Home » » Review Festival Pacu Jalur 2018
Wednesday, 31 October 2018

Review Festival Pacu Jalur 2018

Posted by Mungkin Blog on Wednesday, 31 October 2018

Rangkaian Festival Pacu Jalur 2018 sudah lama berlalu. Tepatnya awal September 2018 semua rangkaian Festival Pacu Jalur 2018 tersebut tuntas dilaksanakan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sebelum acara puncak yang diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tersebut, telah dilakukan berbagai rangkaian acara Pacu Jalur Uji Coba dan Rayon sejak bulan Juli 2018. Sedangkan acara puncak Event Nasional Festival Pacu Jalur 2018 diadakan di Tepian Narosa Kota Teluk Kuantan dari tanggal 29 Agustus - 1 September 2018 (selama 4 hari). Oiya untuk kalian yang belum tau apa itu Pacu Jalur, bisa baca tulisan-tulisan saya sebelumnya ya.





Tahun ini bagi saya sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kondisi saya saat ini sedang hamil dan tidak bisa sebebas dulu untuk menonton seluruh rangkaian Festival Pacu Jalur. Dulunya saya selalu hadir disetiap gelanggang Pacu Jalur, baik yang uji coba maupun rayon. Dimana lokasi Pacu Jalur tersebut ada yang berjarak 15 menit hingga 1 jam dari tempat saya tinggal, Desa Pulau Aro.
Nonton di Perahu, Festival Pacu Jalur 2017

Sedekat ini (doc. pribadi FPJ2017)
Tahun dulu juga saya menyaksikan Pacu Jalur Nasional 2017 dengan menggunakan perahu (tidak di tribun). Sebuah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Menyaksikan perpacuan sedekat itu dan segreget itu, soalnya kami nekat nonton pakai perahu padahal ada 3 orang yang gak terlalu bisa berenang. Modal nekat. Waktu Pacu Jalur di Lubuk Terentang saya juga nekat menyeberang sungai dengan menggunakan perahu. Iya, itu dulu. Saat saya dan kakak saya masih single dan masih punya modal nekat yang sangat besar. Sekarang tentu keadaan sudah berbeda, apalagi saya dalam masa kehamilan 6 - 7 bulan saat rangkaian Festival Pacu Jalur 2018 ini. Tidak semua rangkaian saya ikuti, demi keselamatan saya dan calon debay tentunya.


Perlu diketahui pula bahwa Festival Pacu Jalur 2018 masuk kedalam Calendar Of Events Kementerian Parwisata Indonesia dan juga menjadi pemenang juara pertama Anugerah Pesona Indonesia Award 2017 dalam kategori Festival Pariwisata Terpopuler. Jadi, tidak heran kami sangat bangga dengan budaya kami ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Festival Pacu Jalur 2018 juga dimeriahkan dengan International Jazz Festival yang dilaksanakan pada malam harinya. Rangkaian acara yang tidak kalah menariknya juga yaitu acara pentas seni budaya Kuantan Singingi dan Pacu Jalur Expo yang diadakan di Taman Jalur Kota Teluk Kuantan. Disini kita bisa mencari souvenir khas Kota Jalur seperti kaos, miniatur dayung, miniatur jalur, makanan khas Kuansing, pameran foto, ole-ole khas Kuantan Singingi dan banyak lainnya.
Jajanan atau Makanan Khas Kuansing

Serunya Festival Pacu Jalur 2018
Adapun rangkaian Festival Pacu Jalur 2018 yaitu sebagai berikut:
  • Pacu Jalur Rayon I di Tepian Tigo Muaro Kecamatan Inuman tanggal 12 - 14 Juli 2018 (gak nonton nih, jauh. Satu setengah jam dari rumah, gak ada yang bisa diceritain) 
  • Pacu Jalur Rayon II di Tepian Pincuran Sakti Kecamatan Benai tanggal 26 - 28 Juli 2018 (nonton hanya hari kedua putaran kedua, jarak sekitar 15 menit dari rumah, tidak terlalu berkesan)
  • Pacu Jalur Rayon III di Tepian Saidina Ali Kecamatan Kuantan Mudik tanggal 02 - 04 Agustus 2018 (gak nonton juga, sekitar 45 menit dari rumah, gak ada yang bisa diceritain)
  • Pacu Jalur Rayon IV di Tepian Datuak Bandaro Lelo Budi Kecamatan Kuantan Tengah tanggal 09 - 11 Agustus 2018 (full nonton selama 3 hari Pacu Jalur ini, dekat dari rumah, sekitar 10 menit saja)




