Home » » Apa itu Pacu Jalur Challenge?
Sunday, 5 August 2018

Apa itu Pacu Jalur Challenge?

Posted by Mungkin Blog on Sunday, 5 August 2018

Pacu Jalur merupakan tradisi yang sudah lebih dari 1 abad lamanya. Tradisi yang sudah ada sejak sebelum zaman penjajahan Belanda hingga kini. Pacu Jalur merupakan sebuah tradisi dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Pacu Jalur merupakan sebuah perlombaan adu cepat perahu panjang. Perahu panjang ini di Kuansing disebut "jalur". Jalur yang dulunya sebagai alat transportasi oleh nenek moyang akhirnya dilombakan, yang awalnya hanya untuk memperingati hari besar Islam, kemudian saat zaman penjajahan Belanda berganti fungsi menjadi perlombaan memeriahkan ulang tahun Ratu Belanda yaitu Ratu Helmina. Namun, setelah kemerdekaan, Pacu Jalur diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Pacu Jalur berbeda dengan lomba perahu atau lomba dayung lainnya. Pacu Jalur memiliki ciri khas tersendiri.

Pacu Jalur (sumber)
Diantaranya, Pacu Jalur memiliki beberapa unsur yang tidak ada di lomba perahu lainnya yaitu seperti Tukang Tari yang tugasnya menari-nari di haluan/depan jalur, Timbo Ruang dan Tukang Onjai yang ada di belakang jalur. Kalau lomba perahu lainnya hanya bisa diikuti atlet dayung saja, beda dengan Pacu Jalur, atlet dayungnya merupakan pemuda-pemuda yang berasal dari kampung/desa masing-masing. Dimana tiap desa di Kabupaten Kuantan Singingi rata-rata memiliki jalur untuk dilombakan. Jalur-jalur tersebut juga diberi nama yang bisa mewakili ciri khas jalur, misalnya Siposan Rimbo, Bintang Emas Cahaya Intan, Marangin Montiak Tuah Lipai, Ngiang Kuantan Cahayo Nagori dan masih banyak lainnya. Kalau disebutkan mungkin akan ada banyak sekali jalur di Kuansing. Bisa lebih dari 200 buah jalur. 

Sumber: @selasiban_komik

Pacu Jalur juga unik karena atlet dalam jalur tidak hanya 2 atau 3 atau 10 orang saja. Melainkan bisa sampai 40 - 60 orang. Jadi gak heran kalau pemuda 1 desa bisa jadi atlet dayung semua untuk melombakan jalur desa/kampungnya. Ini juga yang membuat putra Kuansing sering menjadi atlet dayung Nasional untuk mengikuti lomba dayung tingkat nasional bahkan internasional. Keunikan Pacu Jalur inilah yang membuat Pacu Jalur dikenal sampai keseluruh penjuru Provinsi Riau, hingga provinsi tetangga bahkan banyak turis mancanegara juga berdatangan untuk menyaksikan tradisi ini.

Festival Pacu Jalur juga merupakan Festival Terpopuler se-Indonesia berhasil memenangkan juara 1 Anugerah Pesona Indonesia untuk kategori Festival Pariwisata Terpopuler.

Bagaimana Cara Membuat dan Ikutan Pacu Jalur Challenge?
Untuk membuat video Pacu Jalur Challenge kalian hanya perlu cari beberapa orang tema (tidak perlu juga sampai 60 orang hehe) kemudian buat video seperti sedang mendayung dalam lomba saat Pacu Jalur. Jangan lupa, TUKANG TARI, TUKANG ONJAI nya jangan sampai ketinggalan. Karena inilah ciri khas Pacu Jalur. Sebagai contohnya kalian bisa lihat videonya di akun instagram @pacujalurchallenge


Gunakan backsound Pacu Jalur, kalian bisa download soundnya yaaa.
Jangan lupa upload video kalian di media sosial terutama Instagram. Tag instagram @pacujalurchallenge dan gunakan hastag #pacujalurchallenge #pacujalur #pacujalur 2018. Tidak tertutup kemungkinan akan ada hadiah untuk video terkeren dan terheboh. Tapi itu tidak penting, sekarang yang terpenting bagaimana kita membuat Pacu Jalur ini viral dan dikenal luas oleh wisatawan dalam ataupun luar negeri. Agar Pesona Indonesia semakin terlihat hingga ke seluruh penujuru dunia. 
Kalau masih bingung apa itu Pacu Jalur? Kalian bisa cek video asli Pacu Jalur berikut ini:


Bisa juga cari di google atau YouTube penjelasan lebih lengkap lainnya atau cek saja hastag di instagram #PacuJalur
"Challange ini dipersembahkan oleh:
Grup Pacu Jalur Kito Basamo untuk Pacu Jalur Kuantan Singingi"

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Previous
« Prev Post

2 komentar:

  1. kalau dipalembang, perahu dayung namanya mbak. lombanya di sungai musi.
    seru pasti nontonnya

    ReplyDelete
  2. Trims udah membangkitkan pesona Riau

    ReplyDelete