaitu: Jadwal Pacu Jalur 2017.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Newest
You are reading the newest post

0 komentar:

Post a Comment