Lagi-lagi Tepian Datuak Bandaro Lelo Budi, tepian/gelanggang Pacu Jalur yang punya cerita tersendiri di dalamnya. Dulu pernah saya ceritain di Review Pacu Jalur 2016. Tepian yang letaknya tidak jauh dari rumah saya ini, menjadi tepian pertama di tahun ini bagi jalur dari Dusun kami untuk ikut berpacu. Tentu saja altet dayungnya merupakan warga dusun kami, termasuk suami saya yang memang maksa ikutan mendayung padahal sebulan sebelum itu mengalami retak tulang. Ya, namanya juga hobby, selagi kuat katanya mau ikutan pacu juga. Akhirnya di tepian inilah, menjadi pertama dan terakhir kalinya jalur kami berpacu di tahun ini. Loh, terus gak ikutan event besarnya? Nanti ada jawabannya ya. Itu juga menjadi terakhir kali jalur kami tersebut berpacu untuk dusun kami, karena setelah itu dia kami jual karena memang merasa tidak klop lagi dengan jalur tersebut. Kalah dihari pertama, membuat kecewa semua warga dusun kami dan berharap memiliki solusi, entah itu karena atlet kami yang lemah atau memang jalur kami yang potongannya tidak sesuai sehingga selalu kalah bila berpacu. Walaupun kalah dihari pertama, namun warga Dusun kami tetap ikutan nonton sampai hari final karena lokasi yang sangat dekat.
  • Festival Pacu Jalur Event Nasional di Tepian Narosa Kota Teluk Kuantan tanggal 29 Agustus - 1 September 2018 (full nonton selama 4 hari Pacu Jalur ini)
Hari besar itu tiba. Pesta rakyat Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Kami tak punya jalur untuk dipacukan. Hingga akhirnya ada sebuah tawaran dari masyarakat Desa Serosah untuk memacukan jalur yang mereka punya. Katanya mereka tak punya atlet untuk tahun ini, maka diputuskanlah tahun ini atlet dayung dusun kami (Dusun Pulau-Pulau, Desa Pulau Aro) memacukan jalur dari Desa Serosah. Kalau kalian orang Kuansing, pasti tau dong apa nama jalurnya? Iya, jalur itu bernama Siluncur Keramat Sakti. Aneh rasanya, memperjuangkan sebuah jalur yang bukan jalur milik desa kita sendiri. Biasanya kami memperjuangkan jalur bernama "Jintan Hitam" dari Desa Pulau Aro, tapi kali ini kami akan memperjuangkan sebuah jalur bernama "Siluncur Keramat Sakti" dari Desa Serosah. Sebuah jalur yang berasal dari suatu Desa yang sangat jauh jaraknya dari Desa kami. Tapi inilah yang membuat masyarakat Desa Pulau Aro dan Desa Serosah menjadi dekat. Yaps, begitulah Pacu Jalur menyatukan masyarakat Kuantan Singingi.

Hari pertama, jalur yang dipacukan oleh atlet dayung kami tersebut menang dan melaju ke hari kedua. Senyum sumringah muncul dari wajah para atlet. Sangat jarang rasanya kami merasakan kemenangan. Saya pun yang duduk di tribun penonton hari itu, merasakan kebahagiaan yang sama. Pengunjung sangat ramai memadati Kota Teluk Kuantan dihari pertama Pacu Jalur ini. Ada 182 jalur  yang berpacu di hari pertama ini dengan sistem gugur. Berarti kalau diperkirakan 1 jalur terdiri dari 50 atlet, maka ada 9.100 atlet dayung hari itu. Belum lagi jumlah penontonnya. Bisa dibayangkan seramai apa Kota Teluk Kuantan hari itu.
Hari Pertama FPJ 2018 Nonton di Tribun dengan Wiwik

Suami (salah satu atlet dayung)
Hari kedua, kami memang lagi. Namun, raut wajah kini berbeda. Banyak atlet yang menangis haru, karena biasanya jalur kami mentok-mentok hanya bisa menang dihari pertama, kalah dihari kedua dan tidak bisa melaju hingga hari ketiga. Namun, tahun ini berbeda. Kami menang. Ya, walaupun kami tidak membawa nama desa kami. Hari kedua Festival Pacu Jalur, tidak begitu ramai seperti hari pertama begitupun hari ketiga.
Hari Kedua FPJ 2018, Nonton di Tribun dengan Feby

Senyum kemenangan (suami)
Hari ketiga, menjadi hari yang buruk bagi kami. Kekalahan sedikit di hari itu menjadi kepedihan yang harus kami terima di tahun ini. Kalah diputaran pertama hari ketiga, merupakan hasil yang lumayan bagi kami dari 5 tahun lebih belakangan ini. Bisa disimpulkan, bukan atlet dayung kami yang lemah, tapi jalur kami sebelumnya yang memang gak cocok untuk atlet dayung kami.
PhotoBooth di Expo Festival Pacu Jalur 2018
Hari keempat, merupakan hari final. Satu jalur dari desa kami masih melaju ke hari final, walaupun dari dusun berbeda (fyi, desa kami ada 3 dusun dan mengutus total 4 buah jalur tahun ini) yaitu jalur "Tuah Inayan Mondulang Untuang". Jalur yang pernah menjadi juara 1 di Festival Pacu Jalur 2007. Alhamdulillah bisa mendapat peringkat 4 pada tahun ini.
Tukang tari jalur Tuah Inayan Mondulang Untuang

Tuah Inayan Mondulang Untuang
Sama seperti tahun sebelumnya, sang juara Pacu Jalur tahun ini yaitu jalur "Siposan Rimbo Pemrov Riau" dari Desa Pauh Angit Kecamatan Pangean. Sudah 3 tahun berturut-turut menjadi juara, menjadikan jalur ini menjadi jalur terkuat di Kuansing saat ini dan membuat piala bergilir menjadi piala tetap bagi mereka. Hari final atau hari terakhir ini dipenuhi oleh pengunjung. Mengingat hari keempat ini bertepat dihari Sabtu, maka banyak pengunjung yang berdatangan dari kabupaten tetangga seperti Kabupaten Inderagiri Hulu, Inderagiri Hilir, Kota Pekanbaru, Kampar dan bahkan provinsi Sumatera Barat. Hal inilah yang membuat Kota Teluk Kuantan dibanjiri manusia. Bahkan menurut pandangan mata saya pribadi, hari itu lebih ramai dibandingkan hari pertama. 
Sang Juara Festival Pacu Jalur 2018 (Siposan Rimbo Pemrov Riau)
Saya ucapkan selamat kepada jalur-jalur yang menang dan bagi yang belum, mari kita coba lagi ditahun depan. Berikut daftar peringkat Pacu Jalur 2018.
Demikian review Festival Pacu Jalur 2018. Secara keseluruhan, Festival Pacu Jalur tahun ini berlangsung meriah dan sebagaimana mestinya. Oiya, sekedar info. Festival Pacu Jalur bisa juga disaksikan secara live streaming di Youtube IPJKS. Didanai langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, sehingga Pacu Jalur bisa dirasakan euforianya walaupun kalian tidak sedang berada di Kuantan Singingi, Riau. Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk menonton Pacu Jalur tahun depan? Oiya beberapa waktu lalu saya banyak ngetweet tentang Festival Pacu Jalur. Ini saya sematkan.





Buat kalian yang selalu setia nonton Pacu Jalur, atau baru tahun ini pertama kali nonton, atau bahkan belum pernah nonton sama sekali, kami tunggu kedatangan kalian di Festival Pacu Jalur 2019. Sampai jumpa tahun depan. Insyaallah.

Thanks for reading & sharing Mungkin Blog

Newest
You are reading the newest post

1 komentar:

  1. kalau disumsel disebut kayuh perahu naga ini mbak, memperinngati 17 agustusan . rame banget yang ikut.

    ReplyDelete